
Ditulis oleh

dr Afiah Salsabila
9 Apr 2026
Topik: Newborn, Ilmiah, Refleks Primitive, Primitive Reflex, Moro Refleks, Moro Reflex, Refleks Moro
Refleks primitif merupakan respons motorik otomatis yang muncul sejak periode neonatal sebagai bagian dari maturasi sistem saraf pusat. Refleks ini dimediasi oleh batang otak dan berfungsi sebagai indikator integritas neurologis awal pada bayi. Dalam praktik klinis pediatri, evaluasi refleks primitif menjadi komponen penting dalam pemeriksaan neurologis neonatus karena dapat memberikan gambaran mengenai fungsi sistem saraf dan perkembangan neurobehavioral. Salah satu refleks primitif yang paling dikenal adalah refleks Moro, yang sering digunakan sebagai parameter awal dalam menilai respons neurologis bayi baru lahir. (1)
Definisi dan Mekanisme Refleks Moro
Refleks Moro didefinisikan sebagai respons startle atau refleks kejut yang muncul sebagai reaksi terhadap stimulus mendadak, seperti perubahan posisi kepala atau rangsangan suara keras. Refleks ini pertama kali dideskripsikan oleh Ernst Moro dan merupakan salah satu refleks primitif yang paling konsisten ditemukan pada neonatus sehat. (1)
Cara Menilai dan Respons Normal Refleks Moro
Untuk mengevaluasi refleks Moro, pemeriksa dapat memposisikan bayi dalam keadaan terlentang, kemudian memberikan sedikit penurunan mendadak pada kepala (head drop) secara hati-hati dengan tetap menopang tubuh bayi. Respons normal refleks Moro terdiri dari dua fase. Pada fase pertama, terjadi abduksi dan ekstensi kedua lengan secara simetris disertai dengan ekstensi jari. Pada fase kedua, lengan akan kembali mengalami adduksi dan fleksi seolah-olah bayi “memeluk” tubuhnya sendiri. Respons ini sering kali disertai dengan tangisan. (1)
Onset dan Integrasi Refleks Moro
Refleks Moro mulai muncul sejak usia gestasi sekitar 28 minggu dan biasanya sudah berkembang sempurna pada usia gestasi 37 minggu. Refleks ini merupakan refleks yang normal pada periode neonatal, namun secara bertahap akan menghilang seiring dengan maturasi kortikal. Pada bayi cukup bulan, refleks Moro umumnya menghilang pada usia 3 hingga 6 bulan. Hilangnya refleks ini menandakan perkembangan kontrol motorik volunter yang lebih matang. (1)
Signifikansi Klinis dari Ketidakhadiran Refleks Moro
Abnormalitas pada refleks Moro memiliki signifikansi klinis yang penting. Tidak munculnya refleks Moro pada bayi baru lahir dapat mengindikasikan adanya gangguan neurologis serius. Kondisi seperti depresi sistem saraf pusat akibat asfiksia perinatal, cedera otak, atau efek obat sedatif dapat menyebabkan refleks ini tidak tampak. Selain itu, tidak adanya refleks Moro secara unilateral dapat mengarah pada cedera pleksus brakialis, fraktur klavikula, atau cedera muskuloskeletal lainnya pada sisi yang terkena. (1)
Temuan ini menuntut evaluasi segera untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya.
Signifikansi Klinis dari Persistensi Refleks Moro
Sebaliknya, refleks Moro yang menetap lebih lama juga merupakan tanda yang perlu diwaspadai. Persistensi refleks Moro setelah usia 6 bulan dapat menunjukkan adanya gangguan neurologis, seperti cerebral palsy atau keterlambatan perkembangan motorik. Hal ini mencerminkan adanya kegagalan inhibisi refleks primitif oleh korteks serebri yang seharusnya terjadi seiring pertumbuhan dan perkembangan anak. (1)
Pendekatan Diagnostik pada Temuan Abnormal
Dalam menghadapi temuan abnormal pada refleks Moro, pendekatan diagnostik yang komprehensif sangat diperlukan. Evaluasi harus mencakup anamnesis lengkap, termasuk riwayat kehamilan, persalinan, dan kondisi neonatal. Pemeriksaan fisik neurologis menyeluruh perlu dilakukan untuk menilai refleks lain, tonus otot, serta milestone perkembangan. (1)
Bila dicurigai adanya gangguan neurologis, pemeriksaan penunjang seperti neuroimaging, termasuk ultrasonografi kepala atau MRI, dapat dipertimbangkan. Konsultasi dengan spesialis neurologi anak juga dianjurkan. Sementara itu, pada kecurigaan cedera perifer seperti fraktur atau cedera pleksus brakialis, pemeriksaan radiologi dan evaluasi ortopedi menjadi bagian penting dari tata laksana. (1)
Kesimpulan
Refleks Moro merupakan salah satu refleks primitif yang memiliki nilai diagnostik tinggi dalam praktik pediatri. Kehadirannya pada periode neonatal menandakan fungsi neurologis yang adekuat, sementara ketidakhadiran atau persistensinya dapat menjadi indikator adanya gangguan neurologis atau muskuloskeletal. Dengan pemahaman yang komprehensif mengenai karakteristik dan signifikansi klinis refleks ini, dokter anak dapat melakukan deteksi dini terhadap kelainan neurologis serta memberikan intervensi yang tepat waktu guna mendukung tumbuh kembang optimal anak.
Daftar Pustaka
Pattnaik P, Al Khalili Y. Moro Reflex. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542173/