
Author: dr. Afiah Salsabila
16 Jan 2026
Topik: Kanker Anak, Kanker, Hari Kanker Anak Sedunia, Burkitt Lymphoma, Ilmiah
Latar Belakang
Burkitt lymphoma merupakan salah satu limfoma non-Hodgkin derajat tinggi yang paling agresif dan sering ditemukan pada populasi anak. Penyakit ini ditandai oleh laju proliferasi sel yang sangat cepat, sehingga dapat menyebabkan progresi klinis yang dramatis dalam waktu singkat. Meskipun agresif, Burkitt lymphoma juga dikenal sebagai keganasan yang sangat responsif terhadap kemoterapi intensif bila didiagnosis dan ditangani secara tepat waktu .
Pada praktik pediatrik, Burkitt lymphoma memiliki relevansi klinis tinggi karena sering muncul pada usia anak dan remaja, dengan manifestasi awal yang dapat menyerupai infeksi atau kelainan abdominal akut. Pemahaman yang baik mengenai spektrum klinis, patogenesis, serta faktor risiko Burkitt lymphoma penting untuk mendukung diagnosis dini dan menurunkan risiko komplikasi yang mengancam nyawa.
Epidemiologi dan Klasifikasi
Burkitt lymphoma menyumbang sekitar 30–50% dari seluruh limfoma non-Hodgkin pada anak. Insidensnya bervariasi secara geografis dan berkaitan erat dengan faktor lingkungan serta infeksi virus tertentu. Secara klasik, Burkitt lymphoma diklasifikasikan menjadi tiga varian epidemiologis, yaitu varian endemik, sporadik, dan terkait imunodefisiensi .
Varian endemik terutama ditemukan di Afrika sub-Sahara dan sering melibatkan tulang wajah atau rahang, dengan hubungan yang kuat terhadap infeksi virus Epstein–Barr. Varian sporadik merupakan bentuk yang paling sering dijumpai di negara berpenghasilan tinggi dan menengah, termasuk Indonesia, dengan predileksi utama pada abdomen, terutama ileosekal. Varian terkait imunodefisiensi umumnya terjadi pada pasien dengan gangguan imunitas, seperti infeksi HIV atau kondisi imunosupresi lainnya .
Patogenesis dan Patofisiologi
Secara biologis, Burkitt lymphoma berasal dari sel B matur dan ditandai oleh translokasi kromosom yang melibatkan gen MYC pada kromosom 8. Translokasi ini menyebabkan aktivasi MYC secara konstitutif, yang mendorong proliferasi sel yang sangat cepat dan tidak terkontrol. Gambaran histopatologis khas berupa pola “starry sky” mencerminkan tingginya indeks proliferasi dan apoptosis sel tumor .
Pada varian endemik dan sebagian kasus sporadik, infeksi virus Epstein–Barr berperan sebagai kofaktor patogenesis dengan memengaruhi regulasi proliferasi dan kelangsungan hidup sel B. Namun, EBV bukan satu-satunya faktor etiologi, dan interaksi kompleks antara faktor genetik, imunologis, serta lingkungan turut berkontribusi dalam perkembangan penyakit .
Manifestasi Klinis dan Perjalanan Penyakit
Manifestasi klinis Burkitt lymphoma bergantung pada varian dan lokasi tumor. Pada anak dengan varian sporadik, keluhan yang paling sering adalah nyeri perut, distensi abdomen, massa abdominal, atau gejala obstruksi usus. Keterlibatan sistem saraf pusat dan sumsum tulang dapat terjadi, terutama pada penyakit lanjut, dan berhubungan dengan prognosis yang lebih buruk .
Perjalanan penyakit Burkitt lymphoma sangat cepat, dengan waktu duplikasi sel yang singkat. Tanpa terapi, kondisi ini dapat berkembang menjadi kegagalan organ atau komplikasi metabolik serius seperti sindrom lisis tumor. Oleh karena itu, kondisi ini merupakan keganasan hematologi yang memerlukan penanganan segera .
Diagnosis, Tata Laksana, dan Prognosis
Diagnosis Burkitt lymphoma ditegakkan melalui kombinasi temuan klinis, pemeriksaan pencitraan, serta konfirmasi histopatologis dan imunofenotipik. Evaluasi staging penting untuk menilai keterlibatan sumsum tulang dan sistem saraf pusat, yang akan memengaruhi strategi terapi .
Tata laksana utama Burkitt lymphoma adalah kemoterapi kombinasi intensif dengan durasi relatif singkat. Regimen modern yang disesuaikan dengan stratifikasi risiko telah menunjukkan tingkat keberhasilan yang tinggi. Terapi suportif, termasuk pencegahan sindrom lisis tumor dan penanganan komplikasi infeksi, merupakan bagian integral dari perawatan .
Prognosis Burkitt lymphoma pada anak umumnya baik bila ditangani secara adekuat, dengan angka kesintasan jangka panjang yang dapat melebihi 85–90% pada kasus stadium awal hingga menengah. Faktor prognostik penting meliputi stadium penyakit, keterlibatan sistem saraf pusat, dan respons awal terhadap kemoterapi .
Kesimpulan dan Penutup
Burkitt lymphoma merupakan keganasan limfoid agresif yang sering terjadi pada anak, dengan perjalanan penyakit yang cepat namun respons terapi yang sangat baik bila ditangani secara dini. Pengenalan dini terhadap gejala klinis, pemahaman patogenesis, serta penatalaksanaan yang cepat dan komprehensif sangat menentukan luaran klinis. Dokter anak memegang peran penting dalam meningkatkan kewaspadaan, mempercepat rujukan, dan mendukung keberhasilan terapi Burkitt lymphoma pada populasi pediatrik.
Ingin baca artikel terkait kanker lainnya? Kunjungi tautan-tautan berikut:
Leukemia, Kanker Tersering pada Anak
Burkitt Lymphoma: Keganasan Limfoid Agresif, Namun Responsif pada Terapi
Pentingnya Diagnosis Dini pada Retinoblastoma
Daftar Pustaka
Naing PT, Kaur A, Lynch DT. Burkitt Lymphoma. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538148/