31 Agustus 2026
Bayi Tidak Kontak Mata, Normal atau Perlu Diperiksa?
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Kontak Mata, Tumbuh Kembang Bayi, Tanda Normal Bayi
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
Bayi tidak kontak mata sesekali belum tentu menandakan gangguan. Kontak mata berkembang bertahap, dipengaruhi usia koreksi pada bayi prematur, kondisi saat diamati, serta kemampuan melihat dan mendengar. CDC menyebut menatap wajah sebagai milestone sosial-emosional yang umumnya sudah terlihat pada usia 2 bulan. Artikel ini membantu MomDad memahami variasi normal, cara stimulasi, dan tanda yang perlu diperiksa.
Kapan Bayi Mulai Kontak Mata?
Sejak lahir, bayi lebih mudah melihat pada jarak dekat dan dapat tertarik pada wajah, tetapi tatapannya masih singkat serta mudah terputus. Menjelang usia 2 bulan, banyak bayi mulai melihat wajah dan tersenyum saat diajak berinteraksi. Pada bulan-bulan berikutnya, kontak mata biasanya menjadi lebih stabil dan dipadukan dengan senyum, suara, serta gerakan untuk mendapatkan perhatian.
Milestone menggambarkan kemampuan yang dilakukan sebagian besar anak pada usia tertentu, bukan ujian yang harus muncul tepat pada hari ulang bulan. Untuk bayi prematur, dokter biasanya mempertimbangkan usia koreksi ketika menilai perkembangan.
Perkembangan Kontak Mata Bayi berdasarkan Usia
- Kemampuan menatap, tersenyum, bersuara, atau berinteraksi yang sebelumnya ada kemudian menghilang.
- Tidak tampak melihat wajah pada usia sekitar 2–3 bulan atau tidak mengikuti benda bergerak pada usia sekitar 3 bulan.
- Tidak merespons suara keras, suara orang tua, atau terdapat kekhawatiran pendengaran.
- Mata menyilang atau menjauh secara menetap setelah usia 4 bulan, mata bergetar, atau pupil tampak putih.
- Kontak mata sangat jarang disertai tidak tersenyum sosial, tidak berceloteh, tidak merespons nama, atau minim gestur sesuai usia.
- Bayi tampak lemas, sulit dibangunkan, kejang, atau mengalami perubahan perilaku mendadak.
- Ajak bayi berinteraksi saat ia terjaga, kenyang, dan tenang.
- Posisikan wajah pada jarak dekat yang nyaman, kira-kira sejauh wajah pengasuh saat menggendong.
- Gunakan ekspresi hangat, bicara pelan, bernyanyi, lalu beri jeda agar bayi sempat merespons.
- Ikuti minat bayi: bila ia melihat mainan, masuklah ke dalam permainan dan komentari benda tersebut.
- Kurangi suara latar, layar, atau terlalu banyak mainan saat mengajak interaksi satu lawan satu.
- Jangan memegang wajah atau memaksa bayi terus menatap; mengalihkan pandangan dapat menjadi cara bayi beristirahat dari stimulasi.
- Centers for Disease Control and Prevention. Milestones in Action: By 2 Months. CDC; 2026.
- Centers for Disease Control and Prevention. Developmental Milestones Matter. CDC; 2026.
- World Health Organization. Helping Children Learn, Be Happy and Thrive. WHO; 2020.
- World Health Organization Regional Office for Europe. Pocket Book of Primary Health Care for Children and Adolescents: Developmental Milestones. WHO; 2022.
- World Health Organization. WHO Toolkit for the Care and Support of People Affected by Complications Associated with Zika Virus. WHO; 2017.
- American Academy of Pediatrics. Warning Signs of Vision Problems in Infants and Children. HealthyChildren.org; 2024.



