
Pentingnya Pemantauan Tumbuh Kembang 1000 Hari Pertama
31 Agu 2017
Author:
22 Jul 2017
Topik: Eksim Susu, Kulit
Dermatitis atopik atau yang dikenal masyarakat sebagai eksim susu, merupakan penyakit kulit tersering pada bayi dan anak. Dermatitis atopik adalah radang kulit berulang yang disertai gatal pada bayi dan dan anak. Kelainan kulit berupa bintil-bintil kemerahan, gatal, yang kemudian bila berlangsung lama (kronik), kulit menjadi kering, bersisik, luka-luka atau menebal dan menjadi kehitaman. Daerah yang terkena biasanya di kedua pipi, lekuk siku dan lekuk lutut. Dermatitis atopik dapat menimbulkan frustasibaik bagi penderita, orangtua maupun dokter yang menanganinya. Walaupun demikian, dengan tatalaksana yang adekuat kelainan ini dapat diatasi.
Penyebab dermatitis atopik belum diketahui pasti. Biasanya terdapat faktor alergi turunan dalam keluarga atau pasien. Kelainan kulit juga dapat terjadi karena alergi, misalnya alergi terhadapat makanan (susu sapi, telur ayam, ikan laut, kacang-kacangan, dan lain-lain) atau terhadap debu, serbuk sari, dan bulu binatang.
Pada dasarnya, kulit penderita dermatitis atopik cenderung kering, mudah gatal dan lebih peka terhadap bahan iritan, pakaian kasar, berenda, wol atau sintetis, dan panas atau dingin yang ekstrem. Penting untuk mengidentifikasi kemudian menyingkirkan faktor yang memperberat dan memicu siklus "gatal-garuk". Oleh karena itu prinsip pengobatan dermatitis atopik adalah menghindari bahan iritan dan faktor pencetus, mengatasi rasa gatal dan kekeringan kulit, serta mengatasi reaksi peradangan dan infeksi sekunder.
Beberapa tips sebagai penatalaksanaan maupun pencegahan umum berulangnya dermatitis atopik pada bayi dan anak adalah sebagai berikut.
Sebagai kesimpulan, dermatitis atopik atau eksim susu merupakan eksim yang sering kambuh, penyebabnya belum jelas, dan banyak faktor mempengaruhi kekambuhannya. Usahakan menjaga kebersihan kulit bayi dan anak, menghindari faktor penyebab kekambuhan, dan menjaga kulit tetap lembab dengan mengoleskan pelembab segera setelh mandi.
Penulis: Zakiudin Munasir dan Karina Komala
Ikatan Dokter Anak Indonesia
Artikel pernah dimuat di harian Kompas, Kolom Klasika, tanggal 15 Juni 2014.
31 Agu 2017
26 Jan 2018
28 Jan 2018
28 Jan 2018