primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

7 Tips Melatih si Kecil agar Bisa Berjalan Sendiri

Author: Annasya

Editor: dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A

Topik: Berjalan, Stimulasi, Tumbuh Kembang, Parenting Jadi Praktis

Hal yang paling berharga bagi para orang tua yaitu melihat perkembangan si Kecil mulai dari merangkak hingga berjalan. Saat mulai memasuki fase dimana ia ingin belajar berjalan, MomDad tentu akan membantunya sampai anak bisa berjalan sendiri. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk melatih anak agar bisa berjalan sendiri!

Memberikan banyak kesempatan “floor time”

cute-funny-baby-crawling-floor-home-mom-standing-little-child-parenthood-childhood-concept_74855-12751.jpg

Anak yang banyak bermain dan menjelajah sekitarnya akan memiliki kesempatan untuk mengembangkan otot-otot besar tubuhnya agar ia mampu bergerak atau berpindah tempat dengan efisien. Jadi, penting bagi MomDad untuk memberi banyak kesempatan “floor time” pada anak.

Menyiapkan lingkungan yang aman untuk anak bereksplorasi

cute-baby-going-their-first-steps_23-2149318274.jpg

Saat anak sedang belajar berjalan sendiri, pastikan MomDad menutup semua saklar listrik dan menjauhkan berbagai benda tajam atau yang berpotensi menyebabkan si Kecil terjatuh saat belajar berjalan.

Menyediakan “pegangan” bagi anak yang mulai merambat

cute-baby-going-their-first-steps_23-2149318234.jpg

Jika anak sudah mulai merambat, MomDad dapat membantunya dengan menggunakan benda-benda statis seperti kursi pendek yang dapat menjadi tempat anak untuk berpegangan saat berdiri dan berjalan. Selain itu, anak juga dapat dilatih berjalan dengan berpegangan pada pagar playmat yang bukan hanya berfungsi sebagai pegangan, namun juga sebagai alas yang cukup empuk apabila anak terjatuh.

Menggunakan alat bantu seperti push walker

istockphoto-979159840-612x612.jpg

Dalam melatih anak untuk berjalan sendiri, sudah banyak peralatan bayi yang dikembangkan seperti push walker guna merangsang anak untuk berdiri sendiri dengan roda yang dapat didorong dan dikunci sebagai pengaman sesuai dengan kebutuhan anak, seperti yang tampak pada gambar di bawah ini.

Push walker digunakan dengan cara mendorong pegangan dari belakang, kemudian roda push walker akan berputar sehingga anak dapat berjalan maju dengan tetap berpegangan.

Meletakkan benda-benda yang menarik perhatian anak di lantai

source freepik 3 (1).jpg

MomDad juga bisa meletakkan benda-benda yang menarik perhatian anak di lantai. Anak akan belajar untuk berjongkok sembari mempertahankan keseimbangan tubuhnya agar tidak terjatuh. Hal ini memerlukan kekuatan otot-otot batang tubuh maupun ekstremitas yang harus dikembangkan anak pada usia ini. Pastikan anak memiliki tempat untuk berpegangan apabila ia mulai terhuyung-huyung.

Biarkan anak bertelanjang kaki

source freepik 6.jpg

Bertelanjang kaki dapat memberikan input stimulasi sensori serta proprioseptif bagi seorang anak untuk mengetahui posisi tubuh, merasakan dataran tempat ia menjejakkan kaki, serta mempertahankan keseimbangan agar setelah anak mampu berdiri dengan baik ia dapat melakukan gerakan selangkah demi selangkah hingga akhirnya berjalan dengan baik.

Letakkan mainan pada posisi atau tempat tertentu

source freepik 7.jpg

Tips selanjutnya yang bisa MomDad lakukan yaitu dengan meletakkan mainan pada posisi atau tempat tertentu. Dengan meletakkan mainan pada tempat tertentu, hal tersebut akan membuat anak berusaha untuk meraih mainan tersebut misalnya meletakkan mainan di lantai dan posisi anak lebih tinggi.

Itu dia 7 tips yang bisa MomDad terapkan untuk melatih anak agar bisa berjalan sendiri. Semoga bermanfaat!

MomDad mau share informasi atau pertanyaan seputar tumbuh kembang bersama orang tua lainnya? Yuk, ceritakan pengalaman MomDad di Forum Tumbuh Kembang! Selain itu, MomDad juga bisa bertanya seputar kesehatan si Kecil dan akan dijawab langsung oleh ahli, lho.

Sumber foto: Freepik

Referensi: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/tips-melatih-anak-berdiri-dan-berjalan


familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
MomDad, Ini Lho 7 Manfaat Rutin Menerapkan Pola Makan Seimba...
28 Apr 2022
cover
Rekomendasi 7 Jenis Finger Food Favorit si Kecil dan Manfaat...
8 Jun 2022
cover
7 Cara Mengajarkan si Kecil agar 'Lulus' Toilet Training
16 Jul 2022
cover
7 Strategi Mendisiplinkan Anak, Sudah Coba MomDad?
23 Jul 2022
cover
7 Jenis Makanan untuk Penuhi Nutrisi Si Kecil yang Small Eat...
26 Jul 2022
cover
7 Aneka Resep Bubur Lezat dan Bergizi untuk MPASI Pertama
27 Jul 2022
cover
Lagi Tren, Ini 7 Manfaat Push Bike untuk Tumbuh Kembang Anak
2 Agu 2022
cover
7 Rangsangan Ini dapat Membuat Bayi Tertawa
31 Agu 2022
cover
7 Peran Dad agar Lebih Dekat dengan Bayi
3 Sep 2022
cover
7 Kata yang Diucapkan Orang Tua Ini dapat Mengganggu Psikolo...
19 Nov 2022
cover
7 Kreasi Resep MPASI Berbahan Tempe, Lezat dan Gampang!
22 Nov 2022
cover
Tahapan Tumbuh Kembang Anak Usia 7-12 Bulan
25 Nov 2022
cover
7 Kendala yang Kerap Dialami Saat Memberikan MPASI Pertama
19 Des 2022
cover
7 Perlengkapan Makan yang Perlu Disiapkan saat MPASI Pertama
30 Jan 2023
cover
7 Penyakit Mata Ini Rentan Dialami Bayi, Kenali Gejalanya!
27 Mar 2023
cover
7 Hal yang Perlu Disiapkan saat Anak Mulai Belajar Puasa
4 Apr 2023
cover
Mau Ajak Bayi Makan di Restoran? Perhatikan 7 Hal Ini!
26 Mei 2023
cover
Mau Melatih si Kecil Berjalan? Terapkan 7 Tips Ini!
17 Jun 2023
cover
Perhatikan 7 Hal Ini saat Memperkenalkan Makanan Baru pada B...
4 Sep 2023
cover
7 Pilihan Sayuran yang Baik untuk Menu MPASI si Kecil
18 Sep 2023
cover
Rekomendasi WHO 2020 Mengenai Aktivitas FIsik dan Perilaku S...
8 Okt 2023
cover
Indeks Masa Tubuh Bayi Normal Usia 7-12 Bulan sesuai Jenis K...
27 Nov 2023
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: