Meta Pixel

28 Maret 2026

Di Usia Berapa MPASI Boleh Dikasih Kecap Manis?

Ditulis oleh

avatar

Dhia Priyanka

Topik: Kecap Manis, MPASI Anak, Bumbu MPASI, Bumbu Masak

Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.

Dalam praktik sehari-hari, tidak sedikit orang tua yang mulai menambahkan kecap manis ke dalam MPASI agar makanan terasa lebih enak dan anak jadi lahap makan. Apalagi kecap sering dianggap “aman” karena berbahan dasar kedelai. Namun, muncul pertanyaan penting: sejak usia berapa sebenarnya kecap manis boleh diberikan pada anak?

Jawabannya tidak sesederhana “boleh atau tidak”, karena perlu mempertimbangkan kandungan gula, garam (natrium), serta dampaknya terhadap kebiasaan makan anak di masa depan.

Kandungan Kecap Manis yang Perlu Diperhatikan

Kecap manis umumnya mengandung:

  • Gula dalam jumlah tinggi
  • Garam (natrium)
  • Kedelai hasil fermentasi

Dari sisi gizi, kecap bukanlah sumber nutrisi utama untuk anak. Justru, kandungan gula dan garamnya menjadi hal yang perlu dibatasi, terutama pada usia dini.

Rekomendasi Usia: Kapan Anak Boleh Diberi Kecap?

Menurut rekomendasi organisasi kesehatan seperti WHO dan berbagai panduan nutrisi anak:

Usia <1 tahun (0–12 bulan)

➝ Tidak disarankan menambahkan gula bebas tambahan dan garam hanya dalam jumlah yang sangat terbatas 

Usia ≥1 tahun

➝ Boleh mulai diperkenalkan dalam jumlah sangat terbatas

Pada usia di bawah 1 tahun, ginjal anak masih belum matang sehingga belum mampu memproses natrium dalam jumlah tinggi dengan baik. Selain itu, paparan gula sejak dini dapat membentuk preferensi rasa manis yang berlebihan.

Kenapa Tidak Dianjurkan Dini?

Ada beberapa faktor risiko jika kecap manis diberikan sejak awal MPASI, seperti:

1. Risiko Asupan Gula Berlebih

  • Kecap manis mengandung gula yang cukup tinggi. Paparan gula berlebihan sejak dini dapat meningkatkan risiko:
  • Kebiasaan makan tinggi gula
  • Karies gigi
  • Risiko obesitas di kemudian hari

WHO merekomendasikan pembatasan konsumsi gula bebas tambahan sejak usia dini untuk mencegah dampak jangka panjang.

2. Beban pada Ginjal

Kandungan natrium dalam kecap juga perlu diperhatikan. Pada bayi, fungsi ginjal belum optimal, sehingga asupan garam berlebih dapat membebani kerja ginjal.

3. Membentuk Preferensi Rasa

Anak yang terbiasa dengan rasa manis atau gurih berlebihan sejak dini cenderung:

  • Menolak makanan alami
  • Sulit menerima variasi rasa
  • Menjadi picky eater

Padahal, fase MPASI adalah waktu penting untuk mengenalkan berbagai rasa alami makanan.

Jika Sudah >1 Tahun, Bagaimana Cara Memberikannya?

Jika anak sudah berusia di atas 1 tahun, kecap manis boleh diberikan dengan beberapa catatan:

  • Gunakan dalam jumlah sangat sedikit (sekadar penambah rasa)
  • Tidak diberikan setiap hari
  • Tetap utamakan rasa alami dari bahan makanan
  • Hindari menjadikan kecap sebagai “penyelamat” agar anak mau makan

Lebih baik fokus pada variasi bahan makanan dan teknik memasak untuk meningkatkan cita rasa, dibanding mengandalkan tambahan gula atau garam.

Alternatif yang Lebih Sehat

Untuk meningkatkan rasa MPASI tanpa kecap, orang tua dapat menggunakan:

  • Kaldu alami (ayam, sapi, ikan)
  • Bumbu alami seperti bawang putih, bawang merah
  • Rempah ringan seperti daun salam atau kunyit

Cara ini membantu anak mengenal rasa makanan secara lebih alami dan sehat.

Kecap manis sebaiknya tidak diberikan pada bayi di bawah usia 1 tahun karena kandungan gula dan garamnya yang cukup tinggi. Setelah usia 1 tahun, kecap boleh diperkenalkan, tetapi tetap dalam jumlah terbatas dan tidak menjadi kebiasaan.

Masa MPASI adalah periode penting untuk membentuk pola makan anak. Memberikan makanan dengan rasa alami dan seimbang akan membantu anak tumbuh dengan kebiasaan makan yang lebih sehat di masa depan.


Referensi:

  • World Health Organization. Guideline: Sugars Intake for Adults and Children. WHO; 2015.
  • World Health Organization. Complementary Feeding: Guiding Principles for Feeding Non-Breastfed Children 6–24 Months of Age. WHO; 2005.
  • American Academy of Pediatrics. Infant Food and Feeding. AAP; 2021.
  • ESPGHAN Committee on Nutrition. Complementary Feeding: A Position Paper. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition. 2017;64(1):119–132.