
Tanda Anak Memasuki Fase Toddler, yuk Bersiap!
26 Jun 2024

Author: Tim PrimaKu
7 Feb 2026
Topik: Toodler, Tumbuh Kembang, Balita Aktif, Hiperaktif
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Banyak orang tua mengeluhkan toddler yang masih aktif, berlarian, atau sulit tidur meski hari sudah malam. Padahal, waktu malam seharusnya menjadi momen tubuh anak untuk
beristirahat dan memulihkan energi. Jika toddler justru tampak semakin “on” menjelang tidur, kondisi ini sering membuat orang tua kelelahan dan bingung harus berbuat apa. Faktanya, toddlers yang aktif di malam hari bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari rutinitas harian hingga kebiasaan sebelum tidur.
1. Jam Tidur Siang yang Terlalu Panjang atau Terlalu Sore
Tidur siang memang penting untuk toddler, tetapi durasi dan waktunya perlu diperhatikan. Tidur siang yang terlalu lama atau terlalu sore dapat mengurangi rasa kantuk di malam hari, sehingga anak menjadi sulit tidur dan tampak lebih aktif.
Menurut American Academy of Pediatrics, pengaturan tidur siang yang sesuai usia membantu menjaga ritme tidur malam anak tetap stabil.
2. Rutinitas Sebelum Tidur yang Tidak Konsisten
Toddler membutuhkan rutinitas yang dapat memberi sinyal bahwa waktu tidur sudah dekat. Jika jam tidur berubah-ubah atau tidak ada ritual sebelum tidur, tubuh anak sulit mengenali kapan harus beristirahat. Akibatnya, toddler tetap aktif meski hari sudah malam.
Rutinitas sederhana seperti mandi air hangat, membaca buku, atau meredupkan lampu dapat membantu anak lebih rileks.
3. Terlalu Banyak Stimulasi di Sore–Malam Hari
Aktivitas yang terlalu merangsang, seperti bermain fisik berlebihan, menonton layar, atau suara yang bising menjelang tidur, dapat membuat sistem saraf anak tetap “siaga”. Hal ini menyebabkan toddler terlihat semakin aktif saat malam tiba.
World Health Organization merekomendasikan pembatasan paparan layar dan stimulasi berlebihan sebelum waktu tidur untuk mendukung kualitas tidur anak.
4. Kurang Aktivitas Fisik di Siang Hari
Toddler yang kurang bergerak di siang hari mungkin belum cukup “lelah” secara fisik. Energi yang belum tersalurkan ini akhirnya muncul di malam hari dalam bentuk aktivitas berlebihan.
Aktivitas sederhana seperti bermain di luar rumah, berjalan kaki, atau permainan motorik kasar di siang hari dapat membantu anak tidur lebih nyenyak di malam hari.
5. Faktor Emosi dan Perkembangan
Pada usia toddler, perkembangan emosi dan kognitif berlangsung sangat pesat. Anak bisa menjadi lebih aktif di malam hari karena:
Penelitian menunjukkan bahwa kelelahan berlebihan justru dapat memicu hiperaktivitas pada anak kecil, bukan rasa mengantuk.
Apa yang Bisa Orang Tua Lakukan?
Beberapa langkah sederhana yang dapat dicoba:
Jika toddler terus mengalami kesulitan tidur dan terlihat sangat lelah di siang hari, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu mencari penyebab yang lebih spesifik.
Toddler yang masih aktif di malam hari bukan berarti “nakal” atau sulit diatur. Seringkali, kondisi ini dipengaruhi oleh rutinitas, stimulasi, dan kebutuhan perkembangan anak. Dengan mengenali penyebabnya dan melakukan penyesuaian sederhana, orang tua dapat membantu toddler memiliki pola tidur yang lebih sehat, sehingga anak dan orang tua sama-sama mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Referensi:
