Deskripsi
Vaksin trivalen untuk pencegahan penyakit Poliomyelitis bagi anak umur 2 bulan ke atas
Jadwal vaksinasi
Diberikan 2 kali. Dosis pertama diberikan pada usia 2 bulan dan dosis kedua pada usia 4 bulan. Booster pertama dilakukan pada umur 11 bulan. Pada negara di mana vaksin poliomyelitis oral OPV diberikan, jadwal mengikuti rekomendasi nasional. Di Indonesia, vaksin IPV diberikan pada usia 4 bulan dan 9 bulan.
Efek samping
Nyeri, merah, bengkak pada tempat injeksi, demam di atas 38.1° C, Reaksi alergi seperti angioedema, syok anafilaktik, rewel, kecenderungan untuk tidur, nyeri sendi dan otot ringan
Perhatian khusus
Hindari pemberian pada anak dengan riwayat alergi terhadap komponen vaksin ShanIPV, dosis ShanIPV sebelumnya, streptomycin, atau polymyxin B.
Jadwal vaksinasi
Diberikan 2 kali. Dosis pertama diberikan pada usia 2 bulan dan dosis kedua pada usia 4 bulan. Booster pertama dilakukan pada umur 11 bulan. Pada negara di mana vaksin poliomyelitis oral OPV diberikan, jadwal mengikuti rekomendasi nasional. Di Indonesia, vaksin IPV diberikan pada usia 4 bulan dan 9 bulan.
Efek samping
Nyeri, merah, bengkak pada tempat injeksi, demam di atas 38.1° C, Reaksi alergi seperti angioedema, syok anafilaktik, rewel, kecenderungan untuk tidur, nyeri sendi dan otot ringan
Perhatian khusus
Hindari pemberian pada anak dengan riwayat alergi terhadap komponen vaksin ShanIPV, dosis ShanIPV sebelumnya, streptomycin, atau polymyxin B.