10 Juni 2026
Jadwal Vaksin Japanese Encephalitis Anak dari Rekomendasi Terbaru
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Vaksinasi, Jadwal Vaksin, Japanese Encephalitis
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
Vaksin Japanese Encephalitis (JE) adalah imunisasi penting yang direkomendasikan IDAI namun masih banyak terlewat, terutama karena orang tua tidak tahu apakah daerah mereka termasuk endemis. Padahal, Japanese Encephalitis menyebabkan sekitar 68.000 kasus per tahun secara global dengan mortalitas 20–30% dan kecacatan neurologis permanen pada 30–50% penderita yang berhasil sembuh (Campbell et al., WHO Bulletin, 2011). Di Indonesia, kasus JE terdokumentasi di Bali, Kalimantan, NTT, dan Papua.
Panduan ini membahas semua yang perlu orang tua ketahui: jadwal vaksin JE terbaru IDAI 2024, daerah endemis di Indonesia, perbandingan jenis vaksin yang tersedia, efek samping, panduan untuk wisatawan, dan FAQ paling umum.
Apa Itu Japanese Encephalitis dan Seberapa Berbahaya?
Japanese Encephalitis (JE) adalah infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Culex tritaeniorhynchus, nyamuk yang berkembang biak di sawah dan peternakan babi, yang menjadi reservoir utama virus. Nama 'Japanese' berasal dari wabah besar pertama yang terdokumentasi di Jepang pada 1871, namun penyakit ini kini menyebar luas di seluruh Asia dan Pasifik Barat.
Fakta Kritis Japanese Encephalitis
Sumber: Campbell GL et al. Bull World Health Organ. 2011; WHO. Japanese Encephalitis Position Paper. 2015; Kemenkes RI
Daerah Endemis Japanese Encephalitis di Indonesia
Tidak semua wilayah Indonesia memiliki risiko JE yang sama. Risiko tertinggi ada di daerah dengan kombinasi: lahan pertanian irigasi (sawah), populasi babi, dan kepadatan nyamuk Culex:
Sumber: Kemenkes RI. Profil Penyakit Menular; WHO WPRO. JE Country Profiles; CDC. JE Distribution Map. 2024
Jadwal Vaksin Japanese Encephalitis Anak: Rekomendasi IDAI 2024
Berdasarkan rekomendasi IDAI 2024 dan panduan WHO, berikut jadwal vaksin JE yang berlaku:
Sumber: IDAI. Jadwal Imunisasi 2024; WHO. JE Position Paper. 2015; CDC. JE Traveler Info. 2024
Jenis Vaksin Japanese Encephalitis yang Tersedia
Perbandingan Jenis Vaksin JE
Sumber: WHO. JE Position Paper. 2015; CDC. JE Vaccine Information Statement. 2024; IDAI 2024
MomDad bisa mendapatkan vaksin JE melalui booking vaksin PrimaKu via aplikasi, website, atau WhatsApp. Yuk, konsultasikan dulu dengan Dokmin, GRATIS!
Efek Samping Vaksin Japanese Encephalitis
Vaksin JE modern memiliki profil keamanan yang jauh lebih baik dibandingkan generasi pertama (JE-VAX). IMOJEV dan IXIARO telah digunakan secara luas dengan keamanan yang terdokumentasi baik:
Pencegahan JE Selain Vaksinasi
Vaksin adalah perlindungan utama, namun pendekatan berlapis memberikan perlindungan lebih optimal terutama di daerah endemis:
FAQ: Pertanyaan Orang Tua tentang Vaksin Japanese Encephalitis
Q: Apakah vaksin JE tersedia gratis di Puskesmas?
A: Belum. Per 2025, vaksin Japanese Encephalitis belum masuk dalam Program Imunisasi Nasional (PIN) gratis Kemenkes RI untuk anak sehat. Vaksin JE tersedia di rumah sakit dan klinik swasta dengan biaya Rp400.000–Rp800.000 per dosis tergantung jenis dan fasilitas. Di beberapa daerah endemis (seperti Bali), program vaksinasi JE pernah dilakukan, tanyakan ke Dinas Kesehatan setempat.
Q: Apakah anak di Jakarta perlu vaksin Japanese Encephalitis?
A: Risiko JE di kota besar seperti Jakarta relatif rendah karena minimnya habitat nyamuk Culex dan populasi babi. Namun vaksin tetap dipertimbangkan untuk: anak yang sering bepergian ke Bali, NTT, Kalimantan, atau Papua; anak yang tinggal di pinggiran kota dekat lahan pertanian; atau anak yang akan tinggal lama di daerah endemis. Konsultasikan ke dokter anak untuk penilaian risiko individual.
Q: Berapa lama perlindungan dari vaksin JE bertahan?
A: Setelah seri lengkap (dosis primer + booster), perlindungan vaksin IMOJEV dan IXIARO terbukti bertahan setidaknya 3–5 tahun. Untuk individu dengan risiko terus-menerus (tinggal di daerah endemis), booster ulang mungkin diperlukan. WHO dan CDC merekomendasikan konsultasi dengan dokter untuk jadwal booster lanjutan berdasarkan situasi dan risiko individu.
Q: Bisakah orang dewasa yang belum pernah vaksin JE mendapat vaksin ini?
A: Ya. Meskipun anak-anak adalah kelompok paling terdampak, orang dewasa yang belum pernah divaksin dan tinggal atau bepergian ke daerah endemis juga dianjurkan vaksin JE. IXIARO disetujui untuk usia 2 bulan ke atas, sehingga mencakup semua kelompok usia. Untuk dewasa, jadwalnya sama: 2 dosis IXIARO dengan jarak 28 hari, atau 1 dosis IMOJEV + booster.
Q: Apakah vaksin JE perlu diulang setiap tahun seperti vaksin flu?
A: Tidak. Berbeda dari vaksin influenza, vaksin JE tidak perlu diulang setiap tahun. Setelah seri primer dan booster pertama, perlindungan berlangsung beberapa tahun. Keputusan untuk booster ulang bergantung pada tingkat paparan risiko berkelanjutan dan rekomendasi dokter. Ini menjadikan vaksin JE lebih praktis dan terjangkau dalam jangka panjang.
Referensi:
1. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jadwal Imunisasi Anak Rekomendasi IDAI Terbaru. Jakarta: IDAI; 2024.
2. World Health Organization (WHO). Japanese Encephalitis Vaccines: WHO Position Paper. Weekly Epidemiological Record. 2015;90(9):69–88.
3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Japanese Encephalitis Vaccine Information Statement. Atlanta: CDC; 2024.
4. Campbell GL, Hills SL, Fischer M, et al. Estimated Global Incidence of Japanese Encephalitis: A Systematic Review. Bulletin of the World Health Organization. 2011;89(10):766–774.
5. Solomon T. Control of Japanese Encephalitis — Within Our Grasp? New England Journal of Medicine. 2006;355(9):869–871.
6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia: Surveilans Penyakit Japanese Encephalitis. Jakarta: Kemenkes RI; 2022.
7. Halstead SB, Thomas SJ. New Japanese Encephalitis Vaccines: Alternatives to Production in Mouse Brain. Expert Review of Vaccines. 2011;10(3):355–364.
8. WHO Western Pacific Region (WPRO). Japanese Encephalitis Country Profiles. Geneva: WHO; 2023.





