10 September 2026
Komponen Gizi yang Wajib Ada pada MPASI Pertama
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: MPASI Pertama, Gizi Seimbang, MPASI Anak, Protein Hewani, Zat Besi
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
MPASI pertama sebaiknya bukan hanya bubur, buah, atau sayur. Susun makanan utama dari sumber karbohidrat, protein hewani kaya zat besi, lemak tambahan secukupnya, serta sayur atau buah sebagai sumber vitamin dan serat. ASI tetap dilanjutkan, sementara jumlah, frekuensi, tekstur, dan variasi makanan ditingkatkan bertahap mengikuti kesiapan bayi.
Komponen gizi MPASI pertama perlu mencukupi energi dan zat gizi yang mulai sulit dipenuhi hanya dari ASI setelah bayi berusia sekitar 6 bulan. WHO menyebut periode 6–23 bulan sebagai masa penting sekaligus puncak risiko gangguan pertumbuhan dan kekurangan zat gizi.
Kapan Bayi Siap Memulai MPASI?
WHO mendefinisikan complementary feeding sebagai pemberian makanan selain ASI atau susu ketika kebutuhan bayi tidak lagi dapat dipenuhi oleh susu saja; proses ini umumnya dimulai pada usia 6 bulan. Usia bukan satu-satunya pertimbangan. Tanda kesiapan perkembangan meliputi:
• Mampu menegakkan kepala dengan baik.
• Dapat duduk dengan bantuan minimal dan menjaga posisi tubuh saat makan.
• Membuka mulut atau menunjukkan minat ketika makanan ditawarkan.
• Mampu memindahkan makanan dari depan mulut ke belakang untuk ditelan.
• Refleks mendorong makanan keluar dengan lidah mulai berkurang.
Bayi prematur atau bayi dengan gangguan pertumbuhan, menelan, saraf, maupun penyakit tertentu memerlukan penilaian dokter. Jangan memulai makanan padat hanya agar bayi tidur lebih lama.
Komponen Gizi MPASI yang Wajib Diprioritaskan
Karbohidrat sebagai Sumber Energi
Karbohidrat menyediakan energi untuk pertumbuhan, aktivitas, dan perkembangan otak. Pilih bahan yang mudah diolah sesuai kebiasaan keluarga, seperti beras, kentang, ubi, jagung, oat, pasta, mi, atau roti tanpa tambahan gula berlebih.
Karbohidrat bukan satu-satunya isi mangkuk. Bubur beras encer saja memiliki kepadatan energi dan zat gizi yang rendah. Gabungkan dengan protein, lemak, serta bahan kaya vitamin dan mineral.
Protein Hewani sebagai Sumber Protein, Zat Besi, dan Zinc
Protein diperlukan untuk pembentukan jaringan, enzim, hormon, dan sistem imun. WHO menganjurkan konsumsi pangan hewani setiap hari bila memungkinkan karena kaya protein berkualitas, zat besi, zinc, dan vitamin B12.
Pilihan protein hewani untuk MPASI antara lain:
• Daging sapi, ayam, atau unggas lain.
• Hati dalam porsi kecil dan tidak berlebihan.
• Ikan yang rendah merkuri dan dimasak matang.
• Telur matang.
• Produk susu pasteurisasi tanpa gula sebagai bahan makanan, misalnya yoghurt atau keju sesuai usia dan toleransi.
Protein nabati seperti tempe, tahu, kacang-kacangan, dan lentil tetap bermanfaat. Namun, zat besi non-heme dari tumbuhan umumnya lebih sulit diserap dibandingkan zat besi heme dari daging dan ikan. Kombinasikan keduanya untuk variasi, bukan menjadikan sayur sebagai pengganti utama protein.
Lemak untuk Energi dan Perkembangan Otak
Lemak meningkatkan kepadatan energi tanpa membuat porsi terlalu besar. Lemak juga membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K serta mendukung perkembangan otak.
Sumbernya dapat berasal dari lemak alami pada ikan, telur, daging, alpukat, santan, atau produk susu, ditambah minyak secukupnya ketika menu terlalu rendah lemak. Pilih minyak rumah tangga yang aman dan gunakan bergantian. Hindari menggoreng makanan hingga keras atau terlalu berminyak.
Zat Besi dan Zinc
Cadangan zat besi bayi, terutama bayi yang mendapat ASI, mulai menurun sekitar usia 6 bulan. AAP menyarankan makanan kaya zat besi dan zinc sebagai pilihan awal, seperti daging lumat atau sereal bayi yang difortifikasi zat besi.
Zat besi mendukung pembentukan hemoglobin dan perkembangan otak. Zinc berperan dalam pertumbuhan, imunitas, dan penyembuhan. Sumber yang baik meliputi daging merah, hati, ayam, ikan, telur, serta sereal fortifikasi. Untuk sumber nabati, sajikan bersama makanan kaya vitamin C seperti tomat, brokoli, pepaya, mangga, jeruk, atau jambu yang diolah aman sesuai usia.
Sayur dan Buah untuk Vitamin, Mineral, dan Ragam Rasa
Sayur dan buah memperkenalkan rasa, warna, serat, vitamin, dan mineral. Berikan sebagai bagian dari menu lengkap, bukan menggantikan sumber energi dan protein.
Tidak ada keharusan memberi sayur sebelum buah agar bayi menyukai sayur. Yang lebih penting adalah paparan berulang tanpa memaksa. Pilih tekstur yang aman; buah utuh yang keras, anggur bulat, dan potongan sayur mentah dapat menyebabkan tersedak.
Apakah Air Termasuk Komponen MPASI?
Saat mulai MPASI, air putih dapat ditawarkan sedikit dari cangkir terbuka atau training cup untuk belajar minum dan membantu kebersihan mulut. ASI atau susu formula tetap menjadi minuman utama selama tahun pertama. Jangan mengganti susu dengan jus, teh, kopi, atau minuman manis.
Contoh Susunan Satu Mangkuk MPASI Pertama
Satu menu sederhana dapat berupa bubur nasi kental, daging ayam cincang halus, sedikit tempe, wortel matang, dan minyak secukupnya. Alternatif lain adalah kentang lumat, ikan matang yang diperiksa durinya, telur, brokoli lembut, dan sedikit lemak tambahan.
Tidak ada satu resep yang wajib. Prinsipnya:
1. Mulai dari sumber energi.
2. Tambahkan protein hewani pada setiap makanan utama bila memungkinkan.
3. Masukkan protein nabati sebagai variasi.
4. Tambahkan sayur atau buah dalam proporsi yang tidak mendominasi.
5. Pastikan ada sumber lemak.
6. Sajikan dalam konsistensi cukup kental sehingga tidak langsung menetes dari sendok.
Bubur yang terlalu encer cepat memenuhi lambung bayi tetapi mengandung lebih sedikit energi per suapan. Tingkatkan kekentalan dan tekstur secara bertahap sesuai kemampuan makan.
Porsi, Frekuensi, dan Tekstur MPASI 6 Bulan
Pada awal MPASI, bayi sedang belajar keterampilan makan. Mulailah dengan beberapa sendok makan dan tingkatkan mengikuti sinyal lapar dan kenyang. WHO menganjurkan makanan pendamping 2–3 kali sehari pada usia 6–8 bulan, disertai ASI sesuai keinginan bayi.
Tekstur awal dapat berupa makanan lumat atau puree kental. Jangan mempertahankan makanan yang sepenuhnya halus terlalu lama. Saat kemampuan oral berkembang, lanjutkan ke lumat lebih kasar, cincang, dan finger food lunak yang aman. Perkembangan tekstur membantu keterampilan mengunyah dan menerima variasi makanan.
Batasi Bahan yang Tidak Diperlukan
• Jangan berikan madu sebelum usia 12 bulan karena risiko botulisme.
• Hindari susu sapi sebagai minuman utama sebelum usia 12 bulan; susu pasteurisasi dapat digunakan sebagai bahan masakan.
• Hindari gula tambahan, minuman manis, dan makanan ultra-proses.
• Batasi garam dan jangan menggunakan penyedap berlebihan.
• Hindari makanan mentah atau setengah matang, susu tidak dipasteurisasi, serta ikan tinggi merkuri.
• Jaga kebersihan tangan, alat, air, penyimpanan, dan pemanasan makanan.
Pengenalan Makanan Alergen
Telur matang, ikan, produk susu, gandum, kedelai, dan kacang dapat diperkenalkan dalam bentuk yang aman ketika bayi siap MPASI. Tidak ada bukti bahwa menunda makanan alergen umum setelah usia 4–6 bulan mencegah alergi. Kenalkan satu per satu dalam jumlah kecil pada siang hari agar reaksi mudah diamati.
Bayi dengan eksim berat, alergi telur, reaksi sebelumnya, atau risiko alergi tinggi perlu berkonsultasi sebelum mengenalkan kacang atau alergen tertentu. Segera cari pertolongan bila timbul sesak, bengkak wajah atau lidah, muntah berulang, lemas, atau biduran luas.
FAQ tentang Komponen Gizi MPASI
Q: Apakah MPASI pertama harus menu lengkap?
A: MPASI pertama tidak harus rumit, tetapi setiap makanan utama sebaiknya berkembang menuju kombinasi sumber energi, protein, terutama hewani, lemak, serta sayur atau buah. Pada masa pengenalan, bahan dapat diperkenalkan bertahap sambil menjaga kecukupan zat besi.
Q: Apakah MPASI pertama boleh hanya bubur beras?
A: Boleh sebagai satu sesi pengenalan dalam waktu singkat, tetapi bubur beras saja tidak mencukupi kebutuhan protein, lemak, zat besi, dan zinc. Segera kombinasikan dengan lauk hewani dan komponen lain.
Q: Protein hewani apa yang paling baik untuk MPASI 6 bulan?
A: Daging merah kaya zat besi heme; ayam, ikan rendah merkuri, dan telur juga bergizi. Tidak ada satu sumber terbaik untuk semua bayi. Variasikan, masak matang, dan sesuaikan teksturnya.
Q: Apakah bayi 6 bulan boleh makan telur setiap hari?
A: Telur matang dapat menjadi bagian dari MPASI. Frekuensinya perlu ditempatkan dalam pola makan beragam bersama daging, ikan, unggas, dan protein nabati. Pantau alergi ketika pertama kali diperkenalkan.
Q: Apakah hati ayam boleh untuk MPASI?
A: Hati kaya zat besi dan vitamin A, tetapi tidak perlu diberikan berlebihan karena kandungan vitamin A-nya tinggi. Gunakan porsi kecil sebagai variasi dan diskusikan frekuensinya dengan dokter atau ahli gizi.
Q: Perlukah minyak tambahan dalam MPASI?
A: Minyak dapat menambah energi bila makanan rendah lemak. Jumlahnya menyesuaikan bahan lain—menu dengan ikan berlemak, telur, santan, atau daging mungkin sudah mengandung lemak. Tujuannya bukan membuat makanan berminyak, melainkan cukup padat energi.
Q: Bolehkah MPASI tanpa protein hewani?
A: Pola vegetarian atau vegan pada bayi memerlukan perencanaan sangat cermat karena risiko kekurangan zat besi, zinc, vitamin B12, energi, dan protein. Konsultasikan dengan dokter anak atau ahli gizi agar kebutuhan dan suplementasi dipenuhi.
Komponen gizi MPASI pertama perlu padat energi dan zat gizi dalam porsi kecil. Prioritaskan karbohidrat, protein hewani kaya zat besi, lemak, serta sayur atau buah, lalu tingkatkan variasi, jumlah, frekuensi, dan teksturnya secara bertahap. Jadikan waktu makan sebagai proses belajar yang aman, responsif, dan menyenangkan sambil tetap melanjutkan ASI.
Referensi:
1. World Health Organization. WHO Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6–23 Months of Age. WHO; 2023.
2. World Health Organization. Infant and Young Child Feeding: Fact Sheet. WHO; 2023.
3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). IDAI; 2018.
4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Kemenkes RI; 2024.
5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pemberian Makan Bayi dan Anak. Kemenkes RI; 2023.
6. American Academy of Pediatrics. When Can Babies Start Solid Foods? Readiness and Feeding Tips. HealthyChildren.org; 2026.
7. American Academy of Pediatrics. Breastfeeding and Solid Foods: Working Together. HealthyChildren.org; 2023.
8. Dewey KG. The Challenge of Meeting Nutrient Needs of Infants and Young Children during the Period of Complementary Feeding. Journal of Nutrition; 2013.

