
Kapan Anak Dikatakan Mengalami Pubertas?
22 Jul 2017

Author: Tim PrimaKu
17 Mar 2026
Topik: Tumbuh Kembang, Milestone Anak, Stimulasi Berjalan, Berjalan
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
Setiap orang tua pasti pernah membandingkan perkembangan anaknya dengan anak lain. Ada bayi yang baru 10 bulan sudah berdiri sambil berpegangan, ada juga yang di usia 14 bulan masih lebih nyaman merangkak. Kondisi seperti ini sering membuat orang tua cemas: anak belum bisa berdiri atau berjalan, apakah masih normal atau perlu diperiksa? Jawabannya, tidak semua anak yang terlambat berdiri atau berjalan pasti mengalami gangguan. Ada rentang perkembangan yang masih normal. Namun, ada juga tanda-tanda tertentu yang sebaiknya tidak ditunggu terlalu lama untuk dievaluasi.
Kapan Anak Normalnya Mulai Berdiri dan Berjalan?
Menurut CDC, pada usia 1 tahun, sebagian besar anak sudah bisa menarik tubuh untuk berdiri dan berjalan sambil berpegangan pada furnitur. Ini berarti pada usia 12 bulan, anak belum tentu sudah berjalan mandiri, tetapi umumnya sudah menunjukkan langkah menuju ke sana. Jadi, bila di usia 1 tahun anak belum berjalan sendiri, itu belum otomatis berarti ada masalah, selama masih ada kemajuan kemampuan motorik lainnya.
Memasuki usia 15 bulan, sebagian besar anak sudah mulai mengambil beberapa langkah sendiri. Lalu pada usia 18 bulan, kebanyakan anak sudah berjalan tanpa berpegangan pada orang atau benda. Anak umumnya berjalan baik pada usia 12–15 bulan, dan bila belum berjalan pada usia 18 bulan, orang tua sebaiknya membicarakannya dengan tenaga kesehatan.
Artinya, rentang normal berjalan memang cukup lebar. Ada anak yang cepat, ada yang lebih lambat. Karena itu, orang tua tidak perlu panik hanya karena anak tetangga sudah jalan duluan. Yang lebih penting adalah melihat apakah anak terus menunjukkan progres, misalnya dari duduk ke berdiri, dari berdiri dengan bantuan ke berdiri sendiri, lalu mulai mencoba melangkah.
Anak Belum Bisa Berdiri, Kapan Perlu Waspada?
Bila pada usia sekitar 12 bulan anak belum bisa pull to stand atau belum tampak mencoba berdiri dengan berpegangan, kondisi ini patut diperhatikan, apalagi bila disertai keterlambatan motorik lain. Kemampuan menarik tubuh untuk berdiri merupakan milestone usia 1 tahun. Jadi bila kemampuan ini belum muncul sama sekali, orang tua sebaiknya mulai mendiskusikannya saat kontrol tumbuh kembang, bukan menunggu berbulan-bulan tanpa evaluasi.
Kewaspadaan juga meningkat bila pada usia 18 bulan anak belum bisa berdiri mandiri atau bahkan belum tampak berusaha berjalan tanpa bantuan. Pada usia ini, tanda yang perlu dievaluasi antara lain belum bisa berdiri sendiri dan belum mencoba berjalan tanpa bantuan. Meskipun ini bukan satu-satunya acuan klinis, patokan ini membantu orang tua mengenali kapan keterlambatan mulai perlu dilihat lebih serius.
Anak Belum Bisa Berjalan, Kapan Perlu Diperiksa?
Titik paling praktis yang sering dipakai untuk mulai evaluasi adalah usia 18 bulan. Jika anak belum berjalan mandiri pada usia ini, sebaiknya diperiksa. MedlinePlus menyatakan bahwa jika anak tidak berjalan pada 18 bulan, orang tua perlu berkonsultasi dengan provider. Apabila anak tidak mencapai satu atau lebih milestone, pernah kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai, atau orang tua punya kekhawatiran apa pun, jangan menunggu: segera bicarakan dengan dokter dan minta skrining perkembangan.
Namun, pemeriksaan tidak harus menunggu tepat sampai usia 18 bulan bila ada tanda lain yang menyertai. Misalnya anak tampak sangat kaku atau justru sangat lemas, hanya menggunakan satu sisi tubuh, tidak mau menapak, berjalan jinjit terus-menerus setelah beberapa bulan belajar jalan, atau perkembangan di area lain seperti bahasa dan interaksi sosial juga tampak tertinggal. Tidak bisa berjalan pada usia 18 bulan dan tidak berkembang pola jalan heel-to-toe yang matang setelah beberapa bulan berjalan sebagai tanda yang perlu dievaluasi.
Referensi: