Meta Pixel

24 September 2026

Anak Makan Sambil Nonton Gadget, Apa Dampaknya pada Perkembangan?

Ditulis oleh

avatar

Dhia Priyanka

Topik: Perkembangan, Bahaya Gadget, Kecanduan Gadget, Keterampilan Makan, Tumbuh Kembang

Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.

Anak makan sambil nonton gadget mungkin terasa membantu karena ia menjadi tenang atau menghabiskan makanan. Namun, perhatian yang tersedot layar dapat mengurangi kesempatan anak mengenali rasa lapar dan kenyang, mengeksplorasi makanan, serta berinteraksi dengan keluarga. Meta-analisis terhadap 20 studi observasional yang melibatkan lebih dari 84.000 anak dan remaja menemukan kebiasaan makan sambil menonton TV berhubungan dengan peluang berat badan berlebih yang lebih tinggi. Hubungan ini tidak membuktikan sebab-akibat, tetapi cukup kuat untuk mendorong kebiasaan makan tanpa layar.


Mengapa Anak Jadi Mau Makan saat Menonton?

Video memberi rangsangan cepat dan menarik perhatian. Anak yang bosan, rewel, atau enggan makan dapat menjadi lebih diam sehingga orang tua lebih mudah menyuapi. Dalam jangka pendek, porsi mungkin tampak lebih banyak. Namun, anak dapat belajar bahwa makan harus selalu ditemani layar dan semakin sulit duduk makan tanpa tontonan.

Kebiasaan ini juga dapat terbentuk ketika orang tua cemas terhadap jumlah makanan. Layar lalu digunakan sebagai strategi agar “satu suap lagi” masuk. Masalahnya, jumlah yang dimakan bukan satu-satunya tujuan. Anak juga perlu belajar merasakan lapar dan kenyang, menyentuh makanan, mengunyah sesuai kemampuan, serta menikmati suasana makan.


Pengaruh Makan Sambil Nonton Gadget terhadap Perkembangan

Sinyal Lapar dan Kenyang Kurang Terbaca

Ketika perhatian tertuju pada layar, anak mungkin kurang menyadari rasa kenyang dan terus menerima suapan. Sebaliknya, sebagian anak hanya membuka mulut secara pasif tanpa benar-benar terlibat dengan makanan. AAP menyebut makan di depan layar dapat mendorong unconscious eating atau makan tanpa sadar.

Penelitian eksperimental tidak selalu menghasilkan efek yang sama, tetapi meta-analisis terbaru menemukan menonton televisi memberikan peningkatan kecil pada asupan, terutama pada waktu makan berikutnya. Karena itu, layar sebaiknya dipandang sebagai salah satu faktor lingkungan, bukan penyebab tunggal berat badan berlebih.

Kualitas Pola Makan Dapat Menurun

Tinjauan sistematis pada anak menemukan makan sambil menonton TV berkaitan dengan konsumsi minuman manis serta makanan tinggi lemak dan gula yang lebih sering, serta buah dan sayur yang lebih sedikit. Iklan makanan juga dapat memengaruhi preferensi dan permintaan anak terhadap produk tinggi gula, garam, atau lemak.

Kesempatan Belajar Makan Mandiri Berkurang

Makan merupakan aktivitas perkembangan. Anak belajar memegang makanan, menggunakan sendok, mengambil porsi, mengatur tempo, dan berespons terhadap tekstur. Bila ia terus disuapi sambil terpaku pada layar, kesempatan berlatih dapat berkurang.

Hal ini tidak berarti gadget secara langsung menyebabkan gangguan motorik oral. Namun, kebiasaan makan pasif dapat mempertahankan ketergantungan disuapi dan menyulitkan transisi menuju makan mandiri.

Interaksi Bahasa dan Sosial Berkurang

Meja makan memberi kesempatan anak mendengar nama makanan, menjawab pertanyaan sederhana, meniru ekspresi, meminta tambah, dan bercerita. Layar yang menyala dapat mengurangi percakapan dua arah dan perhatian bersama.

Gadget saat makan tidak otomatis menyebabkan speech delay. Perkembangan bahasa dipengaruhi banyak faktor. Namun, jika layar terus menggantikan interaksi langsung, anak kehilangan salah satu kesempatan belajar komunikasi yang berulang setiap hari.

Penerimaan Tekstur dan Variasi Makanan Dapat Terhambat

Anak perlu melihat, menyentuh, mencium, dan mencicipi makanan agar terbiasa dengan tekstur serta rasa baru. Ketika fokus sepenuhnya pada video, proses mengenal makanan menjadi kurang aktif. Anak mungkin menelan makanan tertentu saat terdistraksi tetapi tetap menolaknya ketika layar dimatikan.

Hubungan Orang Tua dan Anak saat Makan

Responsive feeding mengharuskan orang tua mengamati sinyal lapar dan kenyang, menawarkan makanan sesuai usia, serta merespons tanpa memaksa. Layar membuat sinyal halus, menoleh, memperlambat suapan, meraih makanan, atau menutup mulut, lebih mudah terlewat.

Keamanan Makan Perlu Lebih Diperhatikan

Saat anak atau pengasuh terdistraksi, perhatian terhadap posisi duduk, ukuran makanan, proses mengunyah, dan tanda tersedak dapat berkurang. Anak harus makan sambil duduk tegak dan diawasi aktif. Jangan membiarkan anak makan sambil berjalan, berbaring, atau menonton sendirian.


Dampak dan Langkah Perbaikan

Area

Dampak yang mungkin

Langkah perbaikan

Lapar–kenyang

Sinyal tubuh kurang terbaca

Makan tanpa layar

Asupan

Makan pasif atau berlebih

Porsi kecil; responsif

Makan mandiri

Latihan berkurang

Berikan finger food atau sendok

Komunikasi

Percakapan berkurang

Ajak bicara ringan

Tekstur

Eksplorasi pasif

Lihat, sentuh, dan cicipi

Keamanan

Perhatian terpecah

Duduk tegak dan selalu awasi


Apakah Sesekali Makan Sambil Menonton Berbahaya?

Satu atau dua kali tidak serta-merta mengganggu perkembangan. Perhatikan polanya: apakah layar dibutuhkan di setiap waktu makan, apakah anak menolak makan tanpa gadget, tidak menyadari makanan, harus terus disuapi, atau marah hebat saat layar dimatikan.

Tujuan utamanya bukan menciptakan aturan sempurna, melainkan menjadikan makan tanpa layar sebagai kebiasaan utama. Situasi khusus seperti perjalanan atau kondisi medis dapat dibicarakan secara fleksibel tanpa mengubah aturan harian.


Kapan Perlu Berkonsultasi?

Konsultasikan dengan dokter anak bila:

- berat badan turun atau pertumbuhan melambat;

- anak sering tersedak, batuk, atau kesulitan mengunyah dan menelan;

- waktu makan selalu penuh konflik atau berlangsung sangat lama;

- anak menerima sangat sedikit jenis atau tekstur makanan;

- anak tampak lemas, pucat, atau memiliki tanda kekurangan gizi;

- anak hanya dapat makan ketika menonton dan perubahan bertahap tidak berhasil; atau

- terdapat kekhawatiran mengenai bahasa, motorik, sensorik, atau perkembangan umum.

Masalah makan dapat berkaitan dengan kondisi medis, kemampuan oral-motor, sensorik, perilaku, atau dinamika pemberian makan. Penilaian perlu disesuaikan dengan penyebabnya.


Bangun Kebiasaan Baik saat Makan

Kalau si Kecil baru akan mulai MPASI, fase ini bisa jadi kesempatan untuk membangun kebiasaan makan yang baik sejak awal. Bukan hanya soal menu dan tekstur, tetapi juga bagaimana anak belajar mengenali rasa lapar dan kenyang, duduk saat makan, serta menikmati waktu makan tanpa harus bergantung pada gadget sebagai distraksi.

MPASI-101 (2) (1).png

Di kelas MPASI 101 SuperClass PrimaKu, MomDad bisa mempelajari berbagai persiapan sebelum memulai MPASI agar prosesnya lebih terarah. Mulai dari prinsip dasar pemberian makan hingga hal-hal yang perlu disiapkan untuk membantu si Kecil membangun pengalaman makan yang positif sejak pertama kali MPASI. Klik banner di atas untuk beli kelasnya.


FAQ Makan Sambil Nonton Gadget

Q: Apakah anak makan sambil menonton menyebabkan speech delay?

A: Tidak secara langsung. Namun, layar dapat menggantikan percakapan dua arah saat makan. Jika kesempatan interaksi juga minim pada waktu lain, perkembangan bahasa dapat kurang terstimulasi.


Q: Apakah makan sambil menonton membuat anak gemuk?

A: Kebiasaan ini dikaitkan dengan asupan dan risiko berat badan berlebih, tetapi obesitas memiliki banyak faktor. Pola makan, aktivitas fisik, tidur, genetik, dan lingkungan juga berperan.


Q: Bagaimana jika anak tidak mau makan tanpa gadget?

A: Kurangi layar bertahap, mulai dari satu waktu makan, buat rutinitas, dan hindari memaksa. Pantau pertumbuhan dan konsultasikan bila anak tetap sangat bergantung atau asupannya tidak memadai.


Q: Berapa lama waktu makan yang ideal?

A: Tidak ada angka yang sama untuk semua anak. Buat waktu makan cukup terstruktur dan tidak berlarut-larut; sekitar 20–30 menit sering digunakan sebagai panduan praktis, tetapi sesuaikan usia, kemampuan, dan rekomendasi dokter.


Q: Bolehkah anak menonton setelah selesai makan?

A: Boleh sesuai rencana media keluarga dan usia, tetapi pisahkan aktivitas menonton dari makan. Hindari menjadikan layar sebagai hadiah karena anak menghabiskan makanan.


Q: Apakah orang tua juga harus menyimpan ponsel saat makan?

A: Ya. Aturan lebih mudah diterima bila berlaku untuk semua. Kontak mata dan percakapan orang tua membantu menciptakan pengalaman makan yang responsif.


Makan sambil menonton gadget dapat mengalihkan perhatian anak dari sinyal tubuh dan makanan, mengurangi interaksi keluarga, serta mempertahankan pola makan pasif. Penelitian menunjukkan kaitan dengan kualitas pola makan yang lebih buruk dan risiko berat badan berlebih, tetapi gadget bukan satu-satunya faktor dan tidak otomatis menyebabkan gangguan perkembangan.

Bangun waktu makan tanpa layar secara bertahap, terapkan responsive feeding, beri kesempatan anak makan mandiri, dan jadilah contoh. Bila terdapat gangguan pertumbuhan, kesulitan menelan, pilihan makanan sangat terbatas, atau kekhawatiran perkembangan, konsultasikan kepada tenaga kesehatan.


Referensi:

1. American Academy of Pediatrics. Food and Media: Not a Healthy Mix. HealthyChildren.org; 2024.

2. American Academy of Pediatrics. Screen Time and Temper Tantrums: Helpful Tips for Parents. HealthyChildren.org; diakses 2026.

3. World Health Organization. Guiding Principles for Complementary Feeding of the Breastfed Child. WHO; 2003.

4. Tabares-Tabares M, et al. Screen Use during Food Consumption: Does It Cause Increased Food Intake? A Systematic Review. Appetite; 2022.

5. Avery A, et al. Associations between Children’s Diet Quality and Watching Television during Meal or Snack Consumption: A Systematic Review. Maternal & Child Nutrition; 2017.

6. Ghobadi S, et al. Association of Eating while Television Viewing and Overweight/Obesity among Children and Adolescents: A Systematic Review and Meta-analysis. Obesity Reviews; 2018.

7. Marsh S, et al. Watching Television While Eating Increases Food Intake: A Systematic Review and Meta-analysis. Nutrients; 2025.

8. Russell SJ, Croker H, Viner RM. The Effect of Screen Advertising on Children’s Dietary Intake: A Systematic Review and Meta-analysis. Obesity Reviews; 2019.