22 Oktober 2026
Cara Membaca Label Gizi Makanan Anak dengan Benar
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Cara membaca label gizi, Label gizi makanan anak, Informasi nilai gizi, Takaran saji, Gula dan natrium anak, Label MPASI kemasan
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Susanti Himawan, Sp. A.
Cara membaca label gizi makanan anak perlu dipahami agar MomDad tidak hanya terpikat tulisan “sehat”, “alami”, atau gambar buah pada kemasan. Mulailah dari takaran saji dan jumlah sajian per kemasan. Jika anak menghabiskan dua sajian, kalori dan seluruh zat gizi juga dikalikan dua. Persentase AKG pada label bukan otomatis target pribadi anak, sehingga bandingkan angka absolut dalam gram atau miligram, perhatikan usia, dan konsultasikan kebutuhan khusus dengan dokter atau ahli gizi.
BPOM menjelaskan bahwa Informasi Nilai Gizi membantu konsumen mengetahui kandungan pangan olahan, sedangkan WHO menganjurkan pola makan anak yang beragam, padat gizi, dan rendah gula bebas, natrium, serta lemak tidak sehat. Panduan ini akan membantu MomDad membaca takaran saji, menghitung kandungan yang benar-benar dimakan, menilai komposisi dan alergen, serta membandingkan produk secara lebih objektif.
Mengapa Label Gizi Penting untuk Makanan Anak?
Pilihan makanan pada masa kanak-kanak ikut membentuk kebiasaan makan jangka panjang. Label membantu orang tua memperkirakan energi, protein, karbohidrat, gula, lemak, natrium, vitamin, dan mineral dalam produk. Namun, label bukan penentu tunggal kualitas makanan. Makanan segar atau minim proses tetap perlu menjadi fondasi pola makan, sementara pangan kemasan dipilih sesuai kebutuhan, frekuensi, dan porsi.
Pada anak usia 6–23 bulan, WHO menekankan makanan pendamping ASI yang beragam dan padat gizi serta menganjurkan menghindari minuman berpemanis dan membatasi makanan tinggi gula, garam, serta lemak tidak sehat. MPASI umumnya mulai diberikan sekitar usia 6 bulan sambil melanjutkan ASI sesuai rekomendasi.
Cara Membaca Label Gizi Makanan Anak dalam 7 Langkah
Memahami label gizi pada kemasan makanan anak penting untuk membantu MomDad memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi si Kecil. Selain memperhatikan kandungan zat gizi, MomDad juga perlu memahami takaran saji, jumlah kalori, dan persentase Angka Kecukupan Gizi (%AKG) agar dapat membandingkan produk dengan lebih tepat. Berikut tujuh langkah membaca label gizi makanan anak yang bisa MomDad terapkan saat berbelanja.
1. Mulai dari Takaran Saji
Takaran saji adalah jumlah pangan yang wajar dikonsumsi dalam satu kali makan menurut label. Angka energi dan zat gizi biasanya disajikan per takaran saji, bukan selalu per kemasan. Jangan menganggap satu bungkus sama dengan satu porsi.
Contoh: satu kemasan berisi dua sajian dan setiap sajian mengandung 90 kkal serta 6 gram gula. Jika anak menghabiskan seluruh kemasan, asupannya menjadi 180 kkal dan 12 gram gula.
2. Cek Jumlah Sajian per Kemasan
Jumlah sajian menunjukkan berapa kali takaran saji terdapat dalam satu kemasan. Produk berukuran kecil pun dapat berisi lebih dari satu sajian. Kalikan energi, gula, natrium, lemak, dan zat gizi lain dengan jumlah sajian yang benar-benar dikonsumsi.
3. Baca Energi Total
Energi pada label dinyatakan dalam kilokalori atau kkal. Energi penting untuk tumbuh dan beraktivitas, tetapi kebutuhan setiap anak berbeda. Nilai kalori tidak boleh dinilai sendirian: lihat juga protein, serat, lemak, gula, natrium, dan kualitas bahan.
4. Perhatikan Gula, Garam, dan Lemak
Pada label Indonesia, tujuh zat gizi utama mencakup energi total, lemak total, lemak jenuh, protein, karbohidrat total, gula, dan garam atau natrium. WHO merekomendasikan asupan gula bebas pada anak dan orang dewasa kurang dari 10% energi total, dengan manfaat tambahan bila di bawah 5%. Angka ini bukan batas gram yang sama untuk semua anak karena kebutuhan energi berbeda.
Gula total pada tabel dapat mencakup gula alami dan gula yang ditambahkan. Karena label tidak selalu memisahkan keduanya, cek daftar bahan untuk mencari gula tambahan. Untuk natrium, bandingkan produk sejenis pada takaran yang sama; angka lebih rendah biasanya lebih mudah disesuaikan dengan pola makan rendah garam. Lemak tetap dibutuhkan anak, tetapi batasi produk yang tinggi lemak jenuh dan hindari lemak trans industri.
5. Nilai Protein, Serat, Vitamin, dan Mineral
Protein mendukung pertumbuhan, tetapi satu camilan tinggi protein tidak otomatis memenuhi kebutuhan harian. Serat dapat membantu pola makan seimbang, sedangkan vitamin dan mineral tertentu bermanfaat bila sesuai kebutuhan. Klaim “tinggi kalsium” atau “sumber zat besi” perlu dibaca bersama takaran saji, gula, natrium, dan keseluruhan komposisi.
6. Pahami Persentase AKG
Persentase Angka Kecukupan Gizi menunjukkan kontribusi satu takaran saji terhadap acuan kebutuhan harian yang digunakan pada label. Nilai ini berguna untuk membandingkan, tetapi bukan resep asupan individual anak. Kebutuhan bayi, balita, anak sekolah, remaja, dan orang dewasa berbeda. Karena itu, jangan memaksa anak mencapai 100% AKG label dari satu produk.
7. Baca Daftar Bahan, Alergen, dan Keterangan Lain
Daftar bahan umumnya disusun dari bahan yang jumlahnya paling banyak ke paling sedikit. Jika gula, sirup, maltodekstrin, madu, konsentrat jus, atau istilah pemanis lain berada di urutan awal, produk kemungkinan menyumbang pemanis dalam jumlah berarti. Banyak nama gula dalam satu daftar tetap perlu dilihat sebagai bagian dari keseluruhan asupan gula.
Periksa pernyataan alergen, misalnya susu, telur, kacang, kedelai, gandum, ikan, atau krustasea, terutama bila anak memiliki alergi. Cek juga kelompok usia, petunjuk penyajian, cara penyimpanan setelah dibuka, tanggal kedaluwarsa, kondisi kemasan, dan izin edar BPOM.
Tabel Cepat Membaca Label Makanan Anak
Cara Membandingkan Dua Produk dengan Adil
Bandingkan produk dalam kategori yang sama, misalnya dua sereal bayi atau dua yoghurt—bukan produk yang fungsi dan porsinya berbeda. Samakan dasar pembanding: gunakan per 100 gram atau 100 mililiter bila tersedia, atau hitung berdasarkan berat porsi yang sama. Jika hanya membandingkan “per sajian”, produk dengan takaran saji lebih kecil bisa tampak lebih rendah gula atau natrium meskipun kepadatannya serupa.
Contoh Perbandingan Sederhana
Produk A mencantumkan gula 5 gram per 20 gram sajian, sedangkan Produk B mencantumkan gula 7 gram per 30 gram sajian. Per 100 gram, Produk A mengandung sekitar 25 gram gula dan Produk B sekitar 23,3 gram. Dengan dasar yang sama, Produk B sedikit lebih rendah gula meskipun angka per saji terlihat lebih tinggi.
Jangan berhenti pada satu zat gizi. Produk dengan gula lebih rendah bisa saja lebih tinggi natrium atau lebih rendah protein. Pilih berdasarkan pola makan anak secara keseluruhan, frekuensi konsumsi, dan tujuan penggunaan.
Apa Arti Nutri-Level pada Bagian Depan Kemasan?
PerBPOM Nomor 10 Tahun 2026 memperkenalkan Nutri-Level, sistem pelabelan gizi bagian depan kemasan dengan level A, B, C, dan D untuk membantu konsumen mengenali profil gula, garam atau natrium, dan lemak total. Level ini adalah alat bantu cepat, bukan pengganti tabel Informasi Nilai Gizi dan daftar bahan.
Peraturan baru tersebut berlaku sejak Juni 2026 dan memberikan masa penyesuaian 24 bulan untuk produk yang telah memiliki izin edar sebelumnya. Karena itu, selama masa transisi MomDad mungkin menemukan desain label lama dan baru di pasaran. Tetap baca keseluruhan label.
Jangan Mudah Terkecoh Klaim pada Kemasan
Klaim di bagian depan kemasan perlu diverifikasi pada bagian belakang. “Tanpa gula tambahan” tidak selalu berarti tanpa gula; bahan dapat memiliki gula alami. “Rendah lemak” tidak otomatis berarti rendah gula atau natrium. “Multigrain” tidak selalu berarti sebagian besar bahannya biji-bijian utuh. “Rasa buah” juga tidak sama dengan kandungan buah yang bermakna.
- Periksa takaran saji sebelum menilai angka.
- Cari posisi bahan utama dalam daftar komposisi.
- Bandingkan produk sejenis pada berat atau volume yang sama.
- Periksa gula, natrium, lemak jenuh, protein, dan serat bersama-sama.
- Pastikan klaim sesuai kebutuhan nyata anak, bukan sekadar menarik secara pemasaran.
Label MPASI Kemasan: Apa yang Perlu Diperhatikan?
Untuk MPASI komersial, cek usia penggunaan, tekstur, cara penyiapan, bahan utama, kepadatan energi, sumber protein, zat besi, gula atau pemanis, natrium, alergen, dan instruksi penyimpanan. Jangan mengencerkan lebih banyak dari petunjuk karena dapat menurunkan kepadatan energi dan zat gizi; jangan pula memekatkan atau menambahkan bahan tanpa arahan bila produk memiliki instruksi khusus.
Pilih variasi rasa dan tekstur yang mendukung anak mengenal makanan keluarga. Pangan fortifikasi dapat membantu pada situasi tertentu, tetapi bukan berarti harus menggantikan semua makanan segar. Anak dengan prematuritas, alergi, gangguan pertumbuhan, kesulitan makan, atau kebutuhan medis khusus perlu rekomendasi individual.
Kesalahan Umum saat Membaca Informasi Nilai Gizi
Membaca informasi nilai gizi pada kemasan makanan dapat membantu orang tua memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi anak. Namun, beberapa istilah dan angka pada label sering kali disalahartikan, seperti jumlah kalori, takaran saji, dan persentase Angka Kecukupan Gizi (%AKG). Agar tidak keliru dalam memilih makanan, berikut beberapa kesalahan umum saat membaca informasi nilai gizi yang perlu MomDad hindari:
- Menganggap satu kemasan selalu satu sajian.
- Hanya melihat kalori tanpa membaca gula, natrium, protein, dan komposisi.
- Membandingkan produk dengan takaran saji berbeda.
- Mengira persentase AKG adalah target khusus untuk anak.
- Menganggap klaim “organik”, “alami”, atau “fortifikasi” otomatis membuat produk paling sehat.
- Melewatkan informasi alergen, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa.
- Mengabaikan total makanan yang dimakan anak sepanjang hari.
Download PrimaKu untuk Informasi MPASI dan Nutrisi
Butuh referensi yang mudah dipahami tentang MPASI, tekstur sesuai usia, jadwal makan, zat gizi penting, atau ide menu anak? Download aplikasi PrimaKu untuk mengakses informasi dan artikel seputar MPASI serta nutrisi. Gunakan informasi tersebut sebagai pendamping, dan konsultasikan langsung dengan dokter anak atau ahli gizi bila pertumbuhan, alergi, atau pola makan si Kecil memerlukan evaluasi khusus.
FAQ Cara Membaca Label Gizi Makanan Anak
Q: Apa yang Harus Dilihat Pertama pada Label Gizi?
A: Lihat takaran saji dan jumlah sajian per kemasan. Dua angka ini menentukan apakah nilai energi dan zat gizi perlu dikalikan.
Q: Apakah Persentase AKG pada Kemasan Berlaku untuk Anak?
A: Persentase AKG adalah acuan label untuk kelompok umum yang ditetapkan regulasi, bukan target personal setiap anak. Gunakan untuk perbandingan dan konsultasikan kebutuhan sesuai usia serta kondisi anak.
Q: Bagaimana Mengetahui Makanan Anak Tinggi Gula?
A: Periksa gram gula per sajian, hitung sesuai jumlah yang dimakan, bandingkan pada dasar porsi yang sama, dan lihat apakah gula atau pemanis berada di awal daftar bahan.
Q: Apakah Produk Tanpa Gula Tambahan Pasti Bebas Gula?
A: Tidak. Produk dapat tetap mengandung gula alami dari buah atau susu. Baca jumlah gula pada tabel dan daftar bahan.
Q: Lebih Baik Membandingkan per Sajian atau per 100 Gram?
A: Per sajian membantu memperkirakan konsumsi nyata, sedangkan per 100 gram atau 100 mililiter lebih adil untuk membandingkan kepadatan zat gizi dua produk.
Q: Apa Bedanya Tanggal Kedaluwarsa dan Baik Digunakan Sebelum?
A: Makna dan penggunaan istilah mengikuti jenis produk serta ketentuan label. Untuk keamanan, ikuti tanggal dan petunjuk penyimpanan, jangan gunakan kemasan rusak atau menggembung, dan perhatikan batas simpan setelah dibuka.
Label gizi membuat MomDad lebih berdaya memilih pangan kemasan, tetapi keputusan terbaik tetap mempertimbangkan usia, porsi, frekuensi, variasi makanan, dan kondisi kesehatan anak. Biasakan mulai dari takaran saji, hitung jumlah yang benar-benar dimakan, lalu periksa gula, natrium, lemak, protein, serat, komposisi, serta alergen. Dengan kebiasaan sederhana ini, pilihan makanan anak menjadi lebih sadar dan terarah.
Referensi:
1. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Peraturan BPOM Nomor 10 Tahun 2026 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan. BPOM RI; 2026.
2. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. FAQ Informasi Nilai Gizi. BPOM RI; 2026.
3. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Format Informasi Nilai Gizi. BPOM RI; 2026.
4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Cara Membaca Label Gizi pada Kemasan: Jangan Mudah Percaya Klaim. Ayo Sehat Kemenkes RI; 2026.
5. World Health Organization. WHO Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6–23 Months of Age. WHO; 2023.
6. World Health Organization. Healthy Diet. WHO; 2026.
7. World Health Organization. Reducing Free Sugars Intake in Children to Reduce the Risk of Noncommunicable Diseases. WHO; 2023.


