Deskripsi
Vaksin untuk pencegahan Penyakit Diphtheria, Tetanus, Pertussis, Hepatitis B and Haemophilus influenzae type b pada bayi mulai usia 6 minggu
Jadwal vaksinasi
Diberikan sebagai imunisasi primer sebanyak 3 dosis pada bayi mulai usia 6 minggu dengan interval pemberian 4 minggu antar dosis. Booster dapat diberikan sesuai dengan program imunisasi nasional.
Efek samping
Reaksi lokal seperti pembengkakan dan nyeri tekan pada lokasi penyuntikan. Reaksi sistemik yang sering terjadi antara lain bayi menangis, tubuh terasa hangat atau demam
Perhatian khusus
Vaksin diberikan secara intramuskular dengan lokasi penyuntikan yang dianjurkan pada bagian anterolateral paha atas pada bayi atau otot deltoid pada anak yang lebih besar. Penyuntikan pada bokong tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan cedera pada saraf ischiadicus. Vaksin tidak boleh disuntikkan secara intradermal karena dapat menimbulkan reaksi lokal. Vaksin harus dikocok sebelum digunakan untuk menghomogenkan suspensi dan setiap penyuntikan harus menggunakan jarum serta spuit steril yang baru.
Jadwal vaksinasi
Diberikan sebagai imunisasi primer sebanyak 3 dosis pada bayi mulai usia 6 minggu dengan interval pemberian 4 minggu antar dosis. Booster dapat diberikan sesuai dengan program imunisasi nasional.
Efek samping
Reaksi lokal seperti pembengkakan dan nyeri tekan pada lokasi penyuntikan. Reaksi sistemik yang sering terjadi antara lain bayi menangis, tubuh terasa hangat atau demam
Perhatian khusus
Vaksin diberikan secara intramuskular dengan lokasi penyuntikan yang dianjurkan pada bagian anterolateral paha atas pada bayi atau otot deltoid pada anak yang lebih besar. Penyuntikan pada bokong tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan cedera pada saraf ischiadicus. Vaksin tidak boleh disuntikkan secara intradermal karena dapat menimbulkan reaksi lokal. Vaksin harus dikocok sebelum digunakan untuk menghomogenkan suspensi dan setiap penyuntikan harus menggunakan jarum serta spuit steril yang baru.