Meta Pixel

27 September 2026

Cara Menghentikan Kebiasaan Anak Makan sambil Nonton Gadget

Ditulis oleh

avatar

Dhia Priyanka

Topik: Keterampilan Makan, Kesulitan makan, Kecanduan Gadget, Perkembangan, Kebiasaan Anak

Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.

Memberikan gadget saat makan sering menjadi jalan pintas ketika anak sulit duduk tenang atau menolak makan. Awalnya mungkin terasa membantu karena anak jadi mau membuka mulut dan makanan lebih cepat habis. Namun, jika dilakukan terus-menerus, anak dapat terbiasa mengaitkan waktu makan dengan tontonan.

Jika anak sudah telanjur terbiasa makan sambil menonton, MomDad tidak perlu langsung menghentikannya secara drastis. Kebiasaan ini dapat diubah secara bertahap sambil membangun rutinitas makan yang lebih nyaman bagi anak dan keluarga. Berikut cara yang bisa dilakukan untuk menghentikan kebiasaan anak makan sambil nonton gadget


1. Mulai dari Satu Waktu Makan

Pilih satu waktu yang paling tenang, misalnya sarapan akhir pekan. Matikan TV, simpan ponsel di luar jangkauan, dan pertahankan rutinitas selama beberapa hari sebelum memperluas ke waktu makan lain.

2. Kurangi Secara Bertahap

Jika anak sangat bergantung pada layar, kurangi durasi tontonan sedikit demi sedikit. Matikan sebelum makanan selesai, lalu majukan waktu mematikan hingga layar tidak lagi digunakan. Hindari mencabut perangkat tanpa penjelasan ketika anak sudah sangat lapar atau lelah.

3. Buat Transisi yang Dapat Diprediksi

Beri pengingat bahwa video akan selesai sebelum makan. Gunakan ritual sederhana: cuci tangan, duduk di kursi makan, pilih alat makan, lalu makan bersama. Rutinitas membantu anak memahami apa yang akan terjadi.

4. Terapkan Responsive Feeding

MomDad menentukan apa, kapan, dan di mana makanan diberikan. Anak menentukan apakah ia mau makan dan berapa banyak. Tawarkan porsi kecil, izinkan anak meminta tambah, dan hindari mengejar, menyuap paksa, mengancam, atau menjanjikan hadiah makanan.

5. Ciptakan Interaksi yang Ringan

Bicarakan warna, rasa, aroma, atau tekstur tanpa terus menanyakan “mau makan atau tidak?”. Biarkan anak menyentuh makanan dan makan sendiri sesuai kemampuan. Orang tua perlu menjadi contoh dengan menyimpan ponsel sendiri.

6. Atur Durasi dan Akhiri dengan Tenang

Waktu makan tidak perlu berlangsung sangat lama. Bila anak sudah menunjukkan tanda selesai, akhiri tanpa memaksa dan tawarkan makanan kembali pada jadwal berikutnya. Hindari mengganti makanan utama dengan camilan terus-menerus karena anak menolak makan.


Bagaimana jika Anak Makan Lebih Sedikit setelah Gadget Dimatikan?

Penurunan sementara dapat terjadi karena anak sedang belajar makan dengan kesadaran penuh. Fokus pada pola makan selama beberapa hari atau minggu, bukan satu porsi. Pastikan jadwal makan dan camilan teratur, minuman manis tidak membuat kenyang sebelum makan, dan makanan sesuai kemampuan mengunyah.

Pantau berat serta tinggi badan melalui kurva pertumbuhan. Jangan meneruskan strategi layar hanya karena satu kali anak makan sedikit.


Bergabung di Kelas Tantangan MPASI

Mengubah kebiasaan makan sambil menonton gadget biasanya tidak cukup hanya dengan mematikan layar. MomDad juga perlu membangun rutinitas makan yang konsisten, memahami pembagian peran saat makan, dan menerapkan feeding rules yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Tantangan-MPASI (2).png

Pembahasan ini bisa MomDad pelajari lebih lanjut melalui SuperClass PrimaKu yang membahas feeding rules dan cara membangun kebiasaan makan anak yang lebih sehat. Materinya dapat membantu MomDad memahami langkah yang lebih terstruktur saat menghadapi anak yang sulit makan yang membuat berat badan anak stuck. Klik banner di atas untuk beli kelas.


FAQ seputar Menghentikan Anak Makan sambil Nonton Gadget

Q: Apakah anak boleh menonton gadget saat makan?

A: Sebaiknya waktu makan dibuat bebas dari layar. AAP merekomendasikan waktu makan sebagai salah satu momen bebas media bagi anak dan orang tua. Dengan minim distraksi, anak memiliki lebih banyak kesempatan untuk memperhatikan makanan dan berinteraksi dengan keluarga.


Q: Bagaimana jika anak tidak mau makan tanpa gadget?

A: Jangan langsung memaksa anak makan atau menghabiskan porsinya. Mulailah dengan mengurangi penggunaan gadget secara bertahap dan membangun rutinitas makan yang konsisten. Orang tua tetap menyediakan makanan sesuai jadwal, sementara anak diberi kesempatan menentukan apakah dan berapa banyak ia ingin makan.


Q: Apakah gadget harus langsung dihentikan total saat makan?

A: Tidak harus sekaligus. Jika anak sangat terbiasa menggunakan gadget, orang tua dapat mengurangi durasinya secara bertahap. Misalnya, matikan layar beberapa menit sebelum makan selesai, lalu secara perlahan majukan waktunya hingga seluruh waktu makan dapat berlangsung tanpa layar.


Q: Bagaimana jika setelah gadget dimatikan anak makan lebih sedikit?

A: Jangan menilai kecukupan makan hanya dari satu kali makan. Perhatikan pola makan anak dalam beberapa hari, jadwal makan dan camilannya, serta pertumbuhan berat dan tinggi badan. Hindari memaksa anak makan hanya agar porsinya sama seperti saat menggunakan gadget.


Q: Apakah makan sambil menonton gadget dapat membuat anak makan lebih banyak?

A: Beberapa penelitian menemukan bahwa penggunaan layar saat makan dapat memengaruhi jumlah makanan yang dikonsumsi. Sebuah tinjauan sistematis terhadap penelitian eksperimental menemukan bahwa paparan layar, termasuk iklan dan isyarat makanan pada layar, sering dikaitkan dengan peningkatan asupan makanan. Namun, efeknya dapat berbeda tergantung jenis layar, konten, usia, dan kondisi anak.


Q: Apa itu responsive feeding?

A: Responsive feeding adalah pendekatan makan yang memperhatikan sinyal lapar dan kenyang anak. Anak didorong untuk makan dengan sabar tanpa paksaan, sementara orang tua menyediakan makanan yang sesuai serta menciptakan suasana makan yang mendukung. World Health Organization (WHO) dan United Nations Children's Fund (UNICEF) menempatkan pendekatan ini sebagai bagian penting dari pemberian makan dan pengasuhan anak.


Q: Kapan kebiasaan makan anak perlu dikonsultasikan ke dokter?

A: Pertimbangkan konsultasi jika anak terus kesulitan makan, berat badan turun atau tidak bertambah sesuai harapan, pertumbuhan terganggu, mengalami kesulitan mengunyah atau menelan, atau waktu makan hampir selalu disertai penolakan yang berat.


Perubahan tidak harus terjadi dalam satu hari. Fokus pada pola makan dan pertumbuhan anak secara keseluruhan, bukan hanya pada seberapa banyak makanan yang berhasil dihabiskan dalam satu kali makan.


Referensi:

- Council on Communications and Media. Media and Young Minds. Pediatrics. 2016;138(5). American Academy of Pediatrics.

- World Health Organization & United Nations Children's Fund. Nurturing Young Children Through Responsive Feeding: Thematic Brief. Geneva: World Health Organization; 2023.

- Tabares-Tabares M, et al. Screen use during food consumption: Does it cause increased food intake? A systematic review. Appetite. 2022;171:105928.

- World Health Organization. Guidelines on Physical Activity, Sedentary Behaviour and Sleep for Children Under 5 Years of Age. Geneva: World Health Organization; 2019.