Gejala Anak Menelan Baterai Kancing & Benda Asing, Wajib Tahu!
Author: Tim PrimaKu
16 Jul 2025
Topik: Tips Parenting, Benda Asing, Menelan
Menelan benda asing merupakan salah satu kejadian darurat yang cukup sering terjadi pada anak, terutama balita yang sedang berada di fase eksplorasi. Salah satu benda yang paling berbahaya adalah baterai kancing (button battery). Ukurannya yang kecil dan bentuknya yang menyerupai permen membuatnya sangat mudah tertelan tanpa disadari. Sayangnya, akibatnya bisa sangat fatal jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, MomDad wajib tahu gejala anak menelan benda asing, khususnya baterai kancing.
Mengapa Baterai Kancing Sangat Berbahaya?
Baterai kancing tidak hanya berbahaya karena tersangkut di saluran cerna, tapi juga karena reaksi kimia yang ditimbulkannya. Saat bersentuhan dengan jaringan tubuh yang lembap seperti kerongkongan, baterai bisa menghasilkan arus listrik kecil yang menyebabkan luka bakar jaringan (caustic injury) dalam waktu singkat, bahkan kurang dari dua jam.
Baterai kancing juga dapat menyebabkan cedera permanen jika dimasukkan ke dalam hidung atau telinga. Anak dan lansia merupakan kelompok yang paling sering mengalami kejadian seperti ini. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi rasa nyeri dan/atau keluarnya cairan dari hidung atau telinga.
Jika baterai tersangkut di kerongkongan, gejalanya bisa lebih berat dan cepat memburuk:
- Nyeri dada atau perut
- Sulit bernapas
- Feses atau muntah berdarah
- Tampak lemas tiba-tiba
Dalam beberapa kasus, gejala bisa menyerupai infeksi saluran napas atau pencernaan, sehingga sering terlambat dikenali.
Gejala Anak Menelan Benda Asing
Sebagian besar kasus tidak terlihat langsung karena anak sering tidak menunjukkan tanda khas di awal. Namun, waspadai jika anak tiba-tiba mengalami:
- Kesulitan atau nyeri menelan
- Batuk terus-menerus
- Muntah (dengan atau tanpa darah)
- Demam tanpa sebab jelas
- Suara serak atau nafas bunyi
- Mengeluarkan air liur berlebihan
Benda Asing Lain yang Perlu Diwaspadai
Selain baterai kancing, berikut adalah benda yang sering tertelan oleh anak dan juga berisiko tinggi:
- Koin
- Magnet kecil (terutama jika tertelan lebih dari satu). Magnet kecil sangat berbahaya jika tertelan lebih dari satu karena bisa menjepit jaringan usus dan menyebabkan perforasi.
- Mainan mini atau potongan Lego
- Jarum atau peniti
- Potongan plastik atau kancing baju
Tindakan Darurat yang Harus Dilakukan Orang Tua
Jika anak terdeteksi menelan benda asing dan mengalami gejala di atas, tindakan darurat yang bisa MomDad lakukan, antara lain:
- JANGAN memberikan makan, minum, atau memancing anak untuk muntah
- Jika mencurigai anak menelan baterai kancing atau benda asing, segera bawa ke IGD terdekat
- Beri tahu dokter jika Anda tahu jenis dan ukuran benda yang tertelan
- Jika masih memungkinkan, bawa kemasan baterai atau mainan sebagai informasi tambahan
Dalam kasus baterai kancing, waktu sangat krusial. Studi menyebutkan, kerusakan serius bisa terjadi dalam waktu kurang dari 2 jam setelah tertelan.
Sebagai orang tua, penting untuk tidak menyepelekan benda-benda kecil di sekitar anak, terutama yang mengandung logam, baterai, atau magnet. Menelan benda asing bisa tampak seperti kecelakaan biasa, tetapi dalam kasus tertentu bisa mengancam jiwa. Mengenali gejalanya sejak awal dan segera mencari pertolongan medis adalah kunci untuk menyelamatkan nyawa anak.
Pastikan rumah aman dari benda-benda berisiko tinggi dan selalu awasi si Kecil saat bermain ya, MomDad.
Referensi:
- National Capital Poison Center. Button Battery Ingestion. https://www.poison.org/battery
- Kramer R.E., Lerner D.G., et al. (2015). Management of Ingested Foreign Bodies in Children: A Clinical Report of the NASPGHAN Endoscopy Committee. Pediatrics. https://publications.aap.org/pediatrics/article/145/3/e20193120/38091
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Magnet Ingestion. https://www.cdc.gov/nceh/features/magnet-ingestion/index.html
- Jatana K.R., Rhoades K., et al. (2017). Pediatric Button Battery Injuries: 2013–2017. The Laryngoscope. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29074993/




