Meta Pixel

25 Agustus 2026

Tanda Keterlambatan Motorik Bayi yang Perlu Diwaspadai

Ditulis oleh

avatar

Dhia Priyanka

Topik: Kemampuan motorik, Stimulasi motorik, Red Flag, Milestone Anak

Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.

Tanda keterlambatan motorik bayi tidak selalu berarti penyakit, tetapi perlu dikenali agar evaluasi dan dukungan tidak terlambat. Artikel ini membantu MomDad memahami milestone motorik kasar dan halus, mengenali red flag, serta menentukan kapan harus berkonsultasi. WHO menegaskan bahwa usia pencapaian milestone memiliki rentang yang luas; studi global WHO melibatkan 816 anak sehat untuk menyusun windows of achievement enam kemampuan motorik kasar.

Milestone adalah kemampuan yang dapat dilakukan sebagian besar anak pada usia tertentu. Daftar milestone berguna untuk pemantauan, tetapi bukan alat diagnosis. CDC menjelaskan milestone pada checklist-nya sebagai kemampuan yang dilakukan sedikitnya 75% anak pada usia tersebut dan menegaskan bahwa checklist tidak menggantikan skrining perkembangan terstandar.


Motorik Kasar dan Motorik Halus: Apa Bedanya?

Ranah 

Contoh 

Yang diamati

Motorik kasar 

Kontrol kepala, berguling, duduk, berdiri, berjalan

Kekuatan, keseimbangan, koordinasi tubuh besar, simetri

Motorik halus 

Membuka tangan, meraih, memindahkan benda, menjepit dengan ibu jari-telunjuk

Koordinasi mata-tangan, penggunaan kedua tangan, ketepatan gerak


Milestone Motorik Bayi Menurut Usia 

Tabel berikut adalah panduan pemantauan berdasarkan milestone CDC. Bayi prematur biasanya dinilai menggunakan usia koreksi sampai sekitar usia 2 tahun; tanyakan dokter cara menghitung dan menafsirkannya.

Usia 

Kemampuan yang umumnya tampak 

Perlu dibicarakan dengan dokter bila...

2 bulan 

Mengangkat kepala saat tengkurap; menggerakkan kedua lengan dan tungkai; tangan sesekali terbuka

Gerakan sangat sedikit, selalu satu sisi, atau tubuh terasa sangat lemas/kaku

6 bulan 

Berguling dari tengkurap ke telentang; bertumpu dengan lengan lurus saat tengkurap; menopang duduk dengan tangan

Kontrol kepala masih sangat buruk, tidak menopang tubuh dengan lengan, atau tidak meraih benda

9 bulan 

Duduk tanpa bantuan; masuk ke posisi duduk; 

memindahkan benda antartangan; meraup makanan dengan jari

Belum dapat duduk tanpa bantuan, tidak memakai kedua tangan, atau gerak sangat tidak simetris

12 bulan 

Menarik tubuh untuk berdiri; berjalan berpegangan pada furnitur; menjepit benda kecil dengan ibu jari-telunjuk

Tidak mampu menahan berat pada tungkai, tidak berusaha berdiri, atau penggunaan satu tangan sangat dominan terus-menerus

18 bulan 

Berjalan tanpa berpegangan; mencoret; minum dari cangkir; mencoba memakai sendok; naik-turun kursi tanpa bantuan

Belum berjalan mandiri, sering jatuh secara tidak biasa, atau kehilangan kemampuan berjalan/berdiri

Milestone bukan tenggat tunggal 

Anak sehat dapat mencapai kemampuan pada usia yang berbeda. Contohnya, WHO menunjukkan rentang berjalan mandiri pada anak sehat cukup lebar. Kekhawatiran menjadi lebih kuat bila beberapa milestone tertinggal, tidak ada kemajuan, kualitas gerak tidak biasa, atau muncul regresi.


Red Flag Keterlambatan Motorik pada Bayi 

Tanda 

Mengapa perlu dinilai 

Tindakan

Kehilangan kemampuan yang sudah dikuasai

Regresi bukan variasi perkembangan biasa 

Hubungi dokter segera; catat kapan perubahan mulai terlihat

Gerakan tidak simetris atau satu sisi jarang dipakai

Dapat menandakan gangguan kekuatan, tonus, sendi, saraf, atau nyeri

Rekam video singkat dan jadwalkan evaluasi

Tubuh sangat kaku atau sangat lemas

Tonus otot yang tidak biasa dapat 

mengganggu postur dan gerak

Perlu pemeriksaan neurologis dan perkembangan

Kontrol kepala buruk menetap 

Kontrol kepala adalah fondasi milestone berikutnya

Konsultasikan tanpa menunggu 

milestone lain tertinggal

Tidak duduk tanpa bantuan sekitar 9 bulan

Duduk tanpa bantuan termasuk milestone CDC usia 9 bulan

Minta skrining perkembangan dan pemeriksaan fisik

Belum berjalan mandiri pada 18 bulan

Berjalan tanpa pegangan termasuk 

milestone CDC usia 18 bulan

Jadwalkan evaluasi; lebih cepat bila ada red flag lain

Segera cari pertolongan:

Kehilangan kemampuan; kelemahan mendadak; bayi sulit dibangunkan; kejang; gangguan napas atau menelan; gerak tubuh tiba-tiba sangat berbeda; atau kelemahan setelah cedera memerlukan penilaian segera.

Milestone-&-redflag- (2).png


Apa Penyebab Keterlambatan Motorik? 

Keterlambatan motorik dapat berkaitan dengan banyak faktor dan tidak dapat ditentukan dari checklist saja. Kemungkinan meliputi variasi perkembangan, kelahiran prematur, gangguan penglihatan atau pendengaran, masalah tulang dan sendi, kelainan otot atau saraf, palsi serebral, kondisi genetik, kekurangan gizi tertentu, penyakit kronis, atau kurangnya kesempatan bergerak. IDAI mencantumkan prematuritas, berat lahir rendah, riwayat sakit berat pada awal kehidupan, gangguan genetik, dan gangguan susunan saraf sebagai faktor yang dapat berkaitan dengan keterlambatan perkembangan.

Siapa yang Memerlukan Pemantauan Lebih Ketat? 

Bayi lahir prematur; berat lahir rendah; pernah dirawat intensif; mengalami infeksi berat, kejang, kuning berat, atau cedera kepala; memiliki masalah makan dan pertumbuhan; atau mempunyai riwayat keluarga gangguan neuromuskular/perkembangan perlu pemantauan terjadwal bersama tenaga kesehatan. 


Skrining Perkembangan: Kapan Dilakukan? 

Pemantauan milestone berlangsung pada setiap kunjungan. AAP merekomendasikan skrining perkembangan umum dengan alat terstandar dan tervalidasi pada usia 9, 18, dan 30 bulan, serta kapan pun orang tua atau tenaga kesehatan memiliki kekhawatiran. Skrining autisme dilakukan pada usia 18 dan 24 bulan.

Pemantauan milestone 

Skrining perkembangan 

Evaluasi diagnostik

Pengamatan rutin oleh orang tua dan tenaga kesehatan; membantu menemukan kekhawatiran

Kuesioner/alat tervalidasi pada usia tertentu atau saat ada kekhawatiran

Pemeriksaan lebih mendalam oleh dokter dan tim terkait untuk menentukan penyebab dan kebutuhan intervensi


Cara Menstimulasi Motorik Bayi dengan Aman 
  • Berikan waktu bermain di lantai. Saat bayi terjaga dan diawasi, posisi tengkurap membantu melatih leher, bahu, dan lengan. Mulai singkat dan sering, lalu tingkatkan sesuai toleransi. 
  • Letakkan mainan sedikit di luar jangkauan. Ajak bayi meraih, berguling, atau bergeser tanpa memaksa posisi yang belum dikuasai. 
  • Gunakan kedua sisi tubuh. Tawarkan mainan dari kanan dan kiri serta amati apakah kedua tangan dan tungkai digunakan seimbang. 
  • Batasi waktu pasif. Kurangi waktu lama di kursi, stroller, atau alat yang membatasi gerak. WHO menganjurkan bayi aktif beberapa kali sehari melalui permainan interaktif berbasis lantai.10 
  • Hindari baby walker beroda. Alat ini tidak membantu bayi belajar berjalan dengan aman dan dapat meningkatkan risiko cedera. Pilih area lantai aman dan dukungan furnitur yang kokoh. 
  • Jangan memaksa atau membandingkan. Stimulasi harus menyenangkan. Hentikan bila bayi kesakitan, sangat lelah, atau menolak. 

FAQ seputar Keterlambatan Motorik Bayi 
Q: Apakah bayi yang tidak merangkak pasti mengalami keterlambatan? 
A: Tidak selalu. Studi WHO menemukan sebagian anak sehat tidak pernah merangkak dengan tangan dan lutut. Yang lebih penting adalah kemajuan menuju mobilitas lain, simetri gerak, dan milestone berikutnya.

Q: Kapan bayi seharusnya bisa duduk sendiri? 
A: CDC mencantumkan duduk tanpa bantuan sebagai milestone usia 9 bulan. Bila belum tercapai atau ada red flag lain, bicarakan dengan dokter dan minta skrining perkembangan.

Q: Apakah belum berjalan pada usia 15 bulan selalu terlambat? 
A: Belum tentu. Rentang berjalan pada anak sehat cukup luas. Namun, bila belum berjalan mandiri pada 18 bulan, tidak menahan berat pada tungkai, gerak tidak simetris, atau ada regresi, evaluasi dianjurkan.

Q: Apakah bayi prematur memakai usia lahir atau usia koreksi? 
A: Milestone sering dinilai dengan usia koreksi hingga sekitar 2 tahun. Dokter dapat membantu menghitungnya dari usia kehamilan saat lahir. 

Q: Haruskah menunggu sebelum fisioterapi? 
A: Tidak perlu menunggu diagnosis akhir bila evaluasi menunjukkan kebutuhan intervensi. Dokter dapat merujuk ke fisioterapi atau layanan tumbuh kembang sesuai temuan. 

Referensi:
1. WHO Multicentre Growth Reference Study Group. WHO Motor Development Study: Windows of Achievement for Six Gross Motor Development Milestones. Acta Paediatrica; 2006;95(S450):86-95.
2. Centers for Disease Control and Prevention. CDC's Developmental Milestones. CDC; 2026. 
3. Centers for Disease Control and Prevention. Milestones by 2 Months. CDC; 2026.
 4. Centers for Disease Control and Prevention. Milestones by 6 Months. CDC; 2026.
5. Centers for Disease Control and Prevention. Milestones in Action: By 9 Months. CDC; 2026. 
6. Centers for Disease Control and Prevention. Milestones by 1 Year. CDC; 2026.
7. Centers for Disease Control and Prevention. Milestones by 18 Months. CDC; 2026. 
8. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Mengenal Keterlambatan Perkembangan Umum pada Anak. IDAI; 2013. 
9. American Academy of Pediatrics. Assessing Developmental Delays in Children. HealthyChildren.org; 2025.
10. World Health Organization. Guidelines on Physical Activity, Sedentary Behaviour and Sleep for Children Under 5 Years of Age. WHO; 2019.