
Tips Mempersiapkan Mudik pada Anak
29 Jan 2018

Author: Tim PrimaKu
14 Jan 2026
Topik: Menyimpan MPASI, MPASI Anak, Kebersihan Bayi
Menyiapkan MPASI sering kali membutuhkan waktu dan tenaga ekstra. Tidak sedikit orang tua yang akhirnya memilih memasak MPASI dalam jumlah lebih banyak untuk disimpan dan digunakan kemudian. Cara ini sah-sah saja, asal penyimpanan MPASI dilakukan dengan benar dan higienis.
MPASI yang disimpan tidak sesuai aturan berisiko terkontaminasi kuman, meskipun dari luar terlihat masih baik. Padahal, sistem imun bayi masih belum matang, sehingga mereka lebih rentan terhadap infeksi. Karena itu, memahami cara menyimpan MPASI yang aman menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan si Kecil.
Pastikan MPASI Sudah Matang dan Dingin sebelum Disimpan
MPASI yang akan disimpan harus dimasak hingga matang sempurna. Makanan setengah matang, terutama yang mengandung protein hewani, lebih berisiko menjadi tempat berkembangnya bakteri.
Setelah matang, MPASI sebaiknya dibiarkan hingga uap panasnya hilang sebelum dimasukkan ke wadah penyimpanan. Menyimpan makanan yang masih panas dalam wadah tertutup dapat meningkatkan kelembapan dan memicu pertumbuhan kuman.
Gunakan Wadah yang Bersih dan Tertutup Rapat
Pemilihan wadah penyimpanan sangat berpengaruh pada keamanan MPASI. Gunakan wadah khusus makanan yang bersih, kering, dan memiliki penutup rapat. Wadah berbahan kaca atau plastik food grade lebih dianjurkan.
Sebelum digunakan, wadah sebaiknya dicuci dengan sabun dan air mengalir, lalu dikeringkan sempurna. Wadah yang lembap atau tidak bersih dapat menjadi sumber kontaminasi bakteri.
Simpan MPASI Sesuai Suhu yang Tepat
MPASI yang tidak langsung dikonsumsi sebaiknya disimpan di lemari pendingin. Penyimpanan di suhu dingin dapat memperlambat pertumbuhan bakteri. MPASI sebaiknya tidak dibiarkan di suhu ruang terlalu lama karena kuman dapat berkembang dengan cepat, terutama di iklim tropis.
Untuk penyimpanan lebih lama, MPASI dapat dibekukan di freezer. Pembekuan membantu mempertahankan keamanan makanan, meskipun kualitas rasa dan tekstur bisa sedikit berubah setelah dicairkan.
Perhatikan Lama Penyimpanan
MPASI tidak sebaiknya disimpan terlalu lama. Semakin lama disimpan, risiko penurunan kualitas dan kontaminasi akan semakin besar. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memberi label tanggal pada setiap wadah MPASI agar mudah memantau masa simpannya.
MPASI yang sudah berbau tidak sedap, berubah warna, atau tampak berlendir sebaiknya tidak diberikan kepada bayi, meskipun masih dalam rentang waktu penyimpanan.
Cara Menghangatkan MPASI dengan Aman
Saat MPASI akan diberikan kembali kepada bayi, makanan perlu dipanaskan hingga benar-benar hangat atau panas merata. MPASI yang sudah dipanaskan tidak dianjurkan untuk disimpan ulang, terutama jika sudah bersentuhan dengan air liur bayi.
Pengadukan setelah pemanasan penting dilakukan agar suhu merata dan tidak ada bagian yang terlalu panas atau masih dingin.
Menyimpan MPASI memang bisa memudahkan orang tua, tetapi keamanan dan kebersihan tetap harus menjadi prioritas utama. Dengan memastikan MPASI dimasak hingga matang, disimpan dalam wadah bersih, pada suhu yang tepat, serta dipanaskan kembali dengan benar, orang tua dapat mengurangi risiko infeksi pada bayi.
Kebiasaan kecil yang konsisten dalam menyimpan MPASI akan memberi perlindungan besar bagi kesehatan si Kecil dan membantu tumbuh kembangnya berjalan optimal.
Referensi:
