Meta Pixel

11 Juni 2026

Cara Membedakan Ruam Tipes vs Demam Berdarah

Ditulis oleh

avatar

Dhia Priyanka

Topik: Ruam, Demam Berdarah, Tipes

Artikel ini telah divalidasi oleh dr. dr. Susanti Himawan, Sp. A.

Perbedaan tipes dan demam berdarah sering membingungkan orang tua karena kedua penyakit ini sama-sama menyebabkan demam tinggi dan merupakan penyakit yang sangat umum di Indonesia. Menurut WHO (2024), demam tifoid menginfeksi sekitar 11 juta orang per tahun di seluruh dunia, sementara dengue menginfeksi 100–400 juta orang setiap tahunnya. Mengenali perbedaan keduanya sejak dini dapat membantu orang tua mengambil langkah yang tepat dan mencegah komplikasi serius. 

Yuk, pelajari perbedaan tipes dan demam berdarah secara lengkap: mulai dari penyebab, gejala khas, cara penularan, risiko komplikasi, hingga pilihan vaksin dan kapan harus segera ke dokter. 

Apa Itu Tipes (Demam Tifoid)? 

Tipes atau demam tifoid adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh Salmonella enterica serovar Typhi. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan utama di negara berkembang, termasuk Indonesia, terutama di daerah dengan sanitasi dan akses air bersih yang terbatas. 

Cara Penularan Tipes 

  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella Typhi
  • Kebersihan tangan yang kurang baik setelah ke toilet 
  • Air minum yang tidak dimasak atau tidak bersih 
  • Sayuran yang disiram dengan air tercemar tinja

Gejala Khas Tipes 

Gejala tipes berkembang secara bertahap dalam 1–3 minggu setelah terinfeksi: 

  • Demam yang naik perlahan, biasanya meningkat sore/malam hari 
  • Nafsu makan menurun signifikan 
  • Sakit perut, mual, atau muntah 
  • Diare atau sebaliknya sembelit 
  • Tubuh lemas dan lesu berkepanjangan 
  • Sakit kepala, kadang disertai kebingungan ringan 

Apa Itu Demam Berdarah Dengue (DBD)? 

Demam berdarah dengue (DBD) adalah infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina. Berbeda dengan tipes, DBD tidak dapat menular antar manusia secara langsung maupun melalui makanan atau minuman. Indonesia adalah salah satu negara dengan endemisitas dengue tertinggi di Asia Tenggara (Kemenkes RI, 2023). 

Cara Penularan DBD 

  • Hanya melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi virus dengue 
  • Tidak menular dari orang ke orang 
  • Nyamuk lebih aktif pada pagi dan sore hari 
  • Berkembang biak di genangan air bersih yang tidak mengalir 

Gejala Khas Demam Berdarah 

Gejala DBD muncul mendadak dalam 4–10 hari setelah gigitan nyamuk: 

  • Demam tinggi mendadak (38–40°C) dalam waktu singkat 
  • Nyeri kepala berat, terutama di dahi 
  • Nyeri di belakang bola mata 
  • Nyeri otot dan sendi yang hebat ("breakbone fever") 
  • Mual dan muntah 
  • Ruam kulit kemerahan muncul pada hari ke-3 sampai ke-5 
  • Mimisan, gusi berdarah, atau memar tanpa sebab jelas 

Perbedaan Tipes dan Demam Berdarah 

Tabel berikut merangkum perbedaan tipes dan demam berdarah secara menyeluruh untuk memudahkan identifikasi awal:

Aspek 

Tipes (Demam Tifoid) 

Demam Berdarah (DBD)

Penyebab 

Bakteri Salmonella Typhi 

Virus dengue (DENV 1–4)

Cara Penularan 

Makanan/minuman terkontaminasi 

Gigitan nyamuk Aedes aegypti

Onset Demam

Bertahap, meningkat dalam beberapa hari

Mendadak tinggi (38–40°C)

Durasi Demam 

Lebih dari 1 minggu jika tidak diobati 

2–7 hari (pola pelana kuda)

Gangguan Saluran Cerna 

Sakit perut, diare/sembelit, mual 

Mual/muntah, tidak selalu diare

Ruam Kulit 

Jarang (rose spots di perut) 

Ruam merah merata (hari 3–5)

Risiko Perdarahan 

Umumnya tidak ada 

Mimisan, gusi berdarah, trombosit turun

Nyeri Otot/Sendi 

Ringan 

Berat ('breakbone fever')

Komplikasi Berat 

Perforasi usus, sepsis 

Kebocoran plasma, syok dengue

Diagnosis Lab 

Widal / kultur darah / NS1 Typhi 

NS1 antigen dengue / IgM-IgG / 

trombosit

Tersedia Vaksin? 

Ya, vaksin tifoid 

Ya, vaksin dengue (usia tertentu)


Kapan Harus Segera Dibawa ke Dokter? 

Segera cari pertolongan medis jika anak menunjukkan tanda-tanda berikut: 

Tanda Bahaya Tipes 

Tanda Bahaya DBD

Demam > 3 hari tidak turun 

Demam turun tiba-tiba disertai lemas ekstrem

Nyeri perut tiba-tiba sangat hebat 

Mimisan, gusi berdarah, memar tanpa sebab

Perut terasa keras atau kembung 

Ujung tangan/kaki dingin, anak tidak sadar

Anak tampak sangat bingung / mengigau 

Tidak mau minum, tanda dehidrasi berat

Penurunan kesadaran 

Nyeri perut berat dan terus-menerus


Pencegahan: Vaksin dan Langkah Harian 

Vaksin Tifoid 

Vaksin tifoid direkomendasikan untuk anak-anak, terutama yang tinggal di daerah dengan risiko tinggi atau akan bepergian ke wilayah endemis. Menurut CDC (2024), vaksin tifoid tersedia dalam dua bentuk: oral dan suntikan. Jadwal vaksin tifoid dapat dicek dan dijadwalkan langsung melalui aplikasi PrimaKu. 

Vaksin Dengue 

Vaksin dengue kini tersedia untuk kelompok usia tertentu sesuai rekomendasi dokter dan indikasi yang berlaku. Konsultasikan dengan dokter anak melalui PrimaKu untuk mengetahui apakah si Kecil memenuhi kriteria vaksinasi.  

Langkah Pencegahan Sehari-hari

Pencegahan Tipes 

Pencegahan DBD

Cuci tangan dengan sabun sebelum makan 

3M Plus: Menguras, Menutup, Mendaur ulang

Konsumsi air matang / air kemasan terpercaya 

Pasang kelambu atau kasa nyamuk di rumah

Masak makanan hingga matang sempurna 

Gunakan lotion anti nyamuk saat beraktivitas

Hindari jajan sembarangan di tempat tidak higienis 

Kenakan pakaian panjang pada pagi dan sore hari

Vaksinasi tifoid sesuai jadwal 

Vaksinasi dengue (sesuai rekomendasi dokter)


FAQ: Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Orang Tua 

Q: Bagaimana cara membedakan tipes dan demam berdarah dari gejalanya? 

A: Tipes biasanya ditandai demam yang naik perlahan disertai gangguan saluran cerna (sakit perut, diare/sembelit). DBD ditandai demam tinggi mendadak, nyeri otot berat, dan kemungkinan perdarahan (mimisan, ruam). Namun, diagnosis pasti hanya bisa ditegakkan oleh dokter melalui pemeriksaan laboratorium seperti tes Widal, kultur darah, atau tes NS1 dengue. 

Q: Apakah anak bisa terkena tipes dan demam berdarah sekaligus? 

A: Ya, ko-infeksi tipes dan dengue dapat terjadi, meski jarang. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera karena kedua penyakit memiliki komplikasi masing-masing. Jika anak demam dengan gejala campuran, segera periksakan ke dokter. 

Q: Apakah anak yang sudah pernah kena DBD bisa kena lagi? 

A: Ya. Ada 4 serotipe virus dengue (DENV 1–4). Infeksi sebelumnya hanya memberikan kekebalan terhadap serotipe yang sama. Infeksi dengue berikutnya dengan serotipe berbeda justru berisiko lebih berat (dengue berat/DSS). 

Q: Berapa lama anak harus dirawat jika terkena tipes atau DBD? 

A: Tipes biasanya membutuhkan antibiotik selama 7–14 hari; rawat inap tergantung beratnya kondisi. DBD umumnya dirawat inap 3–7 hari untuk pemantauan trombosit dan tanda kebocoran plasma. Konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat. 

Q: Vaksin tipes dan vaksin dengue diberikan di usia berapa? 

A: Vaksin tifoid umumnya diberikan mulai usia 2 tahun. Vaksin dengue diberikan pada usia dan kondisi tertentu sesuai rekomendasi dokter. Cek jadwal lengkap imunisasi anak di aplikasi PrimaKu.


Referensi:

1. World Health Organization. Typhoid Fact Sheet. WHO; 2024.

2. World Health Organization. Dengue and Severe Dengue Fact Sheet. WHO; 2024.

3. Centers for Disease Control and Prevention. Typhoid Fever and Paratyphoid Fever. CDC; 2024.

4. Centers for Disease Control and Prevention. Dengue. CDC; 2024. 

5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue. Kemenkes RI; 2023. 

6. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Pedoman Imunisasi Anak. IDAI; 2023. 

7. Kliegman RM, St Geme JW, et al. Nelson Textbook of Pediatrics. 21st ed. Elsevier; 2020.

8. Simmons CP, et al. Dengue. New England Journal of Medicine. 2012;366:1423–1432.