Deskripsi
Vaksin kombinasi 5-in-1 untuk bayi dan anak-anak yang melindungi terhadap Difteria, Tetanus, Pertusis aseluler, Polio (IPV), dan Haemophilus influenzae tipe b (Hib), diberikan mulai usia 2 bulan<br><br><strong>Jadwal vaksinasi</strong><br>Usia 9-14 tahun 2 dosis interval 6–15 bulan, atau pada BIAS SD dosis pertama kelas 5 dan dosis kedua kelas 6. Mulai usia 15 tahun sama dengan dosis dewasa: 3 dosis interval 0, 2, 6 bulan.<br><strong>Efek samping</strong><br>Reaksi lokal (merah, hangat, demam pada tempat penyuntikan); demam; sakit kepala.<br><strong>Perhatian khusus</strong><br>Pasien dengan trombositopenia atau gangguan pembekuan darah, dan dengan riwayat gangguan respon imun perlu mendapatkan perhatian khusus. Tidak digunakan sebagai pencegahan perkembangan lesi HPV (HPV-related lesion progression) pada saat pemberian vaksin. Tunda pemberian vaksin pada wanita hamil atau yang berencana hamil dalam waktu dekat.
Info Lainnya
Jadwal vaksinasi
Vaksinasi terdiri dari 3 dosis (0,5 ml) yang diberikan setidaknya interval 4 minggu menggunakan jadwal 2, 4, 6 bulan yang dilanjutkan dengan suntikan booster dengan jarak 6 bulan setelah dosis terakhir vaksinasi primer, sebelum usia anak 2 tahun.
Pemberian vaksin dilakukan melalui intramuskular yang sebaiknya di area anterlateral/paha bayi dan di area deltoid pada anak yang lebih besar.
Efek samping
Reaksi lokal setelah disuntik, menangis, rewel, demam, hilang nafsu makan, gugup, iritabilitas, nangis abnormal, gangguan tidur, nyeri bengkak, insomnia, diare, indurasi
Perhatian khusus
- Respon imun kemungkinan berkurang pada anak yang memiliki pertahanan sistem imun rendah. Vaksinasi dianjurkan diberikan setelah pengobatan imunosupresif selesai.
- Perlu mengevaluasi pemberian vaksinasi pada anak yang menderita syndrom Guillain-Barre atau brachial neutritis.
- Adanya risiko pendarahan pada anak yang menderita kelainan darah seperti trombositopenia
- Perlu mempertimbangkan pemberian vaksin yang mengandung pertusis apabila anak mengalami hal berikut: demam 40C, jatuh atau syok, menangis lebih dari 3 jam, kejang otot dengan atau tanpa demam dalam waktu 3 hari setelah vaksinasi, reaksi alergi, reaksi edema.
Dosis
Vaksinasi terdiri dari 3 dosis (0,5 ml) yang diberikan setidaknya interval 4 minggu menggunakan jadwal 2, 4, 6 bulan yang dilanjutkan dengan suntikan booster dengan jarak 6 bulan setelah dosis terakhir vaksinasi primer, sebelum usia anak 2 tahun.
Pemberian vaksin dilakukan melalui intramuskular yang sebaiknya di area anterlateral/paha bayi dan di area deltoid pada anak yang lebih besar.
Produsen
Sanofi
Komposisi
- Toksoid difteri
- Toksoid tetanus
- Toksoid pertusis
- Flamentous haemagglutinin
- Virus poliomyelitis (tipe 1 - 3)
- Polisakarida dari Haemophilus influenxae type B yang terkonjugasi dengan protein tetanus