primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Napas Bayi Tersengal-sengal saat Tidur? Kenali Penyebabnya!

Author: Dhia Priyanka

Editor: dr. Dini Astuti Mirasanti, Sp.A

Topik: Pernapasan, Sesak Napas, Parenthood, Article, 7-12 bulan

Bayi memiliki pola tidur yang berbeda dari orang dewasa. Mereka menghabiskan banyak waktu dalam tahap tidur aktif (Rapid Eye Movement atau REM), yang dapat disertai dengan gerakan mata, gerakan tubuh, dan aktivitas otak yang tinggi. Pada tahap ini, pernapasan bayi dapat menjadi lebih tidak teratur, bahkan terlihat tersengal-sengal. Napas bayi yang tersengal-sengal, kerap membuat orang tua khawatir, karena berkaitan dengan kesehatannya. Lantas, apa sih penyebab napas sengal pada bayi, terutama saat tidur?

Napas Sengal pada Bayi

napas bayi tersengal-sengal (1).jpg

Napas tersengal-sengal mengacu pada pola napas yang tidak teratur atau tidak lancar, sering disertai dengan suara napas yang terputus-putus atau tidak stabil. Kondisi ini dapat mencakup napas yang cepat dan dangkal, atau mungkin juga termasuk periode napas yang berhenti sesaat (sleep apnea).

Meski setiap bayi berbeda, namun rentang normal dan sehat pernapasan untuk tahun pertama kehidupan adalah 30–60 napas per menit. Pernapasan biasanya melambat ketika bayi tidur menjadi sekitar 30–40 napas per menit. Ini bisa meningkat ketika bayi menangis atau bermain. Selanjutnya, pernapasan secara bertahap melambat seiring bertambahnya usia bayi, sehingga MomDad mungkin akan memperhatikan bahwa bayi berusia 10 atau 11 bulan bernapas lebih lambat daripada sebelumnya. Memasuki usia 1–3 tahun, pernapasan melambat menjadi 24–40 napas per menit. [1]

Penyebab Napas Sengal pada Bayi

napas bayi tersengal-sengal (2).jpg

Gangguan pernapasan saat tidur mengacu pada terjadinya episode berulang penyumbatan saluran napas atas seluruhnya atau sebagian saat tidur, biasanya berhubungan dengan dengkuran keras dan kantuk di siang hari [2]. Napas bayi yang tersengal-sengal saat tidur bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:

  • Asma. Asma pada bayi juga dapat menyebabkan napas sengal. Asma adalah kondisi peradangan kronis saluran napas di mana saluran napas menjadi bengkak dan menyebabkan kesulitan bernapas.
  • Batuk & pilek. Bayi dapat mengalami pilek atau infeksi saluran pernapasan yang dapat menyebabkan hidung tersumbat dan membuatnya sulit untuk bernapas.
  • Bronkitis. Bronkopneumonia merupakan radang pada saluran pernapasan yang terjadi pada bronkus sampai dengan alveolus paru. Salah satu gejalanya berupa pernapasan yang cepat. [3,4]
  • Asap rokok. Asap tembakau dalam bentuk apa pun berdampak terhadap perkembangan penyakit pada bayi, salah satunya gangguan pernapasan. [5]
  • Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). ISPA pada anak muncul dengan keluhan nonspesifik seperti demam, batuk, dan susah makan. Pemeriksaan klinis dapat menunjukkan takipnea, hidung melebar, mendengus, tarikan dada ke dalam, sianosis, suara napas yang abnormal. [6,7]

Tips Atasi Napas Sengal pada Bayi saat Tidur

napas bayi tersengal-sengal (3).jpg

Salah satu penyebab umum yang dapat memicu gangguan pernapasan dan membuat napas si Kecil tersengal adalah polusi dan alergen. Oleh karena itu, penting bagi MomDad untuk menjaga lingkungan di rumah, terutama di kamar, agar tetap dalam keadaan bersih dengan cara:

  • Membuat sirkulasi udara yang baik di dalam rumah
  • Rutin membersihkan perabotan rumah
  • Gunakan air purifier

winix-zero-compact-website-1612785129.jpg

Nah, untuk menjaga kebersihan di rumah, MomDad dapat menggunakan Winix Zero Compact Air Purifier, yang merupakan air purifier no.1 dari Korea. Winix dilengkapi dengan 4 tahap filtrasi, yaitu:

  • Pra-Filter: membersihkan udara dari partikel besar, seperti debu, serbuk, serat, rambut, dan bulu hewan.
  • Filter Karbon AOC: membersihkan udara dari asap rokok, asap masakan, VOC, dan bau ruangan.
  • Filter True Hepa 13: menangkap 99,97% alergen di udara, termasuk serbuk sari, spora jamur, debu, bulu hewan peliharaan, mikroba, dan partikel hingga ukuran 0,3 mikron.
  • PlasmaWave® Technology: menciptakan Hidroksil yang dapat membantu mengurangi keberadaan bakteri dan virus di udara.

Cara perawatan dan penggunaan Winix Zero Compact Air Purifier pun mudah, karena dilengkapi dengan teknologi:

  • Easy to Check Filter: Indikator Check Filter memberitahu MomDad kapan harus mengganti filter. Lampu Check Filter akan menyala jika filter perlu diganti.
  • Smart Sensor + Dual Mode: langsung langsung mengatur kecepatan kipas sesuai kualitas udara ruangan dengan cepat. Smart Sensor-nya (Particle Sensor) dapat mendeteksi partikel udara ruangan dengan cepat dan efektif, yang ditunjukkan melalui lampu LED indikator kualitas udara ruangan.
  • 360° Ways Air Purification: membersihkan dan menyegarkan ruangan melalui segala arah.

Selain itu, Winix Zero Compact Air Purifier juga dilengkapi dengan formula Sleep Mode, di mana saat lampu ruangan redup, unit akan otomatis merubah mode menjadi mode Sleep. Mode ini memastikan si Kecil mendapat kualitas tidur terbaik. Lampu unit akan mati dan suara kipas lebih halus.

Tertarik menjaga lingkungan rumah tetap bersih dengan Winix Zero Compact Air Purifier? MomDad dapat melihat spesifikasi produk selengkapnya di sini.

Referensi:

  1. Baby breathing fast: When to see a doctor
  2. SUSAN REDLINE , PETER V. TISHLER , MARK SCHLUCHTER , JOAN AYLOR , KATHRYN CLARK , dan GREGORY GRAHAM. Faktor Risiko Gangguan Pernafasan Saat Tidur pada Anak Asosiasi dengan Obesitas, Ras, dan Masalah Pernafasan. PubMed. 1998;159;5.
  3. Bennet NJ, Steele RW. Pediatric pneumonia [internet]. USA: Medscape LLC.; 2014 [Disitasi 2014 Sep 17]. Tersedia dari: http://emedicine.medscape.com/article/967822- medication
  4. Hudoyo A. Bronkopneumoni [internet]. [Disitasi 2014 Sep 17]. Tersedia dari: http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/13/a0c5c46942a77a3619e1c23c169.pdf
  5. Srirupa Hari Gopal, Shyamali Mukherjee , dan Salil K. Das. Direct and Second Hand Cigarette Smoke Exposure and Development of Childhood Asthma. J Environ Health Sci. 2016; 2(6).
  6. Williams BG, Gouws E, Boschi PC, Bryce J, Dye C. Estimates of wide distribution of child deaths from acute respiratory infections. Lancet Infect Dis. 2002;2:25–32.
  7. Yalçın SS. Akut Solunum Yolu Enfeksiyonlarına Yaklaşım. İn Pediatri. Yurdakök M (ed). Ankara. Güneş Tıp Kitabevi. 2017:175–181.
familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Bronkoskopi: Teropong Cerdas Atasi Gangguan Saluran Napas
29 Jan 2018
cover
Bila Anak Sesak Napas, Kapan Harus Dibawa ke Unit Emergensi?
28 Feb 2018
cover
Napas 'Grok-Grok' pada Bayi, Kapan Harus Khawatir?
26 Mei 2022
cover
Pertolongan Pertama Sesak Napas pada Bayi sesuai Prosedur Kl...
19 Okt 2022
cover
Stimulasi Bayi Usia 0-3 Bulan: Merangsang Pernapasan Bayi
23 Feb 2023
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: