
Catat, Ini 5 Tips Mengatur Keuangan Saat Baru Punya Anak
20 Mar 2022

Author: Tim PrimaKu
21 Feb 2026
Topik: Berat Badan, Berat Badan Ideal, BB Anak, BB Stuck, Tumbuh Kembang, Parenting Lifestyle
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk anaknya, termasuk memastikan berat badan anak berada dalam rentang yang sehat. Namun, banyak orang tua yang terkadang terjebak dalam upaya mengejar angka tertentu di timbangan, tanpa menyadari bahwa metode yang digunakan bisa berisiko atau bahkan berbahaya bagi tumbuh kembang anak.
Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan orang tua saat berusaha mengatur berat badan anak, serta memberikan tips yang lebih sehat dan efektif untuk mendukung pertumbuhannya.
Memonitor berat badan (BB) anak memang penting, terutama untuk memastikan pertumbuhannya berjalan dengan baik. Namun, seringkali orang tua merasa cemas jika melihat perubahan kecil pada timbangan setiap harinya, padahal sebenarnya hal ini tidak perlu dikhawatirkan.
Untuk anak di bawah usia 1 tahun, pengukuran berat badan sebulan sekali sudah cukup. Hal ini disarankan karena bayi pada usia tersebut tumbuh pesat, namun kecepatan kenaikan berat badan dapat bervariasi. Pencatatan berat badan yang terlalu sering dapat menambah kecemasan bagi orang tua, padahal fluktuasi kecil adalah hal yang normal dan sering terjadi.
Namun, pada beberapa kondisi khusus, seperti bayi dengan gizi buruk, kenaikan berat badan yang melambat (weight faltering), atau memiliki masalah kesehatan seperti penyakit jantung bawaan (PJB), maka pengukuran berat badan bisa dilakukan lebih sering sesuai dengan rekomendasi dari dokter. Dalam kasus seperti ini, dokter akan menentukan frekuensi pemeriksaan yang tepat untuk memastikan perkembangan berat badan dan kesehatan bayi berjalan dengan baik.
2. Memberikan Makanan Padat Secara Terpaksa
Ketika anak mengalami kesulitan menaikkan berat badan, orang tua sering merasa terdesak untuk memberikan makanan padat yang lebih banyak. Namun, memberikan makanan dalam jumlah berlebihan atau yang tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi anak justru bisa merusak pola makannya dan menyebabkan masalah kesehatan lain, seperti obesitas.
Menurut World Health Organization (WHO), pemberian makanan yang tepat harus disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak dan tidak dipaksakan, karena tubuh anak membutuhkan keseimbangan nutrisi yang optimal.
3. Mengabaikan Kualitas Makanan
Terkadang, orang tua berusaha meningkatkan berat badan anak dengan memberikan makanan yang tinggi kalori tetapi kurang bergizi, seperti makanan manis, gorengan, atau makanan olahan. Meskipun makanan tersebut bisa meningkatkan berat badan, namun tidak memberikan gizi yang cukup untuk tumbuh kembang anak.
Untuk mendukung berat badan sehat, pastikan anak mendapatkan makanan yang seimbang, yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral. Menggunakan makanan yang sehat sebagai sumber kalori dapat membantu anak tumbuh dengan baik dan tidak hanya menambah berat badan semata.
4. Menggunakan Suplemen Tanpa Konsultasi DSA/Ahli
Beberapa orang tua mungkin berpikir memberikan suplemen atau vitamin tambahan bisa membantu meningkatkan berat badan anak yang kurang. Namun, penggunaan suplemen tanpa pengawasan atau rekomendasi medis bisa berisiko, karena beberapa suplemen dapat menyebabkan efek samping atau gangguan pada metabolisme anak.
Jika orang tua khawatir anak tidak mendapatkan cukup gizi dari makanan sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak sebelum memberikan suplemen apa pun.
5. Membandingkan Anak dengan Teman atau Saudara
Perbandingan dengan anak lain yang memiliki berat badan lebih besar atau lebih kecil juga dapat membuat orang tua merasa cemas dan memaksakan anak untuk mengikuti pola makan atau aktivitas tertentu. Setiap anak memiliki pola pertumbuhan yang berbeda-beda, dan memaksakan anak untuk mengikuti standar orang lain bisa menyebabkan kecemasan yang tidak perlu.
Sebagai orang tua, penting untuk memahami bahwa setiap anak memiliki tumbuh kembang yang unik, dan berat badan bukanlah satu-satunya indikator kesehatannya. Perkembangan fisik dan mental anak harus diperhatikan secara keseluruhan.
Mengejar berat badan anak yang sehat bukan hanya tentang menambah angka di timbangan, tetapi juga tentang memastikannya mendapatkan gizi yang tepat dan tumbuh dengan baik. MomDad perlu memahami bahwa tumbuh kembang si Kecil adalah proses yang lebih kompleks daripada sekadar fokus pada berat badan. Dengan memberikan perhatian pada nutrisi seimbang, aktivitas fisik yang sesuai, dan konsultasi dengan profesional, anak akan berkembang dengan optimal dan sehat.
Referensi:

20 Mar 2022

5 Apr 2022

12 Apr 2022

16 Apr 2022
