
Kapan Anak Dikatakan Mengalami Pubertas?
22 Jul 2017

Author: Tim PrimaKu
22 Jan 2026
Topik: Demam, Vaksinasi
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Sebagai orang tua, seringkali muncul kekhawatiran ketika anak demam setelah menerima vaksinasi. Demam setelah vaksinasi adalah hal yang umum terjadi dan sering kali dianggap sebagai reaksi normal tubuh terhadap vaksin. Namun, orang tua sering bingung apakah perlu memberikan obat penurun demam atau membiarkan tubuh anak beradaptasi sendiri. Pada artikel ini, kita akan membahas apa yang sebenarnya terjadi ketika anak demam setelah vaksinasi dan kapan sebaiknya memberikan obat.
Mengapa Anak Bisa Demam Setelah Vaksinasi?
Demam adalah salah satu reaksi tubuh yang umum setelah vaksinasi. Vaksin bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan melawan virus atau bakteri tertentu tanpa menyebabkan penyakit yang sebenarnya. Dalam proses ini, tubuh bisa merespons dengan peningkatan suhu tubuh sebagai bagian dari proses inflamasi yang wajar.
Beberapa vaksin, seperti vaksin DTP (difteri, tetanus, dan pertusis), MMR (campak, gondongan, dan rubella), atau vaksin HPV, lebih sering menyebabkan demam sebagai efek samping sementara. Demam tersebut biasanya muncul dalam 24 hingga 48 jam setelah vaksinasi dan umumnya bersifat ringan hingga sedang.
Kapan Anak Perlu Diberikan Obat Penurun Demam?
Demam setelah vaksinasi umumnya tidak perlu dikhawatirkan dan dapat diatasi dengan pengelolaan rumah yang tepat. Namun, ada beberapa kondisi di mana pemberian obat penurun demam diperlukan:
1. Demam Sangat Tinggi (lebih dari 39°C)
Jika suhu tubuh anak lebih tinggi dari 39°C dan anak merasa sangat tidak nyaman, pemberian parasetamol atau ibuprofen bisa membantu menurunkan suhu dan mengurangi ketidaknyamanan.
2. Anak Terlihat Sangat Lesu atau Tidak Nyaman
Jika demam menyebabkan anak tampak sangat lelah atau rewel, pemberian obat untuk membantu meringankan gejala bisa membuat anak merasa lebih nyaman.
3. Demam yang Tidak Menurun
Jika demam berlangsung lebih dari 48 jam atau tidak turun meski sudah diberi obat penurun demam, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Apakah Obat Penurun Demam Harus Selalu Diberikan?
Tidak semua anak yang demam setelah vaksinasi memerlukan obat. Pada banyak kasus, demam adalah respons alami yang menunjukkan bahwa tubuh sedang membangun perlindungan. Jika anak masih aktif bermain dan makan dengan baik, serta tidak menunjukkan gejala lain yang mengkhawatirkan, MomDad dapat memantau demam tersebut tanpa memberikan obat.
Langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk meredakan demam tanpa obat:
Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Meskipun demam setelah vaksinasi umumnya tidak berbahaya, ada beberapa tanda yang mengharuskan MomDad untuk menghubungi dokter:
Demam setelah vaksinasi adalah reaksi yang wajar dan biasanya tidak berbahaya. Pemberian obat penurun demam pada anak setelah vaksinasi sebaiknya dilakukan hanya jika suhu tubuh anak cukup tinggi atau jika anak merasa tidak nyaman. Selalu konsultasikan dengan dokter jika MomDad merasa khawatir atau jika gejala tidak membaik dalam beberapa hari. Ingat, vaksinasi adalah langkah penting untuk melindungi kesehatan anak, dan reaksi seperti demam hanya menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh sedang bekerja.
Referensi:
