primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Jangan Asal, Begini Cara Tepat Mengolah Daging Sapi untuk MPASI

Author: Dhia Priyanka

Editor: dr. Dini Astuti Mirasanti Sp.A

Topik: Daging Sapi, Daging Ayam, MPASI, Tips

Memperkenalkan daging ke dalam menu MPASI adalah langkah penting dalam perjalanan pemberian makan bayi. Pasalnya, daging mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh, salah satunya protein, zat besi, serta vitamin B12. Nah, sebelum memberikan daging ke dalam menu MPASI, penting untuk memahami cara mengolahnya dengan benar.

Selalu Cuci Tangan

mengolah daging_1.jpg

Saat memasak, MomDad harus benar-benar memperhatikan kebersihan, terutama tangan. Sebelum menyiapkan makanan dan setelah memegang bahan-bahan mentah, langsung segera cuci tangan agar bakteri yang terdapat di permukaan tidak mengontaminasi makanan. Berbeda dengan orang dewasa, bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih rendah, sehingga mudah sakit jika mengonsumsi makanan yang kurang bersih.

Masak sampai Benar-Benar Matang

Memasak daging sapi untuk MPASI bayi yang paling direkomendasikan adalah dikukus atau direbus. Pastikan agar daging yang diberikan ke si Kecil benar-benar matang sempurna. MomDad bisa menggunakan slow cooker untuk memastikan daging benar-benar matang dan empuk, sehingga lebih bisa dicerna si Kecil.

Perhatikan tekstur daging

mengolah daging_2.jpg

Belum bisa mengunyah dan sistem pencernaan yang terbatas, MomDad perlu memperhatikan tekstur daging yang diberikan. Potong daging sampai kecil atau MomDad bisa menggunakan blender khusus daging agar lebih halus dan mudah dicerna bayi. Tekstur daging bisa meningkat secara perlahan seiring bertambahnya usia si Kecil, misalnya cincang kasar atau suwir.

Perhatikan Rasa

mengolah daging_3.jpg

Tak sedikit orang tua yang memberikan bayi kaldu daging sapi untuk membuat rasa MPASI lebih enak. Namun, bayi berbeda dengan kita ya, MomDad. Terkadang, bayi tidak suka rasa yang terlalu tajam, apalagi dari daging, sehingga kemungkinan bayi akan menolaknya. MomDad bisa campurkan sayur-sayuran untuk meredakan rasa kaldu daging.

Hindari daging olahan

Meskipun sosis atau kornet terbuat dari daging sapi, bukan berarti MomDad bisa memberikannya ke si Kecil, ya. Sebaiknya hindari pemberian produk olahan daging untuknya, karena olahan ini memiliki kandungan garam yang sangat tinggi, serta pengawet dan penambah rasa buatan yang tidak baik untuk kesehatan.

Itu dia tips mengolah daging sapi untuk diberikan dalam menu MPASI. Sudah mempraktikkan nya, belum?

Sumber foto: Freepik

Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., PhD.


familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Cara Mengukur Panjang dan...
28 Mar 2022
cover
Jangan Anggap Remeh, yuk Kenali Lebam Tidak Normal!
12 Apr 2022
cover
Anak Tantrum di Tempat Umum? Jangan Keburu Emosi, Simak Tips...
13 Apr 2022
cover
Jangan Diabaikan, Ini lho Penyebab Stunting pada Anak!
12 Mei 2022
cover
Jangan Sampai Salah, Ini Bedanya Stunting dan Gizi Buruk!
19 Mei 2022
cover
Jangan Sampai Salah! Ini Cara Tepat Menjaga Kebersihan Telin...
20 Mei 2022
cover
Jangan Tunggu Rusak, Yuk, Pelihara Kesehatan Gigi Anak!
27 Jun 2022
cover
Jangan Pakai Cottonbud! Yuk, Ketahui Cara Tepat Bersihkan Te...
27 Jun 2022
cover
Jangan Panik, Kuasai Cara dan Pertolongan Pertama Anak Terse...
27 Jun 2022
cover
Jadi Orang Tua Lebih Baik, Ini Alternatif Kata 'Jangan' Saat...
11 Jul 2022
cover
Jangan Salah, Ternyata Ini Perbedaan Pertumbuhan dan Perkemb...
13 Jul 2022
cover
Anak Tantrum, Orang Tua Jangan Ikut Tantrum
5 Agu 2022
cover
Jangan Percaya Mitos, Ketahui Fakta Vitamin D Langsung dari ...
8 Agu 2022
cover
Jangan Lagi Keliru, Ini Cara Tepat Membersihkan Organ Intim ...
9 Sep 2022
cover
Jangan Keliru! Ini Deretan Mitos dan Fakta tentang Bilingual...
22 Sep 2022
cover
Jangan Terlalu Sering, Ini Aturan Konsumsi Minuman Boba pada...
30 Nov 2022
cover
Jangan Asal, Ini Cara Tepat dan Aman Menyimpan Obat di Rumah
6 Des 2022
cover
Jangan Sembarang, Ini Waktu Tepat Memberikan Antibiotik pada...
7 Des 2022
cover
Jangan Dilarang, Ini Manfaat Mencoret-coret bagi Tumbuh Kemb...
11 Des 2022
cover
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Imunisasi & Vaksinasi
1 Mar 2023
cover
Jangan Asal Pilih, Ketahui Kriteria Camilan Sehat untuk si K...
16 Mar 2023
cover
Yakin Berbuka Hanya dengan yang Manis? Jangan Lupa dengan Se...
31 Mar 2023
cover
Busui Puasa? Jangan Lupa Terapkan Tips Ini!
3 Apr 2023
cover
MomDad Siap Mudik bareng si Kecil? Jangan Lupa Persiapkan Ha...
9 Apr 2023
cover
Cara Tepat Mengompres Demam, Jangan Keliru!
8 Mei 2023
cover
Si Kecil Jangan sampai Kekurangan Zat Besi!
16 Mei 2023
cover
Tips Memilih Keju untuk MPASI, Jangan Asal!
6 Jul 2023
cover
Jangan Keliru, Begini Cara Mengukur Tinggi & Panjang Badan A...
15 Agu 2023
cover
Jangan Kasih Screen Time Berlebihan pada Anak, Ini Dampaknya...
26 Sep 2023
cover
Jangan Asal Tarik, Begini Cara Melepas Baju Anak yang Aman!
7 Okt 2023
cover
Anak Batuk Terus-menerus? Jangan Lengah, Bisa Jadi Mematikan
22 Nov 2023
cover
“Mama, Jangan Pergi!”: Kenali Separation Anxiety Disorder pa...
7 Des 2023
cover
Jangan Sembarang Berikan Bayi Air Putih, Ini Dampaknya!
12 Des 2023
cover
Jangan Biarkan Anak Bawa Tas Terlalu Berat, Ini Dampaknya!
8 Jan 2024
cover
Jangan Asal Pakai, Ini Aturan Penggunaan Tisu Basah pada Bay...
17 Apr 2024
cover
Jangan Salahkan Benda Mati saat Anak Jatuh, Ini Dampaknya!
26 Apr 2024
cover
Jangan Diabaikan, Perhatikan 5 Hal Ini sebelum Anak Vaksin!
6 Mei 2024
cover
Anak Demam, Kompres Air Dingin atau Hangat? Jangan Sampai Ke...
11 Mei 2024
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: