Kenali 5 Tanda Anak Sudah Siap Belajar Puasa
Author: Tim PrimaKu
18 Feb 2026
Topik: Puasa, Puasa Sehat, Belajar Berpuasa
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Setiap menjelang Ramadan, banyak orang tua mulai bertanya: “Apakah anak saya sudah siap belajar puasa?” Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melibatkan kesiapan fisik, emosional, dan pemahaman anak terhadap maknanya.
Dalam Islam, kewajiban puasa berlaku setelah anak baligh. Namun, proses belajar puasa biasanya dimulai lebih dini sebagai bentuk pembiasaan. Meski begitu, penting bagi orang tua untuk memastikan kesiapan anak agar prosesnya tetap aman dan menyenangkan.
Usia Berapa Anak Boleh Belajar Puasa?
Tidak ada aturan medis yang kaku mengenai usia pasti anak boleh belajar puasa. Secara umum, anak usia 6–7 tahun mulai bisa diperkenalkan pada konsep puasa secara bertahap.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), latihan puasa pada anak sebaiknya mempertimbangkan kondisi kesehatan dan status gizi anak.
Tanda Anak Sudah Siap Belajar Puasa
Berikut beberapa indikator yang bisa menjadi pertimbangan:
- Anak Memiliki Status Gizi yang Baik
Anak dengan berat badan dan tinggi badan sesuai kurva pertumbuhan lebih siap secara fisik untuk mencoba puasa secara bertahap.
- Tidak Memiliki Penyakit Kronis
Anak dengan diabetes, gangguan ginjal, anemia berat, atau kondisi medis tertentu perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
- Sudah Bisa Mengungkapkan Rasa Lapar dan Haus
Anak yang mampu mengkomunikasikan kondisi tubuhnya lebih mudah dipantau selama latihan puasa.
- Memiliki Kontrol Emosi yang Cukup Baik
Puasa juga melatih pengendalian diri. Anak yang mulai memahami aturan dan mampu mengikuti instruksi sederhana biasanya lebih siap.
- Memahami Konsep Sederhana tentang Puasa
Anak mengerti bahwa puasa adalah bagian dari ibadah dan dilakukan sampai waktu tertentu.
Bagaimana Cara Memulai Latihan Puasa pada Anak?
Latihan puasa sebaiknya dilakukan secara bertahap, misalnya:
- Puasa setengah hari terlebih dahulu
- Menambah durasi secara perlahan
- Tidak memaksakan jika anak terlihat lemas
Menurut World Health Organization (WHO), kebutuhan cairan dan energi anak tetap harus diperhatikan untuk mendukung pertumbuhan optimal. Oleh karena itu, sahur dan berbuka harus mengandung:
- Karbohidrat kompleks
- Protein
- Lemak sehat
- Buah dan sayur
- Cairan yang cukup
Tanda Anak Tidak Kuat Puasa dan Perlu Berhenti
MomDad perlu waspada jika si Kecil mengalami:
- Lemas berlebihan
- Pusing atau hampir pingsan
- Bibir kering ekstrem
- Jarang buang air kecil
- Muntah atau diare
Jika muncul tanda tersebut, anak sebaiknya segera berbuka dan diberikan cairan.
Belajar puasa adalah proses yang bertahap dan tidak perlu dipaksakan. Kesiapan anak dilihat dari kondisi fisik, emosi, dan pemahamannya terhadap makna puasa itu sendiri. Dengan pendampingan yang tepat, latihan puasa bisa menjadi pengalaman yang membangun karakter sekaligus tetap menjaga kesehatannya. MomDad berperan penting dalam memastikan proses ini aman, nyaman, dan menyenangkan.
Referensi:
- IDAI | Mempersiapkan Anak Berpuasa.
- WHO Guideline for complementary feeding of infants and young children 6-23 months of age.
- American Academy of Pediatrics. Self-Regulation and Child Development.




