Deskripsi
Vaksin pneumokokus konjugat 20-valen yang digunakan untuk mencegah penyakit pneumokokus invasif (seperti pneumonia dan meningitis) pada dewasa berusia 18 tahun ke atas.
Jadwal vaksinasi
Bayi 6 minggu – 6 bulan: 3 dosis (usia 2, 4, 6 bulan) + booster 11–15 bulan
Alternatif: 2 dosis (usia 2 dan 4 bulan) + booster 11–15 bulan
Catch-up: 7–11 bulan (3 dosis), 12–23 bulan (2 dosis), 2–17 tahun (1 dosis)
Dewasa 18–64 tahun: 1 dosis tunggal
Efek samping
Bayi 6 minggu - 15 bulan:
- Sangat umum: nafsu makan berkurang, rewel, mengantuk, demam. indurasi/bengkak, eritema (2-7 cm), dan nyeri di tempat vaksinasi
- Umum: diare, demam lebih dari 38,9 C
- Jarang: kejang (termasuk kejang demam), muntah, gatal-gatal, ruam, nyeri, eritema atau indurasi/bengkak di tempat vaksinasi > 7 cm
Individu usia 18 tahun ke atas:
- Sangat umum: sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, kelelahan, nyeri di tempat vaksinasi
- Umum: demam, eritema, indurasi/bengkak di tempat vaksinasi
- Jarang: reaksi hipersensitivitas termausk edema wajah, sesak napas, bronkospasme, muntah, diare, mual, angioederma, ruam, menggigil, limfadenopati, urtikaria dan pruriitus di tempat vaksinasi
Perhatian khusus
- Tunda jika sedang sakit berat demam tinggi
- Jangan disuntikkan intravaskular
- Apnea dapat terjadi pada bayi prematur, pantau selama 48 jam
- Gunakan hati-hati pada individu dengan imunodefisiensi atau sedang imunoterapi
- Kontraindikasi: Hipersensitif terhadap zat aktif atau eksipien, toksoid difteri
Jadwal vaksinasi
Bayi 6 minggu – 6 bulan: 3 dosis (usia 2, 4, 6 bulan) + booster 11–15 bulan
Alternatif: 2 dosis (usia 2 dan 4 bulan) + booster 11–15 bulan
Catch-up: 7–11 bulan (3 dosis), 12–23 bulan (2 dosis), 2–17 tahun (1 dosis)
Dewasa 18–64 tahun: 1 dosis tunggal
Efek samping
Bayi 6 minggu - 15 bulan:
- Sangat umum: nafsu makan berkurang, rewel, mengantuk, demam. indurasi/bengkak, eritema (2-7 cm), dan nyeri di tempat vaksinasi
- Umum: diare, demam lebih dari 38,9 C
- Jarang: kejang (termasuk kejang demam), muntah, gatal-gatal, ruam, nyeri, eritema atau indurasi/bengkak di tempat vaksinasi > 7 cm
Individu usia 18 tahun ke atas:
- Sangat umum: sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, kelelahan, nyeri di tempat vaksinasi
- Umum: demam, eritema, indurasi/bengkak di tempat vaksinasi
- Jarang: reaksi hipersensitivitas termausk edema wajah, sesak napas, bronkospasme, muntah, diare, mual, angioederma, ruam, menggigil, limfadenopati, urtikaria dan pruriitus di tempat vaksinasi
Perhatian khusus
- Tunda jika sedang sakit berat demam tinggi
- Jangan disuntikkan intravaskular
- Apnea dapat terjadi pada bayi prematur, pantau selama 48 jam
- Gunakan hati-hati pada individu dengan imunodefisiensi atau sedang imunoterapi
- Kontraindikasi: Hipersensitif terhadap zat aktif atau eksipien, toksoid difteri