
Catat, Ini 5 Tips Mengatur Keuangan Saat Baru Punya Anak
20 Mar 2022

Author: Tim PrimaKu
8 Jan 2026
Topik: Obat, Paracetamol, Kesalahan parenting, Parenting
Sebagai orang tua, memberikan obat kepada anak adalah bagian dari perawatan sehari-hari yang sangat penting. Salah satu obat yang sering digunakan untuk meredakan demam atau nyeri pada anak adalah paracetamol (atau yang dikenal juga dengan nama acetaminophen). Meskipun paracetamol cukup aman dan efektif bila digunakan dengan benar, kesalahan dalam pemberian obat dapat membahayakan kesehatan anak. Artikel ini akan membahas 5 kesalahan umum yang sering dilakukan orang tua saat memberikan paracetamol kepada anak, serta cara yang benar untuk menghindarinya.
1. Memberikan Dosis yang Tidak Tepat
Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan orang tua adalah memberikan dosis paracetamol yang tidak sesuai dengan berat badan atau usia anak. Setiap obat, termasuk paracetamol, memiliki dosis yang disesuaikan dengan usia dan berat badan anak. Memberikan terlalu sedikit dosis bisa membuat obat tidak efektif, sementara dosis yang terlalu tinggi dapat berisiko menyebabkan keracunan hati.
Cara yang benar: Selalu periksa label kemasan obat atau konsultasikan dengan dokter mengenai dosis yang tepat untuk anak Anda. Dosis paracetamol umumnya adalah 10-15 mg per kg berat badan anak, diberikan setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan, tetapi tidak boleh melebihi 4 dosis dalam 24 jam.
2. Memberikan Paracetamol Terlalu Sering
Paracetamol digunakan untuk meredakan demam dan nyeri, tetapi beberapa orang tua cenderung memberikan obat ini terlalu sering, berpikir bahwa semakin sering diberi, demam atau rasa sakit akan lebih cepat reda. Namun, pemberian obat yang terlalu sering dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya, termasuk kerusakan hati.
Cara yang benar: Paracetamol hanya boleh diberikan setiap 4-6 jam, dengan batas maksimal 6 dosis dalam 24 jam. Jika gejala anak terus berlanjut, segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut, daripada memberikan paracetamol terus-menerus.
3. Mencampurkan Paracetamol dengan Obat Lain yang Mengandung Paracetamol
Beberapa orang tua sering kali tidak menyadari bahwa beberapa obat lainnya, seperti obat batuk dan flu, juga mengandung paracetamol. Memberikan beberapa obat yang mengandung paracetamol secara bersamaan bisa menyebabkan overdosis dan berisiko menyebabkan kerusakan hati yang serius.
Cara yang benar: Selalu cek kandungan obat yang diberikan pada anak. Jika anak sudah mengonsumsi obat lain yang mengandung paracetamol, pastikan tidak memberikan paracetamol lagi dalam bentuk obat lain. Konsultasikan dengan dokter mengenai obat yang tepat jika anak memerlukan pengobatan lebih lanjut.
4. Tidak Memperhatikan Waktu Pemberian Obat
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah tidak memperhatikan jarak waktu pemberian obat. Misalnya, memberikan paracetamol terlalu cepat setelah dosis sebelumnya, yang dapat menyebabkan kelebihan dosis. Atau, memberikan obat ketika anak belum membutuhkan, yang bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang jika dilakukan berulang kali.
Cara yang benar: Berikan paracetamol setiap 4-6 jam sesuai dengan dosis yang direkomendasikan dan jangan memberikan obat lebih sering dari interval waktu yang ditentukan. Jika anak tidak menunjukkan gejala yang memburuk, hindari memberikan obat secara berlebihan.
5. Mengabaikan Kondisi Kesehatan Lain Anak
Beberapa kondisi medis, seperti gangguan hati atau ginjal, dapat membuat anak lebih rentan terhadap efek samping paracetamol. Pemberian paracetamol pada anak dengan kondisi medis tertentu tanpa pertimbangan khusus bisa membahayakan.
Cara yang benar: Jika anak memiliki riwayat penyakit tertentu, terutama gangguan hati atau ginjal, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan paracetamol. Dokter mungkin akan menyesuaikan dosis atau memberikan alternatif obat lain yang lebih aman untuk anak.
Pemberian paracetamol pada anak harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan dosis yang tepat. Meskipun obat ini aman digunakan untuk meredakan demam dan nyeri, kesalahan dalam pemberian dapat berakibat serius, seperti kerusakan hati atau overdosis. Sebagai orang tua, penting untuk memahami dosis yang tepat, waktu pemberian, dan kondisi kesehatan anak sebelum memberikan paracetamol. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda memiliki keraguan atau pertanyaan mengenai penggunaan obat ini untuk anak Anda.
Referensi:

20 Mar 2022

5 Apr 2022

12 Apr 2022

16 Apr 2022
