
Author: dr. Afiah Salsabila
8 Jan 2026
Topik: Serviks, Human Papilloma Virus, Bulan Kesadaran Kesehatan Serviks, Ilmiah, Vaksin HPV
Latar Belakang
Human papillomavirus (HPV) merupakan kelompok virus DNA non-enveloped dari famili Papillomaviridae yang memiliki tropisme terhadap epitel skuamosa kulit dan mukosa. Hingga saat ini, lebih dari 200 genotipe HPV telah diidentifikasi, dengan variasi manifestasi klinis yang sangat luas. Perbedaan genotipe ini menentukan spektrum penyakit yang ditimbulkan, mulai dari infeksi subklinis, lesi jinak seperti kutil, hingga keganasan invasif pada serviks, anogenital, dan orofaring . (1)
Pada populasi anak dan remaja, infeksi HPV sering kali tidak bergejala dan dapat mengalami eliminasi spontan. Namun, beberapa tipe HPV memiliki potensi keganasan jangka panjang, sehingga pemahaman mengenai jenis HPV dan implikasi klinisnya penting bagi dokter anak, terutama dalam konteks pencegahan primer dan edukasi keluarga . (2)
Klasifikasi HPV Berdasarkan Risiko Onkogenik
Secara klinis, HPV diklasifikasikan menjadi tipe risiko rendah dan risiko tinggi berdasarkan kemampuan onkogeniknya. Klasifikasi ini menjadi dasar pemahaman hubungan antara genotipe HPV dan penyakit yang ditimbulkannya.
HPV risiko rendah, terutama tipe 6 dan 11, paling sering berhubungan dengan kondiloma akuminata atau kutil kelamin. Lesi ini bersifat jinak, dengan perjalanan penyakit kronik dan angka rekurensi yang cukup tinggi, tetapi hampir tidak pernah mengalami transformasi ganas. Patogenesisnya melibatkan proliferasi epitel akibat ekspresi gen virus tanpa integrasi DNA virus ke genom inang. Pada anak, kondiloma dapat muncul melalui autoinokulasi atau transmisi perinatal, dan pada sebagian besar kasus mengalami regresi spontan . (3)
Selain itu, HPV 6 dan 11 berperan penting dalam recurrent respiratory papillomatosis, suatu penyakit jinak namun berpotensi berat secara klinis akibat obstruksi jalan napas. Penyakit ini ditandai oleh pertumbuhan papiloma multipel pada laring dan saluran napas atas, dengan perjalanan penyakit yang sering memerlukan intervensi bedah berulang . (1)
HPV risiko tinggi mencakup beberapa genotipe, dengan HPV 16 dan 18 sebagai tipe yang paling dominan secara klinis. Kedua tipe ini bertanggung jawab atas mayoritas kasus kanker serviks di seluruh dunia. Patogenesis keganasan terkait HPV risiko tinggi melibatkan infeksi persisten dan integrasi DNA virus ke dalam genom sel inang, yang menyebabkan ekspresi onkoprotein E6 dan E7. Onkoprotein ini menginaktivasi protein penekan tumor p53 dan retinoblastoma, sehingga memicu instabilitas genom dan transformasi ganas . (1)
Selain kanker serviks, HPV 16 juga memiliki predileksi terhadap mukosa orofaring, khususnya tonsil dan dasar lidah. Sementara itu, tipe risiko tinggi lain seperti HPV 31, 33, 45, 52, dan 58 berkontribusi terhadap kanker serviks dan anogenital dengan proporsi yang lebih kecil, tetapi tetap bermakna secara epidemiologis . (1)
Spektrum Penyakit, Faktor Risiko, dan Pencegahan Infeksi HPV
Sebagian besar infeksi HPV, terutama pada anak dan remaja, bersifat sementara dan akan dieliminasi oleh sistem imun dalam waktu satu hingga dua tahun. Infeksi persisten oleh HPV risiko tinggi merupakan faktor kunci dalam perkembangan lesi prakanker dan kanker invasif. Faktor risiko yang memengaruhi persistensi meliputi usia saat terpapar, status imun, ko-infeksi, serta faktor lingkungan dan hormonal . (1)
Systematic review Cochrane terbaru menegaskan bahwa penyakit prakanker dan kanker yang dicegah melalui vaksinasi HPV sangat erat kaitannya dengan genotipe spesifik, terutama HPV 16 dan 18, serta beberapa tipe risiko tinggi lain. Temuan ini memperkuat konsep bahwa pemahaman jenis HPV tidak hanya relevan secara diagnostik, tetapi juga penting dalam strategi pencegahan primer berbasis vaksin, yang dirancang untuk menargetkan tipe HPV dengan kontribusi terbesar terhadap morbiditas dan mortalitas . (2)
Kesimpulan dan Penutup
Human papillomavirus merupakan kelompok virus dengan keragaman genotipe dan spektrum penyakit yang luas, mulai dari lesi jinak hingga keganasan invasif. Perbedaan tipe HPV menentukan tingkat keganasan, predileksi anatomi, perjalanan penyakit, serta mekanisme patogenesis. Bagi dokter anak, pemahaman mengenai jenis HPV dan implikasi klinisnya menjadi dasar penting dalam edukasi keluarga dan perencanaan pencegahan primer. Informasi ini juga menjadi landasan ilmiah dalam mendukung strategi vaksinasi HPV sebagai upaya efektif menurunkan beban penyakit terkait HPV sepanjang daur hidup.
Ingin baca lebih lanjut mengenai HPV? Jelajahi topik terkait lainnya dengan klik artikel-artikel berikut:
👉 Apakah Penularan Human Papillomavirus Bisa Terjadi Melalui Jalur Non-Seksual?
👉 Catat! Berikut ​Rekomendasi Jadwal Vaksin HPV pada Anak di Indonesia
Daftar Pustaka