
Kapan Anak Dikatakan Mengalami Pubertas?
22 Jul 2017

Author: Tim PrimaKu
19 Feb 2026
Topik: Puasa, Belajar Berpuasa, Aktif Sehat, Ramadan, Tumbuh Kembang
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
Bulan Ramadan sering menjadi momen istimewa bagi keluarga, termasuk bagi anak-anak yang mulai belajar puasa. Namun, bagi anak-anak yang baru belajar puasa, seringkali ada kekhawatiran terkait dengan aktivitas fisiknya, terutama saat ia tetap aktif berolahraga atau bermain di siang hari. Di sisi lain, orang tua juga ingin anak-anak tetap bisa menjalani ibadah puasa dengan baik tanpa mengorbankan kesehatannya.
Mengenali batasan aktivitas yang sesuai selama puasa sangat penting untuk menjaga kesehatan anak. Lantas, apakah aman jika anak tetap aktif berolahraga selama puasa, atau justru perlu dibatasi?
Mengapa Aktivitas Fisik Anak Perlu Dibatasi Saat Puasa?
Pada dasarnya, puasa adalah ibadah yang mengajarkan anak-anak untuk menahan lapar dan haus. Namun, di sisi lain, aktivitas fisik yang berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi atau kelelahan, terutama pada anak-anak yang masih dalam fase tumbuh kembang. Tubuh anak-anak lebih rentan kehilangan cairan, dan apabila mereka tidak cukup mengonsumsi air selama sahur dan buka puasa, mereka berisiko mengalami dehidrasi.
Sebaiknya, hindari aktivitas fisik berat di siang hari bagi anak yang berpuasa. Aktivitas yang terlalu intens dapat menyebabkan penurunan energi yang cukup signifikan dan mempengaruhi kemampuan mereka dalam menjalani puasa dengan nyaman.
Jenis Aktivitas yang Aman untuk Anak Selama Puasa
Meski aktivitas fisik harus dibatasi, anak-anak tetap bisa beraktivitas ringan yang tidak membebani tubuh mereka. Beberapa aktivitas yang disarankan untuk dilakukan anak selama puasa antara lain:
Berjalan kaki ringan di pagi atau sore hari setelah buka puasa dapat membantu anak tetap aktif tanpa menguras tenaga mereka. Ini adalah pilihan yang baik untuk anak yang ingin bergerak tanpa terlalu kelelahan.
Memainkan permainan ringan seperti bermain bola di dalam rumah atau aktivitas fisik yang tidak terlalu menguras energi dapat menjadi alternatif untuk anak-anak yang ingin tetap aktif namun tetap aman.
Olahraga ringan seperti peregangan atau yoga yang dilakukan di pagi hari setelah sahur dapat membantu anak tetap bugar tanpa memberikan beban berlebih pada tubuhnya.
Kapan Anak Harus Dibatasi Aktivitasnya?
Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa anak sudah mulai merasa kelelahan atau dehidrasi, yang berarti aktivitas fisik harus dihentikan sementara. Tanda-tanda tersebut meliputi:
Jika anak menunjukkan gejala-gejala ini, sebaiknya segera beri ia waktu istirahat dan pastikan anak mendapatkan cukup cairan saat berbuka puasa.
Pentingnya Nutrisi yang Cukup untuk Anak yang Berpuasa
Untuk mendukung aktivitas fisik anak selama puasa, pastikan ia mendapatkan asupan yang cukup saat sahur dan buka puasa. Menu sahur yang bergizi dan kaya akan karbohidrat kompleks, protein, serta vitamin dan mineral sangat penting untuk membantunya tetap memiliki energi sepanjang hari.
Beberapa tips untuk sahur yang sehat bagi anak meliputi:
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anak-anak yang mengonsumsi makanan seimbang dengan gizi yang cukup cenderung lebih mampu menjalani puasa tanpa gangguan kesehatan.
Meskipun anak-anak yang sedang belajar puasa tetap bisa beraktivitas, penting untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik dan kebutuhan istirahatnya. Sebagai orang tua, pastikan anak tetap terhidrasi dan mendapatkan asupan gizi yang cukup saat sahur dan buka puasa. Aktivitas fisik yang terlalu berat dapat menyebabkan kelelahan yang dapat mempengaruhi kesehatan anak. Dengan pengawasan yang baik, anak bisa belajar puasa dengan lancar dan tetap sehat sepanjang bulan Ramadan.
Referensi:
