
Lonjakan Kasus Campak Mengawali Tahun 2026
Author: dr. Afiah Salsabila
3 Feb 2026
Topik: Berita, measles, KLB Campak, Campak
Latar Belakang
Campak kembali menjadi sorotan setelah terjadi peningkatan kasus dalam beberapa tahun terakhir. Puncak lonjakan kasus yang memprihatinkan tercatat pada Agustus–September 2025, dengan sejumlah laporan kematian anak akibat komplikasi campak di berbagai daerah. Memasuki akhir 2025, situasi sempat menunjukkan perbaikan seiring penguatan respons imunisasi dan surveilans. (1) Namun, awal tahun 2026 kembali dibuka dengan laporan lonjakan kasus campak di sejumlah wilayah, antara lain Mimika, Papua, serta beberapa kelurahan di Kota Malang, Jawa Timur dan Kecamatan Ratolindo di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan yang dikutip oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia per 15 Januari 2026, terdapat 73 kabupaten/kota di Indonesia yang berstatus kejadian luar biasa (KLB) campak, menandakan bahwa transmisi virus masih berlangsung aktif dan memerlukan kewaspadaan berkelanjutan . (2-6)
Situasi ini menegaskan bahwa campak belum dapat dikatakan terkendali sepenuhnya. Ketimpangan cakupan imunisasi, penurunan imunisasi rutin selama pandemi, serta adanya kantong-kantong populasi dengan imunitas rendah berkontribusi terhadap berulangnya KLB di berbagai daerah. (1,2)
Penyakit Campak
Campak merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus campak dari genus Morbillivirus. Penularannya terjadi melalui droplet dan aerosol, sehingga sangat mudah menyebar, terutama di lingkungan dengan kepadatan tinggi dan cakupan imunisasi yang tidak optimal. Masa inkubasi campak berkisar 7–14 hari, diikuti fase prodromal berupa demam tinggi, batuk, pilek, dan konjungtivitis, sebelum muncul ruam makulopapular khas yang menyebar secara sefalokaudal. (1)
Pada anak, campak bukan sekadar penyakit ruam. Infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, ensefalitis, hingga kematian, terutama pada anak usia di bawah lima tahun, anak dengan status gizi buruk, dan anak yang belum atau tidak lengkap imunisasinya. Data kematian akibat campak yang dilaporkan di Pamekasan dan wilayah lain pada tahun 2025 kembali menegaskan besarnya beban penyakit ini. (2)
Diagnosis campak pada praktik klinis umumnya ditegakkan berdasarkan gambaran klinis yang khas, namun konfirmasi laboratorium melalui pemeriksaan serologi IgM campak atau deteksi RNA virus tetap penting dalam sistem surveilans dan pelaporan. Campak merupakan penyakit wajib lapor, sehingga setiap kasus suspek harus segera dilaporkan untuk memungkinkan respons kesehatan masyarakat yang cepat dan terkoordinasi. (1)
Peran ORI dalam Penanggulangan KLB Campak
Penanggulangan KLB campak di Indonesia dilakukan melalui pendekatan komprehensif yang mencakup surveilans ketat, penemuan kasus aktif, tata laksana klinis yang adekuat, serta intervensi imunisasi. Salah satu strategi utama yang dilakukan pada awal tahun 2026 adalah pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) di wilayah-wilayah prioritas. ORI merupakan kegiatan imunisasi tambahan yang diberikan kepada kelompok sasaran tertentu di daerah KLB, tanpa memandang status imunisasi sebelumnya, dengan tujuan meningkatkan kekebalan populasi secara cepat dan memutus rantai penularan. (1,5)
Pelaksanaan ORI di berbagai daerah, seperti di Kota Malang menjadi langkah krusial untuk menekan lonjakan kasus di awal tahun. Anak-anak menjadi sasaran utama karena merupakan kelompok dengan risiko tertinggi terhadap infeksi dan komplikasi campak. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi lengkap dan kewaspadaan terhadap gejala campak tetap menjadi bagian integral dari respons KLB. (4,7)
Kesimpulan dan Penutup
Peningkatan kasus campak yang kembali muncul di awal tahun 2026 menjadi pengingat bahwa pengendalian campak memerlukan upaya berkelanjutan dan konsisten. Meskipun situasi sempat membaik, masih adanya puluhan kabupaten berstatus KLB menunjukkan bahwa kekebalan populasi belum merata. Bagi dokter anak, kewaspadaan klinis, pelaporan tepat waktu, serta peran aktif dalam edukasi imunisasi kepada keluarga menjadi kunci dalam memutus siklus KLB yang berulang. Upaya seperti ORI, penguatan imunisasi rutin, dan surveilans yang responsif harus terus didorong agar campak tidak kembali menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas yang seharusnya dapat dicegah pada anak-anak Indonesia.
Daftar Pustaka
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. KLB campak meningkat, Kemenkes ingatkan pentingnya imunisasi lengkap. https://kemkes.go.id/id/klb-campak-meningkat-kemenkes-ingatkan-pentingnya-imunisasi-lengkap
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Lonjakan kasus campak di Indonesia [Instagram post]. 2026 Jan [cited 2026 Jan 27]. Available from: https://www.instagram.com/p/DUIhTzNgT5K/
- Liputan6. Fakta penyakit campak di Pamekasan: 12 orang meninggal, 18 desa berstatus KLB. https://www.liputan6.com/regional/read/6253641/fakta-penyakit-campak-di-pamekasan-12-orang-meninggal-18-desa-berstatus-klb
- Detik Jatim. Kasus campak terdeteksi di 3 kelurahan Kota Malang. https://www.detik.com/jatim/berita/d-8334480/kasus-campak-terdeteksi-di-3-kelurahan-kota-malang
- T-Media. Kasus campak melonjak, Kecamatan Ratolindo ditetapkan KLB. https://t-media.id/kasus-campak-melonjak-kecamatan-ratolindo-ditetapkan-klb/
- Radio Republik Indonesia (RRI). Di Mimika, kasus campak meningkat [Internet]. 2026 Jan [cited 2026 Jan 27]. Available from: https://rri.co.id/daerah/2126881/di-mimika-kasus-campak-meningkat
- Pemerintah Kota Malang. Tekan kasus campak, Dinkes siap gelar imunisasi massal di wilayah prioritas.https://malangkota.go.id/2026/01/26/tekan-kasus-campak-dinkes-siap-gelar-imunisasi-massal-di-wilayah-prioritas/
