3 Juli 2026
Pertolongan Pertama Anak Kejang Demam, Ini 5 Langkah yang Tepat!
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Kejang Demam, Demam, Kejang, Pertolongan Pertama
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A
Mengapa Mengetahui Pertolongan Pertama Kejang Demam yang Benar Sangat Penting?
Pertolongan pertama anak kejang demam yang tepat adalah keterampilan yang wajib dimiliki setiap orang tua. Menurut IDAI (2023), sekitar 2–5% anak akan mengalami kejang demam, artinya kemungkinan besar setiap orang tua mengenal anak yang pernah mengalaminya. Sayangnya, penelitian menunjukkan bahwa banyak orang tua masih melakukan tindakan keliru seperti memasukkan sendok ke mulut anak, yang justru dapat menyebabkan cedera serius.
Kabar baiknya: sebagian besar kejang demam akan berhenti sendiri dalam 1–5 menit dan tidak menyebabkan kerusakan otak pada anak yang sebelumnya sehat. Artikel ini memberikan panduan langkah demi langkah yang berbasis bukti: apa yang harus dilakukan, apa yang harus dihindari, mitos yang perlu diluruskan, kapan harus ke IGD, dan apakah kejang demam bisa dicegah.
Apa Itu Kejang Demam dan Mengapa Terjadi?
Kejang demam adalah kejang yang terjadi saat suhu tubuh anak meningkat ≥38°C, tanpa adanya infeksi atau kelainan pada otak sebagai penyebab utama. Penyebab sebenarnya bukan tingginya suhu, melainkan kecepatan kenaikan suhu yang membuat otak anak merespons secara berlebihan:
Gejala Anak Kejang Demam yang Perlu Dikenali
Mengenali gejala sejak awal membantu orang tua merespons dengan lebih cepat dan tepat:
5 Langkah Pertolongan Pertama yang Benar Saat Anak Kejang Demam
Ikuti 5 langkah ini secara berurutan. Setiap langkah penting untuk keselamatan anak:
Ringkasan: Lakukan vs Jangan Dilakukan
Meluruskan Mitos Pertolongan Pertama Kejang Demam
Beberapa mitos yang masih dipercaya banyak orang tua dan bisa membahayakan anak:
■ MITOS: Masukkan sendok ke mulut agar lidah tidak tertelan
Lidah secara anatomis TIDAK BISA tertelan, ini tidak mungkin terjadi. Memasukkan sendok, jari, atau kain justru dapat menyebabkan luka di mulut, gigi patah, cedera gusi, atau anak tersedak benda tersebut. Tindakan ini berbahaya dan harus dihentikan.
■ MITOS: Tahan tubuh anak agar kejang cepat berhenti
Menahan gerakan tubuh anak secara paksa TIDAK menghentikan kejang. Otak yang mengalami aktivitas listrik berlebih tidak bisa dihentikan secara mekanis dari luar. Menahan justru berisiko menyebabkan cedera tulang atau sendi pada anak.
■ MITOS: Percikkan air ke wajah atau mandikan anak agar kejang berhenti
Memercikkan air atau memandikan anak saat kejang berlangsung tidak terbukti menghentikan kejang dan justru membahayakan jalan napas anak. Tetap pada posisi aman dan biarkan kejang berhenti sendiri.
■ MITOS: Obat penurun demam saat mulai demam mencegah kejang
Menurut AAP dan IDAI, pemberian antipiretik (parasetamol/ibuprofen) TIDAK terbukti dapat mencegah kejang demam berulang. Obat penurun demam tetap berguna untuk kenyamanan anak, namun bukan sebagai strategi pencegahan kejang.
Kapan Harus Segera ke IGD?
Meski sebagian besar kejang demam ringan, segera cari pertolongan medis jika muncul kondisi berikut:
Kejang Demam Berulang: Faktor Risiko dan Pencegahan
Sekitar 30–35% anak yang pernah mengalami kejang demam dapat mengalaminya kembali. Faktor-faktor berikut meningkatkan risiko berulang:
Membedakan Kejang Demam Sederhana vs Kompleks
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pertolongan Pertama Kejang Demam
Q: Apakah kejang demam menyebabkan kerusakan otak?
A: Tidak, pada anak yang sebelumnya sehat. Penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa kejang demam sederhana tidak menyebabkan kerusakan otak, gangguan kognitif, atau epilepsi. Risiko epilepsi hanya sedikit meningkat pada kejang demam kompleks atau pada anak dengan kelainan perkembangan saraf yang sudah ada sebelumnya.
Q: Bolehkah memberikan diazepam rektal di rumah saat anak kejang demam?
A: Hanya jika sudah diresepkan dan diinstruksikan dokter sebelumnya. Diazepam rektal bisa diberikan oleh orang tua yang telah dilatih oleh dokter, biasanya untuk kasus dengan riwayat kejang panjang atau berulang. Jangan memberikan obat ini tanpa instruksi dokter karena penggunaan yang salah bisa menyebabkan depresi napas.
Q: Apakah anak yang kejang demam perlu EEG atau MRI?
A: Tidak secara rutin pada kejang demam sederhana. Menurut AAP dan IDAI, pemeriksaan EEG dan pencitraan otak (CT/MRI) tidak direkomendasikan secara rutin untuk kejang demam sederhana. Pemeriksaan ini hanya dilakukan jika ada indikasi spesifik, seperti kejang fokal, penurunan kesadaran berkepanjangan, atau kecurigaan kondisi lain.
Q: Anak sudah pernah kejang demam sebelumnya, apa yang harus dipersiapkan di rumah?
A: Diskusikan dengan dokter anak tentang: (1) Apakah perlu menyiapkan diazepam rektal di rumah, (2) Kapan harus langsung ke IGD vs observasi di rumah, (3) Cara mencatat dan melaporkan setiap episode kejang. Simpan nomor dokter anak dan IGD terdekat yang mudah diakses.
Q: Apakah anak yang pernah kejang demam boleh berenang?
A: Dengan pengawasan ketat, umumnya boleh. Risiko utama adalah jika kejang terjadi saat berenang, anak bisa tenggelam. Pastikan selalu ada pengawas dewasa yang berenang bersama anak, tidak pernah meninggalkan anak sendirian di air, dan informasikan pelatih renang tentang riwayat kejang demam anak.
Q: Berapa lama setelah kejang anak boleh kembali bersekolah/daycare?
A: Tidak ada aturan baku, tergantung kondisi anak. Jika kejang sudah berhenti, anak sadar dan aktif kembali, demam sudah turun, dan tidak ada komplikasi, anak umumnya bisa kembali ke sekolah setelah 24–48 jam atau sesuai penilaian dokter. Informasikan guru/pengasuh tentang riwayat kejang demam dan langkah yang perlu diambil jika terjadi.
Checklist Pertolongan Pertama Kejang Demam, Tempel di Rumah
Salin atau tempel panduan ringkas ini di tempat yang mudah dilihat semua anggota keluarga:
Referensi:
1. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Rekomendasi Penatalaksanaan Kejang Demam pada Anak. IDAI; 2023.
2. American Academy of Pediatrics. Febrile Seizures: Clinical Practice Guideline for the Long-term Management of the Child With Simple Febrile Seizures. Pediatrics. 2008;121(6):1281–1286.
3. American Academy of Pediatrics. Neurodiagnostic Evaluation of the Child With a Simple Febrile Seizure. Pediatrics. 2011;127(2):389–394.
4. National Institute for Health and Care Excellence (NICE). Fever in Under 5s: Assessment and Initial Management. NICE Guideline NG143; 2024.
5. Kliegman RM, St Geme JW. Nelson Textbook of Pediatrics. 22nd ed. Elsevier; 2024.
6. World Health Organization. Pocket Book of Hospital Care for Children. 3rd ed. WHO; 2022.





