Deskripsi
Jadwal vaksinasi
Vaksin harus diberikan setidaknya 10 hari sebelum memasuki daerah endemik karena kekebalan pelindung mungkin tidak tercapai sampai setidaknya waktu ini telah berlalu.
Efek samping
- Sakit kepala
- Mual
- Diare
- Muntah
- Mialgia
- Reaksi lokal (nyeri, kemerahan, hematoma, indurasi, bengkak)
- Pireksia
- Astenia
- Limfadenopati
- Ruam
- Urtikaria
- Kasus penyakit neurotropik Yellow Fever
- Kasus penyakit viscerotropik Yellow Fever
- Kejang
- Guillain-Barre
-Defisit neurologis fokal
Perhatian khusus
Perawatan dan pengawasan medis yang tepat harus selalu tersedia jika terjadi anafilaksis atau reaksi hipersensitivitas parah lainnya setelah pemberian vaksin.
Stamaril tidak boleh diberikan kepada orang yang mengalami imunosupresi. Oleh karena itu, vaksinasi harus ditunda sampai fungsi kekebalan pulih. Pada pasien yang telah menerima kortikosteroid sistemik selama 14 hari atau lebih, disarankan untuk menunda vaksinasi hingga setidaknya satu bulan setelah pengobatan.
Stamaril tidak boleh diberikan kepada orang dengan infeksi HIV bergejala atau dengan infeksi HIV tanpa gejala jika disertai dengan bukti gangguan fungsi kekebalan.
Anak-anak berusia minimal 6 bulan dapat divaksinasi jika sudah
dipastikan tidak terinfeksi HIV.
Beberapa reaksi efek samping yang serius dan berpotensi fatal (termasuk reaksi sistemik dan neurologis yang berlangsung lebih dari 48 jam, YEL-AVD dan YEL- AND) terjadi pada frekuensi yang lebih tinggi setelah usia 60 tahun. Oleh karena itu, vaksin sebaiknya hanya diberikan kepada mereka yang memiliki risiko tinggi terkena demam kuning).
Ada beberapa laporan yang menunjukkan bahwa penularan virus vaksin yellow fever dapat terjadi dari ibu menyusui, yang menerima vaksin yellow fever postpartum, kepada bayi. Setelah penularan, dapat terjadi penyakit neurotropik (YEL-AND) terkait vaksin yellow fever.