9 Oktober 2026
Milestone Bicara Anak Usia 1–3 Tahun yang Perlu Orang Tua Ketahui
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Milestone Anak, Kemampuan Bicara, stimulasi bicara, Speech Delay
Artikel telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Milestone bicara tidak hanya dihitung dari jumlah kata, tetapi juga pemahaman, gestur, perhatian bersama, dan interaksi dua arah.
CDC mendefinisikan milestone sebagai kemampuan yang sudah dilakukan setidaknya 75% anak pada usia tertentu, sedangkan IDAI menyebut keterlambatan bicara dan bahasa dialami sekitar 5–8% anak usia prasekolah. Kehilangan kemampuan yang sudah dimiliki merupakan tanda bahaya pada usia berapa pun dan perlu segera dievaluasi.
Apa Itu Milestone Bicara Anak?
Milestone bicara anak adalah penanda perkembangan komunikasi yang mencakup dua ranah utama. Bahasa reseptif adalah kemampuan memahami kata, instruksi, dan makna. Bahasa ekspresif adalah kemampuan menyampaikan keinginan atau gagasan melalui suara, kata, gestur, dan kalimat.
Milestone bukan ujian lulus atau gagal. Setiap anak dapat berkembang dengan kecepatan berbeda, tetapi keterlambatan pada beberapa kemampuan, respons yang tidak konsisten terhadap suara, atau hilangnya kemampuan tetap perlu ditindaklanjuti. Daftar milestone juga tidak menggantikan alat skrining perkembangan yang terstandar.
Tabel Milestone Bicara Anak Usia 1–3 Tahun
Ringkasan berikut menggabungkan milestone komunikasi CDC dan tanda perkembangan yang ditekankan IDAI. Gunakan sebagai panduan observasi, bukan diagnosis mandiri.
Catatan: usia pada tabel menunjukkan kemampuan yang sudah dilakukan sebagian besar anak menurut CDC, bukan batas mutlak semua anak. Untuk anak yang lahir prematur, dokter dapat mempertimbangkan usia koreksi dalam menilai perkembangan awal.
Tanda Bahaya Keterlambatan Bicara Anak
Segera bicarakan dengan dokter bila orang tua menemukan salah satu tanda berikut:
- Tidak mengoceh pada usia 12 bulan.
- Belum ada satu kata bermakna selain ocehan atau sekadar meniru pada usia 16 bulan.
- Tidak menunjuk untuk memperlihatkan ketertarikan pada usia 20 bulan.
- Tidak mampu membuat frasa bermakna setelah usia 24 bulan.
- Ucapan masih sulit dipahami orang tua pada usia 30 bulan.
- Respons terhadap suara atau panggilan tidak konsisten.
- Kemampuan bicara, bahasa, gestur, atau sosial yang sudah dimiliki menghilang pada usia berapa pun.
Satu tanda tidak selalu berarti anak memiliki gangguan tertentu. Namun, pendekatan “tunggu saja” dapat menunda evaluasi pendengaran, perkembangan, atau intervensi yang mungkin bermanfaat.
Apa Penyebab Anak Terlambat Bicara?
Keterlambatan bicara dapat berkaitan dengan variasi perkembangan, gangguan pendengaran, keterlambatan bahasa, gangguan artikulasi atau motorik oral, kondisi neurodevelopmental seperti autisme, keterlambatan perkembangan umum, atau kurangnya kesempatan interaksi. Penyebab tidak dapat ditentukan hanya dari jumlah kata.
Paparan dua bahasa tidak menyebabkan gangguan bahasa. Anak bilingual dapat membagi kosakata di antara dua bahasa; jumlah kata sebaiknya dipertimbangkan dari seluruh bahasa yang digunakan. Bila kemampuan memahami atau berkomunikasi tertinggal pada kedua bahasa, evaluasi tetap diperlukan.
Apa yang Dilakukan Saat Anak Belum Sesuai Milestone?
- Catat contoh kata, gestur, respons terhadap instruksi, dan situasi ketika anak berkomunikasi.
- Bawa catatan perkembangan dan kekhawatiran saat kontrol ke dokter anak.
- Minta pemeriksaan pendengaran bila respons terhadap suara tidak konsisten atau ada faktor risiko.
- Lakukan skrining perkembangan dengan alat yang terstandar sesuai anjuran dokter.
- Ikuti rujukan ke dokter tumbuh kembang, dokter THT, psikolog, atau terapis wicara bila diperlukan.
AAP merekomendasikan skrining perkembangan umum menggunakan alat terstandar pada usia 9, 18, dan 30 bulan, serta skrining autisme pada usia 18 dan 24 bulan atau kapan pun ada kekhawatiran. Pemantauan milestone sehari-hari tetap penting, tetapi tidak menggantikan skrining formal.
Belajar Mengenali dan Mencegah Speech Delay lewat Kelas Parenting PrimaKu
Memahami milestone bicara dapat membantu MomDad mengetahui kemampuan yang sudah sesuai usia dan mengenali tanda yang perlu diperhatikan lebih awal. Untuk mempelajarinya lebih dalam, MomDad dapat mengikuti kelas parenting Speech Delay di SuperClass by PrimaKu bersama dr. Herbowo Agung, Sp.A(K).
Di kelas ini, MomDad akan mempelajari oromotor, milestone bicara anak, syarat bicara normal, gejala dan penyebab speech delay, cara membantu mencegah keterlambatan bicara, hingga stimulasi yang dapat dilakukan pada anak usia 0–2 tahun untuk menunjang kemampuan berbicara. Materinya dapat menjadi bekal agar stimulasi di rumah lebih terarah sekaligus membantu MomDad memahami kapan perkembangan bicara anak perlu dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.
Yuk, pelajari perkembangan bicara si Kecil lebih lengkap melalui SuperClass Speech Delay di PrimaKu. Klik banner di atas untuk join kelas parenting.
FAQ Milestone Bicara Anak
Q: Berapa kata yang seharusnya diucapkan anak usia 1 tahun?
A: Jumlah kata bervariasi. Pada usia 12 bulan, CDC menekankan penggunaan panggilan khusus untuk orang tua, memahami “tidak”, dan gestur seperti melambaikan tangan. Pada 15 bulan, anak biasanya mencoba satu atau dua kata lain selain “mama” atau “dada”. Amati juga pemahaman dan komunikasi nonverbal.
Q: Anak 18 bulan belum banyak bicara, apakah terlambat?
A: CDC mencantumkan mencoba sedikitnya tiga kata selain “mama” atau “dada” sebagai milestone 18 bulan. Bila belum ada kata bermakna, anak tidak menunjuk, tidak memahami instruksi sederhana, atau orang tua khawatir, konsultasikan tanpa menunggu milestone berikutnya.
Q: Anak 2 tahun belum menggabungkan dua kata, apa yang harus dilakukan?
A: Frasa dua kata bermakna merupakan milestone penting pada usia 24 bulan. Diskusikan dengan dokter anak untuk menilai pemahaman bahasa, interaksi sosial, kemampuan pendengaran, dan kebutuhan skrining atau rujukan.
Q: Apakah screen time menyebabkan speech delay?
A: Screen time bukan satu-satunya penyebab keterlambatan bicara. Namun, waktu layar pasif dapat menggantikan interaksi dua arah yang dibutuhkan untuk belajar bahasa. Utamakan percakapan langsung, membaca bersama, bermain, dan pendampingan saat menggunakan media.
Q: Apakah anak bilingual akan lebih lambat bicara?
A: Belajar dua bahasa tidak menyebabkan gangguan bahasa. Pertimbangkan seluruh kosakata anak dari kedua bahasa dan terus gunakan bahasa yang paling nyaman bagi keluarga. Evaluasi dibutuhkan bila ada keterlambatan komunikasi pada semua bahasa yang digunakan.
Q: Kapan perlu membawa anak ke dokter?
A: Segera konsultasikan bila ada red flag, kemampuan yang menghilang, respons suara tidak konsisten, atau kekhawatiran orang tua. Tidak perlu menunggu sampai anak berusia 3 tahun untuk meminta evaluasi.
Milestone bicara anak usia 1–3 tahun berkembang dari gestur dan kata awal menuju gabungan kata serta percakapan dua arah. Amati kualitas komunikasi anak, bukan sekadar membandingkan jumlah kata dengan anak lain. Stimulasi konsisten melalui percakapan, membaca, dan bermain dapat mendukung perkembangan, sedangkan tanda bahaya perlu dinilai lebih dini oleh tenaga kesehatan.
Referensi:
- Centers for Disease Control and Prevention. CDC’s Developmental Milestones: 1 Year, 18 Months, 2 Years, 30 Months, and 3 Years. CDC; 2026.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia. Mencegah Terlambat Bicara pada Anak. IDAI; 2016.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia. Keterlambatan Bicara. IDAI; 2013.
- American Academy of Pediatrics. Developmental Milestones and Developmental Surveillance and Screening. AAP; 2025.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak. Kemenkes RI; 2022.
- HealthyChildren.org. Language Delays in Toddlers: Information for Parents. American Academy of Pediatrics; diakses 2026.
- American Speech-Language-Hearing Association. Communication Milestones: 13 to 18 Months, 19 to 24 Months, and 2 to 3 Years. ASHA; diakses 2026.




