Meta Pixel

29 April 2026

10 Penyakit Berbahaya pada Anak yang Bisa Dicegah dengan Vaksin

Ditulis oleh

avatar

Dhia Priyanka

Topik: Vaksin Anak, Penyakit Anak, Pencegahan, Vaksinasi

Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.

Banyak orang tua masih beranggapan bahwa vaksin hanya untuk penyakit ringan. Faktanya, penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin adalah penyakit-penyakit serius yang bisa menyebabkan komplikasi berat, kecacatan permanen, bahkan kematian pada anak. Campak yang "terlihat ringan" bisa memicu radang otak. Polio bisa menyebabkan kelumpuhan seumur hidup. Difteri bisa menyebabkan kematian mendadak akibat sumbatan napas. 

Menurut WHO, vaksinasi mencegah 2–3 juta kematian setiap tahun secara global. Berikut adalah 10 penyakit berbahaya yang sebenarnya bisa dicegah hanya dengan imunisasi yang lengkap dan tepat waktu. 

Ringkasan: 10 Penyakit & Vaksinnya

No

Penyakit 

Vaksin 

Risiko Tanpa Vaksin 

Tingkat Bahaya

Campak 

(Measles)

MR / MMR 

Pneumonia, radang otak, kematian 

Sangat Tinggi

Difteri 

DPT 

Sumbatan napas, kerusakan jantung, kematian mendadak

Sangat Tinggi

Pertusis (Batuk 

Rejan)

DPT 

Henti napas pada bayi, kematian 

Tinggi

Tetanus 

DPT 

Kejang hebat, gagal napas, kematian 

Sangat Tinggi

Polio 

OPV / IPV 

Kelumpuhan permanen, kecacatan seumur hidup

Sangat Tinggi

Pneumonia 

PCV, Hib 

Gagal napas, rawat inap, kematian 

Tinggi

Meningitis 

Hib, PCV 

Kerusakan otak, tuli, kematian 

Sangat Tinggi

Hepatitis B 

Hepatitis B 

Sirosis hati, kanker hati (puluhan tahun 

kemudian)

Tinggi

Rotavirus (Diare 

Berat)

Rotavirus 

Dehidrasi berat, rawat inap, kematian bayi 

Tinggi

10 

Influenza 

Influenza 

(tahunan)

Pneumonia, perburukan penyakit kronis 

Sedang



Penjelasan 10 Penyakit yang Bisa Dicegah Vaksin 

Article-banner (1).png

1. Campak (Measles) — Lebih dari Sekadar Ruam 

Campak adalah salah satu penyakit paling menular di dunia (R0 = 12–18). Artinya, 1 orang yang terinfeksi bisa menularkan ke 12–18 orang lain. Meski sering dianggap ringan, campak bisa menyebabkan pneumonia (penyebab kematian utama akibat campak), ensefalitis (radang otak), diare berat, dan pada 1–2 dari 1.000 kasus — kematian. Vaksin MR atau MMR efektif mencegah 97–99% kasus campak. 

Vaksin: MR (9 bulan) atau MMR (dosis lanjutan) 

2. Difteri — Penyakit yang Bisa Membunuh dalam Hitungan Jam 

Difteri menghasilkan toksin yang membentuk selaput tebal di tenggorokan, menyumbat saluran napas dalam hitungan jam. Toksin yang sama bisa menyerang jantung dan saraf. Tanpa pengobatan segera, angka kematian difteri mencapai 5–10%. Di Indonesia, difteri masih menjadi ancaman di daerah dengan cakupan imunisasi rendah. 

Vaksin: DPT (diberikan usia 2, 3, 4 bulan + booster) 

3. Pertusis (Batuk Rejan) — Sangat Berbahaya untuk Bayi 

Pertusis menyebabkan batuk hebat seperti "whooping" yang bisa berlangsung hingga 10 minggu. Pada bayi di bawah 6 bulan, pertusis bisa menyebabkan apnea (henti napas), pneumonia berat, dan kematian. Sekitar 50% bayi di bawah 1 tahun yang terinfeksi pertusis memerlukan rawat inap. 

Vaksin: DPT (pertusis = "P" dalam DPT) 

4. Tetanus — Penyakit yang Tidak Bisa Menular, Tapi Sangat Mematikan 

Tetanus tidak menular antar manusia, tetapi bakteri Clostridium tetani ada di mana-mana di tanah dan debu. Toksinnya menyebabkan kejang otot hebat, termasuk otot napas. Angka kematian tetanus neonatorum (pada bayi baru lahir) bisa mencapai 70–100% tanpa pengobatan intensif. 

Vaksin: DPT 

5. Polio — Penyebab Kelumpuhan Permanen yang Bisa Dicegah 

Polio menyerang sistem saraf dan bisa menyebabkan kelumpuhan permanen dalam hitungan jam. Tidak ada obat untuk kelumpuhan akibat polio — hanya vaksin yang bisa mencegahnya. Indonesia dinyatakan bebas polio pada 2014, namun kewaspadaan tetap diperlukan karena virus masih ada di beberapa negara. 

Vaksin: OPV (oral) + IPV (suntik) mulai dari lahir 

6. Pneumonia — Penyebab Kematian Anak Nomor 1 di Dunia 

Pneumonia membunuh lebih dari 700.000 anak di bawah 5 tahun setiap tahun secara global (WHO, 2019). Vaksin PCV (pneumokokus) dan Hib terbukti mengurangi kejadian pneumonia berat pada anak secara signifikan. 

Vaksin: PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine), Hib

7. Meningitis — Infeksi Otak yang Bisa Tewaskan dalam 24 Jam 

Meningitis bakterial bisa berkembang sangat cepat — dari gejala awal hingga kematian bisa hanya 24 jam. Penyintas meningitis berisiko mengalami kerusakan otak permanen, ketulian, atau amputasi akibat sepsis. 

Vaksin: Hib, Vaksin Pneumokokus (PCV) 

8. Hepatitis B — Ancaman Tersembunyi Puluhan Tahun 

Hepatitis B pada bayi dan anak seringkali tanpa gejala, namun virus bisa bersembunyi di hati selama puluhan tahun dan berkembang menjadi sirosis atau kanker hati. Vaksin hepatitis B harus diberikan dalam 24 jam pertama setelah lahir untuk perlindungan optimal. 

Vaksin: Hepatitis B (< 24 jam setelah lahir, dilanjutkan usia 2 & 3 bulan) 

9. Rotavirus (Diare Berat) — Penyebab Dehidrasi Berbahaya pada Bayi 

Rotavirus adalah penyebab paling umum diare berat pada anak di bawah 5 tahun. Diare akibat rotavirus bisa menyebabkan dehidrasi berat yang memerlukan rawat inap dalam hitungan jam, terutama pada bayi muda. 

Vaksin: Rotavirus (diberikan usia 2 dan 4 bulan) 

10. Influenza — Bukan Sekadar Pilek Biasa 

Influenza berbeda dengan pilek biasa. Virus influenza bisa menyebabkan pneumonia berat, memperburuk kondisi kronis seperti asma, dan menyebabkan rawat inap bahkan pada anak sehat. Vaksin influenza perlu diulang setiap tahun karena virusnya bermutasi. 

Vaksin: Influenza (tahunan, mulai usia 6 bulan) 

Apa yang Terjadi Jika Anak Tidak Divaksin? 

Tanpa vaksinasi, anak tidak hanya berisiko untuk dirinya sendiri. Anak yang tidak divaksin juga menjadi sumber penularan bagi bayi yang belum bisa divaksin, lansia, dan orang dengan imunitas lemah. Rendahnya cakupan vaksinasi di suatu wilayah dapat memicu Kejadian Luar Biasa (KLB) yang telah berhasil dikendalikan sebelumnya. 


Poin Penting 

• Vaksin dirancang untuk mencegah penyakit serius — bukan penyakit ringan 

• Campak, polio, difteri, dan tetanus bisa menyebabkan kematian atau kecacatan permanen • WHO: vaksinasi mencegah 2–3 juta kematian anak setiap tahun secara global 

• Imunisasi lengkap & tepat waktu adalah investasi kesehatan terbaik untuk anak 

• Tidak ada vaksin yang menyebabkan penyakit yang ingin dicegahnya — ini mitos



Article-banner-02.png

FAQ — Pertanyaan yang Sering Ditanyakan 
Q: Penyakit apa yang paling berbahaya dan bisa dicegah vaksin? 
A: Penyakit paling berbahaya yang bisa dicegah vaksin antara lain: campak (bisa sebabkan radang otak), difteri (bisa sebabkan kematian mendadak akibat sumbatan napas), polio (kelumpuhan permanen), dan tetanus (kejang hebat dengan angka kematian tinggi). Semua ini bisa dicegah dengan imunisasi dasar.
Q: Apakah vaksin benar-benar efektif mencegah penyakit serius? 
A: Ya. Vaksin campak efektif mencegah 97–99% kasus. Vaksin polio telah mengeliminasi polio dari sebagian besar dunia. Vaksin hepatitis B efektif >90% dalam mencegah infeksi. Efektivitas ini didukung oleh ribuan studi klinis selama puluhan tahun. 
Q: Apa risiko jika anak hanya divaksin sebagian? 
A: Anak yang hanya mendapat sebagian vaksin mungkin tidak memiliki perlindungan penuh. Beberapa vaksin (seperti DPT) memerlukan beberapa dosis untuk mencapai kekebalan optimal. Imunisasi yang tidak lengkap meningkatkan risiko tertular dan menularkan penyakit ke orang lain. 
Q: Apakah aman memberikan beberapa vaksin sekaligus? 
A: Ya, aman. Memberikan beberapa vaksin dalam satu kunjungan telah terbukti aman secara ilmiah dan direkomendasikan oleh IDAI, WHO, dan CDC. Sistem imun anak mampu merespons banyak vaksin sekaligus. Ini juga membantu mengurangi jumlah kunjungan dan mempercepat perlindungan. 

Referensi 
• World Health Organization. Vaccines and Immunization. WHO; 2023. 
• Centers for Disease Control and Prevention. Vaccine-Preventable Diseases. CDC; 2022. 
• American Academy of Pediatrics. Red Book: Report of the Committee on Infectious Diseases. AAP; 2021. 
• Greenwood B. The contribution of vaccination to global health. Philos Trans R Soc Lond B Biol Sci. 2014;369(1645):20130433. • IDAI. Jadwal Imunisasi Anak 2023. Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2023.