
Kapan Anak Dikatakan Mengalami Pubertas?
22 Jul 2017

Author: Tim PrimaKu
29 Jan 2026
Topik: Anak Kelelahan, Zat Besi, defisiensi, Tumbuh Kembang
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
Zat besi merupakan salah satu mikronutrien penting yang berperan besar dalam tumbuh kembang anak, terutama untuk pembentukan sel darah merah dan perkembangan otak. Sayangnya, kekurangan zat besi masih menjadi masalah gizi yang sering terjadi pada bayi dan anak, bahkan kerap tidak disadari oleh orang tua. Gejalanya bisa samar dan dianggap sebagai hal “biasa”, seperti anak mudah lelah atau kurang fokus. Padahal, jika tidak ditangani sejak dini, kekurangan zat besi dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan dan perkembangan anak.
Mengapa Zat Besi Penting untuk Anak?
Zat besi dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Pada anak, kecukupan zat besi sangat penting untuk:
Menurut World Health Organization, kekurangan zat besi merupakan penyebab paling umum anemia pada anak di seluruh dunia, terutama pada usia bayi dan balita.
Tanda Anak Kekurangan Zat Besi
Beberapa tanda yang sering muncul dan perlu diwaspadai orang tua antara lain:
1. Anak Tampak Pucat
Kulit, bibir, atau bagian dalam kelopak mata terlihat lebih pucat dari biasanya, akibat rendahnya kadar hemoglobin.
2. Mudah Lelah dan Kurang Aktif
Anak cepat lelah, tampak lesu, atau tidak seaktif biasanya karena tubuh kekurangan oksigen.
3. Nafsu Makan Menurun
Kekurangan zat besi dapat memengaruhi nafsu makan, sehingga anak tampak susah makan atau cepat kenyang.
4. Mudah Rewel dan Sulit Konsentrasi
Anak bisa menjadi lebih mudah marah, rewel, atau sulit fokus, termasuk saat bermain atau belajar.
5. Pertumbuhan Tidak Optimal
Pada kasus tertentu, kekurangan zat besi kronis dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak.
6. Lebih Mudah Sakit
Zat besi berperan dalam sistem imun. Anak yang kekurangan zat besi cenderung lebih sering mengalami infeksi.
Anak Mana yang Berisiko Kekurangan Zat Besi?
Beberapa kelompok anak yang lebih berisiko antara lain:
American Academy of Pediatrics merekomendasikan skrining anemia pada usia tertentu untuk mendeteksi kekurangan zat besi sejak dini.
Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?
Untuk menghindari anak kekurangan zat besi, MomDad dapat melakukan beberapa cara, seperti:
Kekurangan zat besi pada anak seringkali tidak disadari karena gejalanya tampak ringan di awal. Padahal, dampaknya dapat memengaruhi kesehatan, tumbuh kembang, dan kemampuan belajar anak dalam jangka panjang. Dengan mengenali tanda-tandanya sejak dini dan memastikan asupan zat besi yang cukup, orang tua dapat membantu anak tumbuh lebih sehat dan optimal. Jika ragu, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Referensi:
