
Kapan Anak Perlu Mendapatkan Vaksin Influenza?
30 Nov 2022

Author: Tim PrimaKu
18 Feb 2026
Topik: influenza, pneumococcus, Pneumonia
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Banyak orang tua menganggap influenza hanya sebagai flu berat yang akan sembuh dalam beberapa hari. Padahal, dalam kondisi tertentu, influenza dapat berkembang menjadi pneumonia, infeksi serius pada paru-paru yang bisa mengancam jiwa, terutama pada anak kecil, lansia, dan individu dengan penyakit kronis.
Memahami bagaimana influenza bisa berujung pneumonia penting agar orang tua lebih waspada dan tidak terlambat mengambil tindakan.
Apa Itu Influenza dan Pneumonia?
Influenza adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza tipe A atau B. Penyakit ini berbeda dari flu biasa (common cold) karena gejalanya muncul mendadak dan cenderung lebih berat.
Sementara itu, pneumonia adalah infeksi pada jaringan paru-paru yang menyebabkan peradangan dan penumpukan cairan atau nanah di kantung udara (alveoli), sehingga mengganggu pertukaran oksigen.
Menurut World Health Organization (WHO), pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak di bawah lima tahun di dunia.
Bagaimana Influenza Bisa Berujung Pneumonia?
Prosesnya tidak terjadi tiba-tiba. Berikut alur yang biasanya terjadi:
1. Virus Influenza Menyerang Saluran Napas
Virus influenza menginfeksi lapisan saluran napas dan menyebabkan peradangan. Gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, batuk, dan lemas muncul akibat respons imun tubuh.
2. Pertahanan Paru Melemah
Virus influenza dapat merusak sel epitel saluran pernapasan dan melemahkan sistem pertahanan lokal di paru-paru. Silia (rambut halus di saluran napas yang membantu membersihkan kuman) menjadi kurang efektif.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kondisi ini membuat paru-paru lebih rentan terhadap infeksi lanjutan.
3. Terjadi Infeksi Sekunder
Setelah sistem pertahanan melemah, bakteri seperti Streptococcus pneumoniae atau Staphylococcus aureus dapat masuk dan menyebabkan pneumonia sekunder. Selain itu, dalam beberapa kasus, virus influenza sendiri dapat langsung menyebabkan pneumonia virus.
4. Peradangan Paru Bertambah Berat
Infeksi menyebabkan peradangan di alveoli sehingga terjadi penumpukan cairan. Akibatnya, pertukaran oksigen terganggu dan pasien bisa mengalami sesak napas.
Siapa yang Paling Berisiko?
Tidak semua kasus influenza berkembang menjadi pneumonia. Namun risiko lebih tinggi pada:
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anak dengan kondisi medis tertentu memiliki risiko komplikasi lebih tinggi akibat influenza.
Tanda Influenza Sudah Mengarah ke Pneumonia
MomDad perlu waspada jika muncul:
Segera konsultasikan ke tenaga kesehatan jika gejala tersebut muncul.
Influenza bukan sekadar flu biasa. Dalam kondisi tertentu, infeksi ini dapat melemahkan paru-paru dan membuka jalan bagi pneumonia yang lebih berbahaya. Dengan mengenali proses terjadinya komplikasi, memahami kelompok risiko, dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat, orang tua dapat melindungi keluarga dari dampak yang lebih serius. Jangan tunggu sampai sesak napas muncul, waspadai influenza sejak dini.
Referensi:
