
Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Cara Mengukur Panjang dan Tinggi Badan Anak
28 Mar 2022
Author: Fitri Permata
28 Okt 2024
Topik: Stroke anak, Stroke, Kesehatan Anak
Stroke pada anak adalah kondisi yang sering kali tidak disadari oleh banyak orang tua, meskipun dapat terjadi lebih sering daripada yang kita bayangkan. Ketika mendengar istilah "stroke," pikiran kita mungkin langsung tertuju pada orang dewasa, tetapi kenyataannya, anak-anak juga bisa mengalaminya. Meskipun kasus stroke pada anak relatif jarang, pemahaman yang tepat tentang kondisi ini sangat penting. Mengapa? Karena penanganan yang cepat dan tepat dapat membuat perbedaan besar dalam pemulihan dan kualitas hidup anak.
Waspada Gejala Stroke pada Anak
Stroke adalah kondisi yang jarang terjadi pada anak-anak, namun dapat memiliki dampak yang signifikan. Sekitar 1 dari 4.000 bayi dan 1 dari 2.000 anak mengalami stroke setiap tahun. Secara medis, stroke dapat dibedakan menjadi 2 kategori utama, yaitu:
Ketika pembuluh darah di otak mengalami kerusakan, aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke jaringan otak menjadi terganggu, sehingga mengakibatkan kerusakan pada sel-sel otak.
Stroke pada anak seringkali muncul secara mendadak, dan MomDad perlu mewaspadai sejumlah gejala yang dapat menunjukkan kondisi ini, antara lain:
Kelola Faktor Risiko untuk Mencegah Stroke pada Anak
Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan stroke pada anak meliputi:
Untuk mencegah stroke, penting bagi MomDad untuk mengelola faktor risiko yang ada, seperti memastikan kesehatan jantung anak, menjaga hidrasi yang baik, dan mengikuti pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter untuk kondisi medis yang mendasarinya.
Jika si Kecil Terkena Stroke, Lakukan Ini!
Jika anak menunjukkan tanda-tanda stroke, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengenali gejala dan segera membawa anak ke instalasi gawat darurat. Penanganan awal bertujuan untuk memulihkan aliran darah ke otak. Dalam beberapa kasus, anak dapat diberikan aspirin atau pengencer darah untuk mengurangi pembekuan. Jika terjadi kejang, pemberian obat anti-kejang juga mungkin diperlukan.
Pada kasus di mana stroke disebabkan oleh abnormalitas pembuluh darah, seperti malformasi arteri-vena atau aneurisma, tindakan pembedahan mungkin diperlukan untuk mengurangi sumbatan atau pembengkakan. Prosedur kateterisasi juga dapat dilakukan untuk membantu memperbaiki aliran darah.
Dampak Jangka Panjang dan Upaya Pemulihan
Dampak jangka panjang dari stroke pada anak bervariasi tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan stroke. Gejala yang mungkin muncul meliputi gangguan berjalan, bicara, melihat, dan membaca. Meskipun kemampuan otak anak dalam memulihkan diri umumnya lebih baik dibandingkan dengan orang dewasa, sekitar 20% anak yang mengalami stroke dapat mengalami gangguan neurologis yang berat, sehingga meningkatkan risiko jatuh atau trauma.
Anak yang mengalami defisit neurologis fokal mungkin juga mengalami gejala sisa saat pulang dari rumah sakit, sehingga pemantauan jangka panjang sangat penting untuk mengevaluasi kemajuan mereka. Dukungan dari keluarga, terapi fisik, dan intervensi medis yang tepat dapat sangat membantu dalam proses pemulihan anak.
Dengan memahami risiko, gejala, dan penanganan stroke pada anak, MomDad dapat lebih siap untuk merespons situasi darurat dengan cepat dan efektif, serta memberikan dukungan yang dibutuhkan untuk pemulihan anak.
Referensi:
28 Mar 2022
12 Apr 2022
13 Apr 2022
12 Mei 2022