Kenali Dulu, Kemudian Hadapi COVID-19 dengan Tenang dan Tepat!

Hai Sahabat PrimaKu!
Di artikel kita akan mengenal lebih dalam mengenai COVID-19, penularannya, serta gejala tipikal pada pasien COVID-19. Sudah tahu belum? Yuk disimak artikelnya!
COVID-19, singkatan dari corona virus disease 2019 atau 2019-nCoV, adalah penyakit saluran pernapasan yang pertama kali diidentifikasi di Wuhan, Cina, ditularkan dari satu pasien ke pasien lainnya dengan cepat sehingga menjadi wabah. Saat ini COVID-19 menjadi pandemi atau masalah kesehatan dunia dengan jumlah kasus positif mencapai 1,27 juta di dunia dan mendekati angka 2500 di Indonesia per tanggal 6 April 2020. COVID-19 dapat disebarkan oleh
individu yang terjangkit melalui percik renik (droplet) dari mulut atau hidung yang dikeluarkan saat batuk atau bersin. Percikan tersebut kemudian menempel di permukaan benda-benda, yang kemudian dipegang atau disentuh oleh individu lain. Ketika individu tersebut menyentuh atau memegang mata, hidung, atau mulutnya dengan tangan yang berkontak dengan virus di dalam percikan, maka individu sehat tersebut menjadi terjangkit. Selain itu, individu yang
terjangkit juga dapat menyebarkan COVID-19 ke orang lain melalui percikan batuk atau bersinnya yang kemudian dihirup oleh indidivu lain dalam jarak 1 meter. Oleh karena itu, sangat penting bagi individu sehat untuk menjaga jarak minimal 1 meter dengan individu yang sedang menderita COVID-19.

Masa inkubasi atau masa sejak virus masuk ke dalam tubuh hingga menimbulkan gejala sakit adalah 2-14 hari, rata-rata 5 hari. Gejala paling umum COVID-19 adalah demam, mudah lelah, dan batuk kering, menyerupai gejala infeksi saluran pernapasan lainnya, sehingga sulit membedakan COVID-19 dengan penyakit infeksi saluran pernapasan lain pada tahap awal. Gejala-gejala tersebut dapat disertai pilek, nyeri tenggorokan, rasa pegal dan nyeri, dan diare. Gejala-gejala yang dialami oleh pasien biasanya meningkat keparahannya secara bertahap dari
ringan hingga semakin bertambah berat. Individu sehat dengan sistem pertahanan tubuh yang baik dapat terjangkit oleh COVID-19 tanpa menimbulkan gejala. Sebagian besar pasien COVID- 19 (sekitar 80%) dapat sembuh sendiri tanpa membutuhkan pengobatan khusus. Sekitar 1 dari 6 pasien COVID-19 mengalami gejala-gejala serius, hingga sesak napas. Individu berusia tua, individu dengan penyakit lain (seperti hipertensi/tekanan darah tinggi, penyakit jantung,
diabetes, dan asma) dan individu sistem pertahanan tubuh yang kurang baik lebih mudah mengalami gejala-gejala serius COVID-19.

Gejala-gejala COVID-19 pada anak juga sulit dibedakan dari infeksi saluran pernapasan lainnya. Gejala dapat berupa demam, batuk, dan pilek seperti penyakit common cold atau selesma yang umumnya bersifat ringan dan akan sembuh sendiri. Penyakit saluran pernapasan menjadi berbahaya apabila menyerang paru-paru, yaitu menjadi radang paru atau yang disebut pneumonia. Gejala pneumonia adalah demam, batuk, dan kesulitan bernafas yang ditandai
dengan nafas cepat dan sesak nafas.

Ingin tahu lebih banyak tentang COVID-19?
- Jelajahi artikel lainnya dengan kata kunci COVID-19 di aplikasi PrimaKu
- Portal FAQ COVID-19 PrimaKu : http://covid-19.primaku.com
- Telegram COVID-19 PrimaKu : http://t.me/PrimaKu_COVID19_bot

Penulis: Tim PrimaKu

Foto: Brian McGowan (Unsplash)