
Pentingnya Skrining Hipotiroid pada Bayi
26 Jan 2018

Author: Tim PrimaKu
12 Jan 2026
Topik: Kartun Anak, Kartun, Slow Paced Cartoon, Parenting Lifestyle, Kognitif
Cartoon slow‑paced adalah tayangan kartun dengan tempo visual yang lebih tenang, lebih sedikit pergantian adegan cepat, dan narasi yang memberi ruang waktu bagi anak untuk memahami cerita. Jenis ini berbeda dengan kartun dengan adegan cepat, efek suara keras, atau transisi cepat yang sering hadir di media anak masa kini. Nah, ini alasan kenapa kartun slow paced lebih dianjurkan untuk anak!
1. Mendukung Perkembangan Kognitif
Tayangan yang terlalu cepat dan penuh stimulasi bisa membuat anak sulit fokus dan memproses informasi secara mendalam. Sebaliknya, slow‑paced cartoons memberi waktu bagi anak untuk menyimak narasi dan memahami isi cerita, yang penting untuk kemampuan berpikir lanjut dan pemahaman bahasa. Studi juga menunjukkan bahwa tontonan yang sangat cepat bisa berdampak negatif pada fungsi eksekutif anak (seperti kemampuan menahan diri atau menyelesaikan tugas) setelah menontonnya dalam waktu singkat.
2. Membantu Regulasi Emosi & Fokus
Kartun dengan tempo lambat cenderung lebih menenangkan, tidak overstimulating, dan memberi anak ruang mental untuk berpikir, yang bisa membantu anak lebih tenang serta memperkuat perhatian jangka panjangnya. Menurut pakar perkembangan media anak, tontonan lambat juga lebih mirip dengan pengalaman dunia nyata (contoh: berbicara pelan, adegan sehari‑hari), sehingga anak lebih mudah mengaitkan apa yang dilihat dengan kehidupannya.
3. Meningkatkan Interaksi dan Imajinasi
Konten yang sederhana dan tenang sering kali lebih mengundang anak untuk bertanya, berdiskusi, atau bermain peran setelah menonton. MomDad juga bisa ikut terlibat, menjelaskan pesan moral atau nilai yang muncul dalam cerita.
4. Tayangan Terlalu “Ramai” Bisa Bikin Anak Capek
Kartun dengan adegan yang cepat berganti, warna terlalu mencolok, dan suara yang ramai membuat otak anak harus bekerja ekstra keras. Anak jadi harus terus menyesuaikan diri dengan banyak hal baru dalam waktu singkat.
Sebaliknya, tayangan yang alurnya stabil dan visualnya tidak berlebihan membantu anak menikmati cerita dengan lebih tenang. Anak bisa fokus pada satu adegan, memahami apa yang sedang terjadi, dan tidak merasa “dibombardir” oleh terlalu banyak informasi sekaligus.
5. Mengurangi Risiko Overstimulasi
Beberapa artikel parenting menunjukkan bahwa konten anak yang cepat dan berisik bisa menyebabkan overstimulasi, membuat anak menjadi gelisah, cepat rewel, atau susah tidur. Slow‑paced cartoons cenderung punya nada visual dan audio yang lebih lembut sehingga mengurangi risiko ini
Saat memilih tontonan anak, jangan hanya lihat temponya pelan atau cepat. Perhatikan juga ceritanya mudah diikuti, tidak terlalu ramai, dan relevan dengan keseharian anak. Tayangan seperti ini cenderung lebih ramah untuk fokus, emosi, dan proses belajar si Kecil.
Referensi:
