
Ditulis oleh

dr. Afiah Salsabila
8 Jan 2026
Topik: Hipertiroid, Panduan, Bulan Kesadaran Tiroid Sedunia, Diagnosis
Hipertiroid pada anak merupakan kondisi yang relatif jarang, namun memiliki implikasi klinis serius bila tidak dikenali sejak dini. Manifestasi awalnya sering tidak khas dan dapat menyerupai gangguan perilaku, masalah psikososial, atau keluhan umum lainnya. Akibatnya, hipertiroid pada anak kerap luput dari diagnosis awal. Oleh karena itu, kemampuan dokter di layanan primer untuk menentukan kapan harus mencurigai hipertiroid menjadi kunci dalam mencegah morbiditas jangka panjang dan kondisi kegawatdaruratan seperti krisis tiroid. (1)
Panduan Praktik Klinis Ikatan Dokter Anak Indonesia (PPK IDAI) menegaskan bahwa diagnosis hipertiroid pada anak sangat bergantung pada kewaspadaan klinis, bukan semata-mata pada hasil pemeriksaan laboratorium. (1)
Mengapa Hipertiroid pada Anak Sering Terlewat?
Sebagian besar kasus hipertiroid pada anak disebabkan oleh penyakit Graves, terutama pada usia sekolah dan remaja. Namun, gejala hipertiroid pada anak sering berkembang secara bertahap dan tidak spesifik. Perubahan emosi, gangguan tidur, atau penurunan prestasi akademik kerap dianggap sebagai masalah perilaku atau stres psikososial. (1)
PPK IDAI menyebutkan bahwa rendahnya angka kejadian hipertiroid pada anak, disertai variasi manifestasi klinis yang luas, menyebabkan kondisi ini sering tidak menjadi pertimbangan diagnosis awal. Padahal, keterlambatan diagnosis dapat berdampak pada gangguan tumbuh kembang, komplikasi kardiovaskular, hingga peningkatan risiko krisis tiroid. (1)
Kapan Harus Curiga Hipertiroid?
Kombinasi Gejala Sistemik dan Perilaku
Kecurigaan terhadap hipertiroid perlu muncul bila ditemukan kombinasi dua atau lebih gejala yang bersifat progresif, antara lain penurunan berat badan meskipun nafsu makan meningkat, takikardi persisten, tremor halus, intoleransi panas, keringat berlebih, serta mudah lelah disertai gelisah atau hiperaktif. (1,2)
Tinjauan dalam BMJ Paediatrics Open menekankan bahwa perubahan perilaku dan penurunan prestasi sekolah sering menjadi manifestasi awal hipertiroid pada anak usia sekolah dan remaja, bahkan sebelum keluhan fisik yang jelas muncul. (2)
Takikardi yang Tidak Sesuai Kondisi Klinis
Takikardi merupakan salah satu tanda klinis paling konsisten pada hipertiroid anak. Kecurigaan harus meningkat bila denyut jantung lebih dari 100 kali per menit secara menetap, tidak sesuai dengan kondisi demam, nyeri, atau kecemasan, serta disertai palpitasi atau tekanan nadi yang melebar. (1)
PPK IDAI menempatkan takikardi sebagai tanda penting yang seharusnya mendorong pemeriksaan fungsi tiroid, terutama bila ditemukan bersamaan dengan gejala sistemik lain. (1)
Pembesaran Tiroid dan Tanda Mata
Adanya pembesaran tiroid difus, terutama bila disertai bruit, merupakan petunjuk klinis kuat ke arah penyakit Graves. Selain itu, tanda mata seperti lid lag atau eksoftalmus, meskipun ringan, secara signifikan meningkatkan probabilitas hipertiroid. (1)
Dalam PPK IDAI disebutkan bahwa pada anak dengan pembesaran tiroid simetris yang disertai orbitopati, diagnosis penyakit Graves sangat mungkin sehingga pencarian penyebab lain tidak selalu diperlukan pada tahap awal. (1)
Gejala Neuropsikiatrik
Hipertiroid dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan fungsi kognitif anak. Dokter perlu waspada bila menemukan emosi labil, kecemasan berlebihan, gangguan tidur kronis, serta penurunan konsentrasi dan prestasi akademik tanpa penyebab yang jelas. (1) Tinjauan yang ditulis oleh Vidouris et al. menyoroti bahwa gejala neuropsikiatrik ini sering disalahartikan sebagai gangguan psikologis primer, padahal dapat merupakan manifestasi awal tirotoksikosis. (2)
Faktor Risiko
Kecurigaan terhadap hipertiroid harus lebih tinggi pada anak dengan riwayat keluarga penyakit autoimun atau yang memiliki penyakit autoimun lain, seperti diabetes melitus tipe 1. Selain itu, kondisi genetik tertentu seperti sindrom Down dan Turner syndrome juga diketahui meningkatkan risiko penyakit Graves pada anak. (1,2)
Implikasi pada Keputusan di Layanan Primer
Apabila kecurigaan klinis telah terpenuhi, pemeriksaan fungsi tiroid tidak boleh ditunda. Pemeriksaan awal meliputi TSH dan fT4, dengan penambahan fT3 bila diperlukan. Penting untuk diingat bahwa pada fase awal atau pada T3-predominant Graves disease, kadar fT4 dapat masih dalam batas normal sementara TSH sudah tersupresi. (1,2)
Panduan menegaskan bahwa keputusan untuk melakukan pemeriksaan fungsi tiroid merupakan bagian dari clinical judgment di point of care dan tidak perlu menunggu gambaran klinis berat atau lengkap. (1)
Untuk pelajari indikasi pencitraan pada anak dengan hipertiroid, kunjungi artikel berikut: Indikasi Pencitraan pada Hipertiroid di Anak
Penutup
Hipertiroid pada anak memerlukan kewaspadaan klinis yang tinggi. Kunci diagnosis dini terletak pada pengenalan pola gejala yang mencakup aspek sistemik, perilaku, dan kardiovaskular. Setiap anak dengan kombinasi gejala yang tidak dapat dijelaskan secara sederhana seharusnya dievaluasi untuk kemungkinan hipertiroid. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip point of care decision, yang bertujuan mencegah keterlambatan diagnosis dan komplikasi yang dapat mengancam keselamatan serta tumbuh kembang anak. (1,2)
Daftar Pustaka