4 Juni 2026
Jadwal Vaksin Cacar Air Anak hingga Manfaat & Efek Sampingnya
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Vaksin Cacar Air, Jadwal Vaksin Cacar Air, Efek Samping Cacar Air
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
Vaksin cacar air (vaksin varicella) adalah salah satu imunisasi dalam jadwal IDAI yang masih sering dilewatkan, sebagian karena orang tua beranggapan 'sudah pernah kena cacar, tidak perlu vaksin lagi'. Namun kenyataannya tidak sesederhana itu. Sebelum program vaksinasi massal varicella di AS, cacar air menyebabkan sekitar 4 juta kasus, 10.000 rawat inap, dan 100 kematian per tahun (CDC, 2024). Vaksin terbukti menurunkan angka rawat inap hingga 90%.
Panduan ini menjawab semua pertanyaan paling umum orang tua: jadwal vaksin, apakah perlu vaksin setelah infeksi alami, perbandingan kekebalan alami vs vaksinasi, efek samping, kontraindikasi, dan meluruskan mitos yang beredar luas di Indonesia.
Apa Itu Cacar Air dan Seberapa Berbahaya?
Cacar air (varicella) disebabkan oleh virus Varicella-zoster (VZV). Meski sering dianggap penyakit ringan, cacar air dapat menyebabkan komplikasi serius terutama pada:
Risiko Komplikasi Cacar Air Berdasarkan Kelompok
Sumber: CDC. Varicella Vaccination Recommendations. 2024; WHO. Varicella Position Paper. 2014
Sudah Pernah Kena Cacar Air, Masih Perlu Vaksin?
Ini adalah pertanyaan yang paling sering diajukan, dan jawabannya bergantung pada dua hal: kepastian diagnosis dan pilihan perlindungan jangka panjang.
Infeksi Alami vs Vaksinasi - Perbandingan Lengkap
Sumber: CDC. MMWR Varicella Recommendations 2007; WHO. Varicella Position Paper. 2014; IDAI 2023
■ Panduan Keputusan: Perlu Vaksin atau Tidak?
■ Tidak perlu vaksin jika: diagnosis cacar air sebelumnya TERKONFIRMASI oleh dokter dan/atau pemeriksaan serologi menunjukkan imunitas positif.
■■ Vaksin tetap dianjurkan jika: diagnosis berdasarkan ingatan saja ('dulu kayaknya pernah bentol-bentol'), riwayat cacar tidak jelas, atau tidak ada catatan medis.
■ Opsi terbaik jika ragu: Tes serologi (VZV IgG) untuk memastikan ada atau tidaknya imunitas sebelum memutuskan vaksinasi.
Jadwal Vaksin Cacar Air (Varicella) Anak
Berdasarkan rekomendasi IDAI 2023 dan CDC, berikut jadwal vaksin varicella yang direkomendasikan:
Jadwal Vaksin Varicella berdasarkan Usia Mulai
Sumber: IDAI. Jadwal Imunisasi Anak Indonesia 2023; CDC. MMWR Varicella 2007; AAP Red Book 2021
Kenapa Vaksin Lebih Baik dari Infeksi Alami? Ancaman Herpes Zoster
Banyak orang tidak menyadari bahwa virus Varicella-zoster yang menyebabkan cacar air TIDAK hilang dari tubuh setelah sembuh. Virus ini bersembunyi di ganglion saraf dan dapat kembali aktif bertahun-tahun kemudian sebagai herpes zoster (cacar api), kondisi yang sangat menyakitkan dengan ruam mengikuti jalur saraf.
Orang yang pernah mengalami infeksi cacar air alami memiliki risiko seumur hidup ~30% untuk mengembangkan herpes zoster. Vaksin varicella, yang menggunakan virus yang dilemahkan (attenuated), dikaitkan dengan risiko herpes zoster yang lebih rendah dibanding infeksi alami (WHO, 2014), ini adalah salah satu argumen terkuat untuk memilih vaksin daripada membiarkan anak 'kena cacar alami'.
Efek Samping Vaksin Cacar Air
Vaksin varicella memiliki profil keamanan yang sangat baik dan telah digunakan selama 30+ tahun:
Efek Samping Vaksin Varicella
Siapa yang Tidak Boleh Mendapat Vaksin Varicella?
■■ Kontraindikasi Vaksin Varicella - Konsultasi Dokter Dulu
Vaksin varicella TIDAK diberikan pada:
• Anak dengan imunodefisiensi berat (HIV/AIDS stadium lanjut, leukemia, sedang kemoterapi)
• Anak yang sedang mendapat kortikosteroid dosis tinggi (> 2 mg/kgBB/hari selama ≥ 14 hari)
• Anak yang baru mendapat transfusi darah atau immunoglobulin (tunda 3–11 bulan)
• Alergi berat terhadap gelatin atau neomisin
• Ibu hamil (vaksin virus hidup dilemahkan tidak untuk kehamilan)
Mitos vs Fakta: Cacar Air & Vaksinasi di Indonesia
■ Mitos: Biarkan anak kena cacar air alami saja biar kebal selamanya
■ Fakta: Infeksi alami memang memberi kekebalan kuat, namun dengan harga yang tidak perlu dibayar: risiko komplikasi, risiko menularkan ke bayi/ibu hamil/immunocompromised, dan risiko herpes zoster di usia dewasa yang lebih tinggi. Vaksin memberikan perlindungan setara tanpa risiko ini.
■ Mitos: Satu kali kena cacar air, langsung kebal seumur hidup
■ Fakta: Benar untuk sebagian besar orang. Namun pada kasus langka, terutama orang dengan sistem imun melemah, infeksi cacar air kedua bisa terjadi. Selain itu, virus tidak 'hilang,' ia bersembunyi di tubuh dan bisa kembali sebagai herpes zoster.
■ Mitos: Anak yang sudah vaksin cacar air bisa menularkan ke orang lain
■ Fakta: Sangat jarang. Berbeda dari infeksi alami yang sangat menular selama fase aktif, kemungkinan penularan dari virus vaksin yang dilemahkan sangat rendah dan hanya terjadi jika muncul ruam pasca vaksin (yang dialami < 5% penerima vaksin).
■ Mitos: Vaksin cacar air tidak efektif karena banyak yang sudah vaksin tapi masih kena
■ Fakta: Vaksin cacar air memang tidak memberikan perlindungan 100%, terutama jika hanya satu dosis. Namun breakthrough infection pada yang sudah divaksin hampir selalu jauh lebih ringan, lebih pendek, dan lebih jarang komplikasi. Dua dosis memberikan efektivitas ~98% (CDC, 2024).
FAQ: Pertanyaan Orang Tua tentang Vaksin Cacar Air
Q: Apakah vaksin cacar air sudah gratis di Puskesmas?
A: Belum. Per 2025, vaksin varicella belum masuk dalam Program Imunisasi Nasional (PIN) gratis Kemenkes RI dan masih tersedia di fasilitas kesehatan swasta. Harga vaksin varicella berkisar Rp350.000–Rp550.000 per dosis. Pantau perkembangan program imunisasi nasional di website Kemenkes RI atau tanyakan ke dokter anak Anda.
Q: Berapa lama setelah kena cacar air boleh divaksin?
A: Setelah infeksi aktif cacar air sembuh sepenuhnya, secara umum disarankan menunggu minimal 4–6 minggu sebelum memberikan vaksin varicella, namun jika anak sudah pernah terinfeksi dan terkonfirmasi, vaksin biasanya tidak lagi diperlukan. Konsultasikan ke dokter untuk evaluasi individual.
Q: Bolehkah vaksin cacar air diberikan bersamaan dengan vaksin lain?
A: Ya. Vaksin varicella dapat diberikan bersamaan dengan MMR (campak, gondongan, rubela), vaksin influenza, hepatitis A, dan lainnya. Jika tidak diberikan bersamaan dengan MMR, harus ada jeda minimal 28 hari antara keduanya karena sama-sama vaksin virus hidup. Ini sesuai panduan IDAI dan CDC.
Q: Anak saya kena cacar air saat usia 8 bulan, apakah masih perlu vaksin?
A: Ya, kemungkinan besar perlu. Bayi yang kena cacar air sebelum usia 12 bulan mungkin tidak mendapat respons imun yang optimal karena sistem imun belum matang dan masih ada antibodi dari ibu. IDAI dan CDC merekomendasikan tetap memberikan 2 dosis vaksin varicella sesuai jadwal. Konsultasikan ke dokter anak untuk evaluasi.
Q: Apakah ada tes untuk memastikan anak sudah kebal cacar air?
A: Ya. Tes serologi VZV IgG (varicella-zoster virus immunoglobulin G) dapat memastikan apakah seseorang sudah memiliki kekebalan terhadap cacar air, baik dari infeksi alami maupun vaksinasi. Tes ini berguna jika riwayat infeksi tidak jelas dan orang tua ingin memastikan sebelum memutuskan vaksinasi. Tersedia di laboratorium klinik rujukan.
Referensi:
1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Varicella Vaccination Recommendations. Atlanta: CDC; 2024.
2. Marin M, Güris D, Chaves SS, et al. Prevention of Varicella: Recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP). MMWR Recomm Rep. 2007;56(RR-4):1–40.
3. World Health Organization (WHO). Varicella and Herpes Zoster Vaccines: WHO Position Paper. Weekly Epidemiological Record. 2014;89(25):265–288.
4. American Academy of Pediatrics (AAP). Red Book: Report of the Committee on Infectious Diseases-Varicella-Zoster Infections. Elk Grove Village: AAP; 2021.
5. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jadwal Imunisasi Anak Indonesia 2023. Jakarta: IDAI; 2023.
6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan No. 12 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Imunisasi. Jakarta: Kemenkes RI; 2023.
7. Levin MJ. Varicella Vaccination of Immunocompromised Children. J Infect Dis. 2008;197(Suppl 2):S200–S206.
8. Tseng HF, Smith N, Harpaz R, et al. Herpes Zoster Vaccine in Older Adults and the Risk of Subsequent Herpes Zoster Disease. JAMA. 2011;305(2):160–166.





