
Ditulis oleh

dr. Afiah Salsabila
20 Sep 2025
Topik: Ibuprofen, Paracetamol, Antipiretik, Analgesik
Latar Belakang
Demam dan nyeri adalah dua gejala yang paling sering membawa anak datang ke praktik dokter. Pada momen ini, pertanyaan klasik hampir selalu muncul: “Dok, lebih baik pakai paracetamol atau ibuprofen?”
Dengan pemahaman mekanisme kerja, farmakokinetik, efektivitas, serta profil keamanannya, dokter anak dapat menentukan pilihan terbaik untuk tiap pasien. Artikel ini akan membahas efektivitas dan keamanan ibuprofen dibandingkan paracetamol berdasarkan bukti terbaru, serta memberikan rekomendasi praktis kapan sebaiknya memilih salah satu atau kombinasi keduanya.
Cara Kerja Obat
Ibuprofen merupakan obat golongan non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) yang bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenase (COX-1 dan COX-2), sehingga menurunkan sintesis prostaglandin yang berperan dalam mekanisme demam, nyeri, dan inflamasi. Obat ini dimetabolisme di hati melalui enzim CYP2C9 dan diekskresikan melalui ginjal, dengan waktu paruh 1,8–2 jam. Dosis yang lazim digunakan pada anak adalah 10 mg/kg/dosis setiap 6–8 jam, dengan maksimum 40 mg/kg/hari. (1)
Sebaliknya, paracetamol (acetaminophen) bekerja terutama di sistem saraf pusat melalui inhibisi enzim COX varian otak. Obat ini memiliki efek antipiretik dan analgesik tetapi minim efek antiinflamasi. Paracetamol dimetabolisme di hati melalui glukuronidasi dan sulfatasi, dengan jalur minor oksidatif menghasilkan metabolit toksik NAPQI. Dosis terapi pada anak adalah 10–15 mg/kg/dosis tiap 4–6 jam, dengan maksimum 60–90 mg/kg/hari sesuai regulasi nasional. (2,3)
Efektivitas dan Keamanan
Studi prospektif observasional di India dengan 108 anak menunjukkan bahwa ibuprofen menurunkan demam lebih cepat dibanding paracetamol pada empat jam pertama (1,58 vs 2,15 jam; p = 0,026). Kombinasi keduanya lebih unggul dalam menjaga anak tetap afebril selama 48 jam (42,8 jam vs 36 jam untuk paracetamol; p < 0,001). Untuk nyeri, ibuprofen juga sedikit lebih efektif daripada paracetamol, sedangkan kombinasi memberikan hasil terbaik. (1)
Meta-analisis oleh Tan dkk. yang mencakup 19 studi dengan lebih dari 240.000 anak <2 tahun menemukan bahwa ibuprofen menurunkan suhu lebih cepat (dalam 4 jam dan 4–24 jam) serta memberikan kontrol nyeri lebih baik pada 4–24 jam dibandingkan paracetamol. Namun, setelah 24 jam, perbedaan tidak bermakna. Efek samping serius jarang terjadi pada kedua obat, dengan profil keamanan yang serupa untuk kejadian serius termasuk gangguan ginjal, perdarahan gastrointestinal, hepatotoksisitas, dan asma/wheeze. (2)
Keunggulan dan Kekurangan
Keunggulan ibuprofen adalah onset kerja yang lebih cepat dan efek antipiretik yang lebih konsisten dalam 24 jam pertama dibanding paracetamol. (1,2) Selain itu, ibuprofen juga memiliki efek antiinflamasi yang bermanfaat pada nyeri muskuloskeletal atau inflamasi. Kekurangannya adalah potensi meningkatkan risiko gangguan ginjal pada anak dengan dehidrasi, perdarahan gastrointestinal, serta kontraindikasi pada anak dengan riwayat ulkus peptikum. (2)
Paracetamol dianggap lebih aman untuk digunakan pada kondisi dehidrasi atau gangguan ginjal, dan dapat diberikan sejak neonatal. Namun, hepatotoksisitas menjadi risiko utama bila terjadi overdosis atau kesalahan pemberian dosis. Laporan NCBI Bookshelf menegaskan bahwa keracunan paracetamol merupakan penyebab penting gagal hati akut, sedangkan risiko toksisitas ibuprofen relatif lebih rendah jika digunakan sesuai dosis. (3)
Rekomendasi Klinis
Kesimpulan
Ibuprofen dan paracetamol sama-sama efektif dan aman bila digunakan sesuai dosis dan indikasi. Ibuprofen terbukti lebih cepat menurunkan demam dan nyeri dalam 24 jam pertama, tetapi tidak lebih unggul dibanding paracetamol dalam jangka panjang. Profil keamanan keduanya sebanding, dengan catatan ibuprofen harus digunakan hati-hati pada anak dengan dehidrasi atau risiko penyakit ginjal. Paracetamol tetap menjadi terapi utama karena keamanan luas pada semua usia, sedangkan ibuprofen lebih tepat digunakan pada demam tinggi atau kondisi inflamasi.
Referensi