primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Suka Diamkan Anak saat Berbuat Salah? Ini Dampak Silent Treatment!

Author: Fitri Permata

Editor: dr. Dini Astuti Mirasanti, Sp.A

Topik: Silent Treatment

Saat anak melakukan kesalahan, umumnya orang tua akan memberikan hukuman agar ia mengerti atas konsekuensi dan tidak mengulanginya kembali. Namun, ada juga yang mungkin justru mendiamkan anak atau memberikan silent treatment untuk membuatnya jera. Silent treatment adalah suatu bentuk “hukuman” dengan cara menolak berbicara atau mendiamkan anak setelah mereka melakukan suatu kesalahan. Silent treatment dapat pula berupa penghindaran kontak mata dan menganggap anak tidak ada di sekitar orang tua. Padahal, melakukan silent treatment tidak dianjurkan, lho karena bisa berdampak negatif pada anak.

Dampak Silent Treatment

silent treatment (1).jpg

Ketika anak mengalami silent treatment, mereka dapat mengalami perasaan diabaikan. Selain itu, dapat pula timbul perasaan cemas, gelisah, ketakutan, hingga merasa tidak aman.  Akibatnya, anak mencari perhatian dengan cara berperilaku menantang, mencari perhatian, atau berbuat berbagai hal untuk menghentikan orang tua bersikap demikian. Konsekuensi jangka panjang dari silent treatment dapat memengaruhi kemampuan anak untuk membangun hubungan dengan orang lain di kemudian hari, hingga selalu merasa khawatir akan ditinggalkan oleh orang-orang di sekitarnya.

Mengatasi Konflik dengan Anak

Orang tua perlu membangun komunikasi yang baik dengan anak. Sebelumnya, MomDad tentu harus memiliki regulasi emosi yang baik. Ketika memiliki konflik dengan si Kecil, MomDad perlu membangun koneksi kembali dengannya, memastikan ia dapat meregulasi emosinya, dan mengkomunikasikan konflik dengan bahasa yang mudah dipahami anak. MomDad juga dapat menggunakan teknik positive discipline dalam mengatasi konflik dengan anak.

Jika pun MomDad terlanjur memberikan silent treatment pada si Kecil, berikut cara untuk memulihkan hubungan dan memperbaiki komunikasi:

  • Pastikan MomDad dalam kondisi emosional yang stabil
  • Setelah MomDad dapat meregulasi emosi sendiri, dekati anak dan jelaskan bagaimana perasaan MomDad terhadap perilaku anak yang menantang tersebut

Untuk menghindari dampak negatif silent treatment, sangat penting bagi MomDad atau  pengasuh untuk berkomunikasi dengan si Kecil secara terbuka. Mendengarkan si Kecil, mengakui perasaannya, dan berbicara dengan cara yang konstruktif, serta penuh kasih sayang adalah langkah-langkah penting dalam membangun hubungan yang sehat dan positif.

Referensi: Rittenour, C., Kromka, S., Saunders, R., et. al., (2019) Socializing the Silent Treatment: Parent and Adult Child Communicated Displeasure, Identification, and Satisfaction. Journal of Family Communication, Vol. 19, (1).

familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Kenapa Ya si Kecil Suka Mengemut Makanan?
20 Apr 2022
cover
Si Kecil Suka Mengemut Makanan? Ini lho Solusinya!
21 Apr 2022
cover
Si Kecil Suka Main Air? Yuk, Kunjungi Wisata Air di Daerah J...
28 Mei 2022
cover
Anak Suka Jajan di Luar? Atasi dengan Tips Ini, MomDad!
2 Jul 2022
cover
Kenapa sih si Kecil Suka Menggaruk Telinga?
11 Agu 2022
cover
Si Kecil Suka Melepeh Makanan? Yuk, Cari Tahu Penyebabnya!
18 Agu 2022
cover
Dampak Negatif Jika Suka Menakut-nakuti Anak
16 Sep 2022
cover
Cara Atasi Anak yang Suka Melawan
8 Okt 2022
cover
Si Kecil Suka Ngambek? Coba Atasi dengan Cara Ini, MomDad!
22 Okt 2022
cover
Tips Penuhi Nutrisi Anak yang Enggak Suka Makan Sayur
8 Nov 2022
cover
Punya Mertua Suka Mengatur? Coba Hadapi dengan Cara Ini!
26 Nov 2022
cover
Si Kecil Suka Main Air Liur? Ini Manfaatnya untuk Tumbuh Kem...
3 Jan 2023
cover
Kebiasaan Buruk Anak yang Suka Gigit Kuku, Perlu Dihentikan!
1 Feb 2023
cover
Anak Laki-Laki Suka Main Boneka, Perlukah Khawatir?
4 Feb 2023
cover
Bayi Suka Terbangun untuk Menyusu? Atasi dengan Dream Feedin...
13 Feb 2023
cover
Si Kecil Nggak Suka Prohe? Siasati dengan Tips Ini, yuk!
24 Feb 2023
cover
Bayi Suka Memasukkan Jarinya ke Mulut, Normalkah?
23 Mei 2023
cover
Ini Dampaknya jika Anak Suka Mengemut Makanan!
20 Jun 2023
cover
Anak Suka Nonton YouTube Shorts? Duh, Ini Dampaknya!
14 Jul 2023
cover
Bayi Suka Menangis pada Sore ke Malam Hari? Kenali Purple Cr...
9 Agu 2023
cover
Anak Suka Melepeh, Penyebab BB Seret?
14 Agu 2023
cover
Anak Suka Tidur sambil Ngedot? Awas Alami Baby Bottle Caries
16 Agu 2023
cover
Anak Suka Melempar Makanan? Sikapi dengan Cara Ini
22 Agu 2023
cover
Anak Suka Mencubit hingga Memukul, Kenali Perilaku Agresif
8 Sep 2023
cover
Suka Ajak Anak Berenang? Pelajari Pertolongan Near Drowning!
3 Nov 2023
cover
"Dok Anak Saya Suka Ngorok": Kenali Tanda-Tanda Obstructive ...
17 Nov 2023
cover
Kenapa sih Bayi Suka Terbangun saat Subuh?
27 Nov 2023
cover
Anak Suka Nungging, Tanda Mau Punya Adik?
12 Des 2023
cover
Anak Suka Menolak Makanan Baru, Kenali Food Neophobia
16 Des 2023
cover
Tips Mengatasi Anak yang Suka Menolak Makanan Baru
16 Des 2023
cover
Mengenal Masa Phallic, saat Anak Mulai Suka Memegang Area Ge...
21 Des 2023
cover
Si Kecil Suka Memasukkan Benda ke Mulut? Kenali Fase Mouthin...
19 Jan 2024
cover
Tips Ampuh Atasi Bayi yang Suka Bergadang
6 Feb 2024
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: