14 Mei 2026
Mengenal Liquid Gold, ASI Kolostrum yang Pertama Diproduksi Payudara Ibu
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: ASI Kolostrum, liquid gold, Newborn, Bayi Newborn
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
ASI kolostrum adalah cairan pertama yang diproduksi payudara ibu, berwarna kuning keemasan, kental, dan keluar dalam jumlah sedikit di hari-hari pertama setelah melahirkan. Meski tampak sedikit, ASI kolostrum mengandung konsentrasi antibodi dan nutrisi yang jauh lebih tinggi dibanding ASI biasa, sehingga para ahli menjulukinya sebagai "liquid gold," cairan emas untuk bayi baru lahir. Menurut WHO (2023), hanya 44% bayi di seluruh dunia yang mendapatkan ASI eksklusif, padahal penelitian Victora et al. (Lancet, 2016) membuktikan ASI eksklusif dapat menurunkan mortalitas neonatal hingga 22%. Artikel ini menjelaskan secara lengkap apa itu kolostrum, mengapa warnanya kuning, manfaatnya, mitos yang perlu diluruskan, dan cara memberikannya dengan benar.
Apa Itu ASI Kolostrum dan Mengapa Warnanya Kuning?
ASI kolostrum adalah cairan ASI pertama yang mulai diproduksi tubuh ibu sejak akhir kehamilan (trimester ketiga) hingga 2–5 hari setelah melahirkan. Warna kuning keemasan yang khas berasal dari tingginya
kandungan:
■ Beta karoten — pigmen alami prekursor Vitamin A
■ Vitamin A — konsentrasi 10x lebih tinggi dari ASI matang
■ Imunoglobulin A (IgA) — antibodi utama pelindung saluran cerna
■ Lactoferrin — protein antimikroba yang menghambat pertumbuhan bakteri
■ Sel imun aktif — leukosit, makrofag, limfosit
Semakin kuning pekat warna kolostrum, bukan berarti ada masalah — justru sebaliknya, ini mencerminkan konsentrasi nutrisi dan imun yang sangat tinggi.
Kapan Kolostrum Berubah Menjadi ASI Matang?
ASI tidak langsung berubah seketika. Ada tiga tahap produksi ASI yang perlu MomDad ketahui:
Komposisi Kolostrum vs ASI Matang: Perbandingan Nutrisi
Tabel berikut menunjukkan perbedaan komposisi utama antara kolostrum dan ASI matang berdasarkan data Ballard & Morrow (Pediatric Clinics of North America, 2013):
Kapasitas Lambung Bayi Baru Lahir: Kenapa Kolostrum Sedikit Sudah Cukup
Banyak ibu merasa ASI-nya kurang karena kolostrum keluar hanya beberapa tetes. Faktanya, lambung bayi baru lahir sangat kecil, dan volume kolostrum yang sedikit sudah dirancang sempurna untuk itu:
Manfaat ASI Kolostrum untuk Bayi Baru Lahir
Kolostrum sering disebut sebagai vaksin pertama alami bayi baru lahir, bukan tanpa alasan. Berikut manfaat utamanya berdasarkan bukti ilmiah:
Perlindungan Imun Langsung
■■ Lapisan IgA melapisi dinding usus bayi, mencegah bakteri dan virus masuk ke aliran darah
■■ Lactoferrin mengikat zat besi yang dibutuhkan bakteri untuk berkembang, efektif sebagai antimikroba alami
■■ Sel imun aktif (leukosit) langsung bekerja sejak hari pertama kehidupan
Perkembangan Saluran Cerna
■ Growth factors merangsang pematangan epitel usus bayi yang masih 'bocor' saat lahir
■ Membantu pengeluaran mekonium (BAB pertama) yang berwarna hitam-hijau gelap
■ Menurunkan risiko necrotizing enterocolitis (NEC), infeksi usus berbahaya pada bayi prematur
Perlindungan Jangka Panjang
■ Menurunkan risiko diare dan infeksi saluran napas atas di tahun pertama kehidupan
■ Studi Victora et al. (Lancet, 2016): ASI eksklusif turunkan risiko infeksi hingga 50%
■ Menurunkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan alergi di kemudian hari
Cara Memberikan Kolostrum yang Benar: IMD & Menyusui Awal
Kunci keberhasilan pemberian kolostrum adalah Inisiasi Menyusu Dini (IMD), meletakkan bayi langsung di dada ibu dalam 1 jam pertama setelah lahir. WHO, UNICEF, dan IDAI merekomendasikan IMD secara kuat karena terbukti meningkatkan keberhasilan menyusui eksklusif.
Langkah IMD yang Benar
■ Segera setelah lahir (0–5 menit): Bayi diletakkan di dada ibu dalam posisi skin-to-skin, tanpa dipisahkan untuk ditimbang atau dimandikan terlebih dahulu
■ 5–30 menit: Biarkan bayi bergerak sendiri mencari puting, ini disebut breast crawl. Jangan paksa atau arahkan bayi
■ 30–60 menit: Bayi akan menemukan puting dan mulai menghisap secara mandiri. Ini merangsang produksi oksitosin dan prolaktin
■ Setelah IMD selesai: Baru lakukan prosedur lain (timbang, ukur, salep mata) setelah IMD minimal 1 jam
Frekuensi Menyusui di Hari-Hari Pertama
✔ Susui bayi 8–12 kali per 24 jam, atau setiap 2–3 jam
✔ Jangan tunggu bayi menangis kencang, tangisan adalah tanda lapar terlambat
✔ Perhatikan tanda lapar awal: mulut bayi terbuka, kepala menoleh, tangan ke mulut
✔ Setiap sisi payudara ditawarkan bergantian; biarkan bayi menyusu sampai lepas sendiri
Kolostrum Tidak Keluar: Penyebab & Yang Harus Dilakukan
Banyak ibu khawatir saat kolostrum terlihat tidak keluar atau sangat sedikit. Sebagian besar kondisi ini bukan berarti ibu tidak bisa menyusui. Berikut penyebab dan tindakan yang perlu diambil:
Penyebab Umum Kolostrum Tampak Tidak Keluar
■■ Payudara bengkak (engorgement): Saluran ASI tersumbat sementara, sering terjadi di hari ke-3–5. Biasanya membaik dengan menyusui lebih sering.
■■ Stres dan kelelahan pasca persalinan: Hormon kortisol menghambat oksitosin yang bertanggung jawab mengalirkan ASI.
■■ Persalinan caesar: ASI bisa sedikit terlambat naik, tapi bukan berarti tidak ada. Skin-to-skin tetap sangat penting.
■■ Kurang stimulasi: Payudara butuh dirangsang secara rutin. Jika bayi belum bisa menyusu langsung, perah secara manual setiap 2–3 jam.
■■ Masalah anatomi (tongue tie, dll.): Jika bayi tidak bisa latch dengan benar, stimulasi tidak optimal. Konsultasikan ke konselor laktasi.
Yang Harus Dilakukan
✔ Tetap coba susui langsung sesering mungkin, stimulasi adalah kunci
✔ Peras kolostrum secara manual dan berikan lewat sendok/spuit jika bayi belum bisa latch
✔ Minta bantuan konselor laktasi IBCLC di RS atau klinik laktasi
✔ Jangan langsung beralih ke susu formula tanpa rekomendasi dokter
✔ Di aplikasi PrimaKu, MomDad bisa konsultasi langsung dengan dokter anak dan konselor laktasi
FAQ — Pertanyaan Umum Seputar ASI Kolostrum
Q: Berapa lama kolostrum keluar setelah melahirkan?
A: Kolostrum umumnya diproduksi sejak trimester ketiga kehamilan dan berlangsung hingga 2–5 hari setelah melahirkan. Setelahnya beralih ke ASI transisi (hari 5–14) dan ASI matang (hari ke-14 ke atas). Durasi bisa bervariasi antar individu.
Q: Apakah kolostrum perlu diperah sebelum melahirkan (antenatal colostrum expression)?
A: Tidak semua ibu perlu melakukannya. Antenatal expression direkomendasikan khusus pada ibu dengan diabetes gestasional, kemungkinan bayi kecil, atau kondisi medis tertentu di mana bayi mungkin butuh suplemen awal. Selalu konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi sebelum mencoba.
Q: Bagaimana cara tahu apakah bayi sudah cukup minum kolostrum?
A: Tanda bayi cukup minum kolostrum: terdengar suara menelan saat menyusu, BAK (buang air kecil) minimal 1–2 kali di hari pertama dan meningkat ke 6–8 kali di hari ke-5–7, berat badan turun maksimal 7–10% dari berat lahir di minggu pertama, dan bayi terlihat puas setelah menyusu.
Q: Apakah ibu yang jalani operasi caesar tetap bisa memberikan kolostrum?
A: Tentu saja. Operasi caesar tidak mencegah produksi kolostrum. Namun ASI bisa sedikit lebih lama 'naik' dibanding persalinan normal. Skin-to-skin segera setelah bayi stabil sangat membantu, bahkan bisa dilakukan di ruang operasi jika kondisi ibu dan bayi memungkinkan.
Q: Bolehkah kolostrum disimpan jika bayi tidak bisa langsung menyusu?
A: Ya, kolostrum yang diperah bisa disimpan di suhu ruang (25°C) hingga 4 jam, di kulkas (4°C) hingga 4 hari, atau di freezer (-18°C) hingga 6 bulan. Gunakan wadah steril dan beri label tanggal. Berikan lewat sendok kecil, spuit, atau cup feeder, hindari dot/empeng di minggu-minggu awal agar tidak terjadi bingung puting.
Referensi:
1. World Health Organization (WHO). Infant and Young Child Feeding: Model Chapter. WHO; 2023.
2. UNICEF. Breastfeeding: A Mother's Gift for Every Child. UNICEF; 2018.
3. American Academy of Pediatrics (AAP). Policy Statement: Breastfeeding and the Use of Human Milk. Pediatrics. 2022;150(1):e2022057988.
4. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Rekomendasi Menyusui dan Pemberian ASI Eksklusif. IDAI; 2021.
5. Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif. Kemenkes RI; 2012.
6. Ballard O, Morrow AL. Human Milk Composition: Nutrients and Bioactive Factors. Pediatric Clinics of North America. 2013;60(1):49–74.
7. Victora CG, Bahl R, Barros AJD, et al. Breastfeeding in the 21st century: epidemiology, mechanisms, and lifelong effect. Lancet. 2016;387(10017):475–490.
8. Lawrence RA, Lawrence RM. Breastfeeding: A Guide for the Medical Profession. 8th ed. Elsevier; 2015.




