
Apakah makanan pendamping ASI (MPASI) komersil berbahaya buat bayi?
29 Jan 2018

Author: Tim PrimaKu
7 Jan 2026
Topik: Produksi ASI, Air Susu Ibu, Lifestyle, Kurang Tidur
Menjadi seorang ibu baru adalah tantangan tersendiri, terutama dalam hal tidur. Banyak ibu yang merasa kelelahan dan kurang tidur setelah melahirkan, terutama karena bayi sering terjaga di malam hari untuk menyusu. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting: Apakah kurang tidur bisa memengaruhi produksi ASI? Mengingat pentingnya ASI untuk tumbuh kembang bayi, mari kita bahas apakah kualitas tidur ibu berhubungan langsung dengan kemampuan tubuhnya untuk menghasilkan ASI.
Kondisi Tidur Ibu Menyusui yang Menantang
Banyak ibu yang baru melahirkan mengalami tidur yang terganggu, baik karena harus sering menyusui bayi di malam hari atau masalah lainnya. Penurunan kualitas tidur ini seringkali menjadi masalah umum bagi ibu menyusui. Namun, tidak jarang ibu merasa khawatir apakah kurang tidur ini memengaruhi produksi ASI.
Berdasarkan berbagai penelitian, tidur yang terfragmentasi (sering bangun pada malam hari) bisa memengaruhi kesejahteraan ibu, termasuk bagaimana tubuh memproduksi ASI. Jadi, meskipun tidur yang cukup sangat dibutuhkan, banyak ibu merasa hal ini tidak selalu mudah untuk dicapai.
Hubungan Tidur dan Hormon yang Mengatur ASI
Produksi ASI bergantung pada dua hormon utama, yaitu prolaktin dan oksitosin. Hormon prolaktin berperan dalam memproduksi ASI, sementara oksitosin membantu mengeluarkan ASI saat bayi menyusu. Kedua hormon ini mengikuti siklus tidur ibu. Tidur yang cukup dan berkualitas sangat membantu tubuh dalam menghasilkan hormon-hormon ini dengan baik.
Namun, jika ibu mengalami kurang tidur atau tidur yang berkualitas rendah, maka bisa mengganggu pelepasan prolaktin dan oksitosin. Akibatnya, produksi ASI bisa terganggu, meskipun komposisi dasar ASI, seperti protein, lemak, dan karbohidrat, tidak terpengaruh secara signifikan.
Beberapa studi menunjukkan bahwa jumlah tidur ibu memang berhubungan dengan produksi ASI. Misalnya, tidur dalam fase N3 (deep sleep) sangat penting untuk meningkatkan sekresi prolaktin, yang berfungsi untuk produksi ASI. Tidur yang terganggu atau terbatas akan memengaruhi efektivitas produksi ASI, karena tubuh tidak mendapatkan cukup waktu untuk melepaskan prolaktin secara optimal.
Selain itu, frekuensi terbangun di malam hari juga berhubungan dengan menurunnya produksi ASI. Semakin sering ibu terbangun dan tidur terganggu, semakin rendah kemungkinan tubuhnya untuk menghasilkan ASI dalam jumlah banyak.
Namun, ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa kurang tidur saja tidak selalu langsung memengaruhi kualitas atau jumlah ASI, tergantung pada faktor lain seperti tingkat stres dan kepercayaan diri ibu dalam menyusui.
Dampak Kurang Tidur pada ASI
Kurang tidur pada ibu menyusui bisa berdampak pada tubuhnya dalam beberapa cara:
Dari pembahasan di atas, bisa disimpulkan bahwa kurang tidur ibu dapat memengaruhi produksi ASI, terutama jika tidur yang tidak cukup mengganggu sekresi hormon prolaktin dan oksitosin yang vital untuk proses menyusui. Meskipun demikian, kualitas dan komposisi ASI tidak selalu terpengaruh secara langsung. Faktor-faktor lain seperti stres, kelelahan, dan dukungan dari keluarga juga memainkan peran penting dalam pengalaman menyusui.
Untuk menjaga kualitas tidur ibu, penting bagi ibu menyusui untuk mendapatkan dukungan dalam merawat bayi, berbagi tanggung jawab malam hari, dan menjaga keseimbangan emosi. Tidur yang cukup sangat penting, tidak hanya untuk kesehatan ibu, tetapi juga untuk produksi ASI yang optimal.
Referensi:
