
Kapan Anak Dikatakan Mengalami Pubertas?
22 Jul 2017

Author: Dhia Priyanka
20 Mar 2026
Topik: Anak Sakit, Pertumbuhan Anak, Hambatan Pertumbuhan, Tumbuh Kembang, Sakit
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Tidak sedikit orang tua merasa cemas ketika anak sering sakit, terutama jika disertai dengan nafsu makan yang menurun atau berat badan yang sulit naik. Pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah anak yang sering sakit bisa mengalami hambatan pertumbuhan?
Jawabannya, ya. Penyakit yang sering atau berlangsung lama dapat memengaruhi pertumbuhan anak, terutama jika tidak ditangani dengan optimal. Pertumbuhan anak, baik berat badan maupun tinggi badan, sangat dipengaruhi oleh keseimbangan antara asupan nutrisi, kesehatan tubuh, dan lingkungan. Ketika anak sering sakit, keseimbangan ini dapat terganggu.
Namun, penting dipahami bahwa tidak semua anak yang sering sakit pasti mengalami gangguan pertumbuhan. Dampaknya sangat bergantung pada jenis penyakit, frekuensi, durasi, serta kondisi gizi anak.
Bagaimana Penyakit Memengaruhi Pertumbuhan Anak?
Pertumbuhan anak adalah proses kompleks yang membutuhkan energi, nutrisi, dan kondisi tubuh yang sehat. Saat anak sakit, tubuh akan memprioritaskan energi untuk melawan infeksi, sehingga pertumbuhan bisa terganggu.
Berikut beberapa mekanisme utama yang menjelaskan hubungan antara penyakit dan pertumbuhan.
1. Nafsu Makan Menurun
Saat sakit, anak sering mengalami penurunan nafsu makan. Kondisi seperti demam, batuk, pilek, atau infeksi saluran cerna dapat membuat anak tidak tertarik makan atau minum.
Jika kondisi ini terjadi berulang atau berlangsung lama, asupan nutrisi anak menjadi tidak mencukupi, sehingga dapat menyebabkan berat badan sulit naik atau bahkan turun.
2. Gangguan Penyerapan Nutrisi
Beberapa penyakit, terutama yang berkaitan dengan saluran pencernaan seperti diare berulang, dapat mengganggu penyerapan nutrisi di usus.
Akibatnya, meskipun anak sudah makan, tubuh tidak dapat menyerap zat gizi secara optimal. Dalam jangka panjang, hal ini dapat berdampak pada pertumbuhan berat dan tinggi badan.
3. Peningkatan Kebutuhan Energi
Saat melawan infeksi, tubuh membutuhkan energi lebih banyak. Sistem imun bekerja lebih aktif, sehingga kebutuhan kalori meningkat.
Jika kebutuhan ini tidak diimbangi dengan asupan nutrisi yang cukup, tubuh akan menggunakan cadangan energi yang ada. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan berat badan.
4. Peradangan Kronis
Pada penyakit yang berlangsung lama atau berulang, tubuh dapat mengalami kondisi peradangan kronis. Peradangan ini dapat memengaruhi kerja hormon pertumbuhan dan metabolisme tubuh.
Penelitian menunjukkan bahwa infeksi kronis dan inflamasi dapat berkontribusi terhadap stunting (gangguan pertumbuhan tinggi badan) pada anak.
Penyakit Apa Saja yang Sering Berpengaruh?
Beberapa jenis penyakit yang sering dikaitkan dengan gangguan pertumbuhan antara lain:
Selain itu, kondisi lingkungan seperti sanitasi yang buruk dan paparan infeksi berulang juga dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan.
Kapan Orang Tua Perlu Waspada?
Orang tua perlu lebih waspada jika anak sering sakit disertai dengan tanda-tanda berikut:
Jika kondisi ini terjadi, sebaiknya dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk menilai status gizi dan kesehatan anak.
Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?
Untuk mendukung pertumbuhan anak yang sering sakit, beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
Pendekatan yang menyeluruh ini penting untuk memastikan anak tetap tumbuh optimal meskipun pernah mengalami sakit.
Anak yang sering sakit memang berisiko mengalami hambatan pertumbuhan, terutama jika kondisi tersebut berlangsung berulang atau dalam jangka panjang. Penyakit dapat memengaruhi nafsu makan, penyerapan nutrisi, serta kebutuhan energi tubuh, yang semuanya berperan dalam proses pertumbuhan.
Namun, dengan penanganan yang tepat, asupan nutrisi yang cukup, serta pencegahan penyakit yang optimal, pertumbuhan anak tetap dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk tidak hanya fokus pada pengobatan saat anak sakit, tetapi juga pada pemulihan nutrisi dan pemantauan pertumbuhan secara berkala.
Referensi: