Meta Pixel

30 September 2025

Cara Aman Merawat Anak yang Terkena Influenza di Rumah

Ditulis oleh

avatar

Dhia Priyanka

Topik: influenza, Vaksin Influenza, Flu, Penyakit

Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.

Anak yang terkena influenza umumnya dapat dirawat di rumah dengan istirahat cukup, banyak minum, dan obat penurun demam sesuai anjuran dokter. Namun, orang tua tetap perlu memantau kondisi anak, mengenali tanda bahaya, serta mengetahui kapan harus mencari pertolongan medis agar flu tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius pada anak.


Gejala Flu pada Anak

Gejala flu biasanya muncul tiba-tiba dan bisa berlangsung selama 1 minggu atau lebih. Anak dengan flu umumnya tampak jauh lebih sakit dan lemah dibandingkan saat terkena pilek biasa.

Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:

- Demam mendadak (biasanya di atas 38°C)

- Menggigil

- Sakit kepala, nyeri otot, dan rasa sangat lelah

- Sakit tenggorokan

- Batuk kering dan terus-menerus

- Hidung tersumbat atau berair

- Mual, muntah, atau diare (pada sebagian anak)

- Setelah beberapa hari, batuk, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan biasanya lebih jelas dirasakan.


Anak dengan Risiko Lebih Tinggi

Siapa pun bisa mengalami flu yang berat, tetapi anak dengan kondisi medis kronis memiliki risiko komplikasi lebih tinggi, misalnya anak dengan penyakit paru-paru, jantung, ginjal, gangguan sistem imun, kanker, diabetes, atau kelainan darah dan saraf.

Pada anak-anak ini, vaksinasi flu sangat dianjurkan, dan sebaiknya sebisa mungkin menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit flu. Bila muncul gejala flu disertai kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis karena komplikasi bisa berakibat fatal.

Pengobatan Flu

Umumnya, MomDad dapat merawat si Kecil yang flu di rumah dengan:

- Istirahat cukup

- Asupan cairan yang banyak untuk mencegah dehidrasi

Jika anak demam dan tidak nyaman, dokter dapat merekomendasikan parasetamol atau ibuprofen sesuai usia dan berat badan anak. Penting diingat:

- Ibuprofen tidak boleh diberikan pada anak di bawah 6 bulan, anak yang dehidrasi, atau muntah terus-menerus.

- Aspirin tidak boleh diberikan pada anak dengan flu karena bisa meningkatkan risiko sindrom Reye yang berbahaya.

Dalam kondisi tertentu, dokter mungkin meresepkan obat antivirus. Obat ini paling efektif bila diberikan dalam 1–2 hari pertama muncul gejala.


Kapan Flu Menjadi Darurat?

Segera bawa anak ke dokter bila menunjukkan tanda-tanda berikut:

- Sesak napas atau napas cepat tidak normal

- Kulit, bibir, atau kuku tampak pucat atau kebiruan

- Nyeri dada

- Nyeri otot berat hingga anak menolak berjalan

- Tidak buang air kecil lebih dari 8 jam, mulut kering, atau tidak ada air mata saat menangis

- Tidak responsif atau tampak linglung

- Kejang

- Demam sangat tinggi (di atas 40°C) atau demam pada bayi di bawah 3 bulan

- Gejala sempat membaik tetapi kembali memburuk


Pencegahan Flu

Cara paling efektif mencegah flu adalah dengan vaksinasi tahunan. Vaksin influenza membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menurunkan risiko komplikasi.

Vaksin influenza penting untuk:

- Anak usia 6 bulan–5 tahun

- Anak dengan penyakit kronis

- Anak usia di bawah 5 tahun, terutama di bawah 2 tahun

- Ibu hamil, menyusui, atau yang sedang merencanakan kehamilan

- Semua orang yang sering kontak dengan anak berisiko tinggi (termasuk tenaga kesehatan)

LP-B.png

Di tengah meningkatnya kasus flu pada anak di Indonesia, MomDad perlu lebih waspada. Kenali gejala flu sejak dini, pahami kapan kondisi menjadi darurat, dan jangan ragu untuk membawa anak ke dokter bila diperlukan. Pencegahan melalui vaksinasi tahunan, menjaga kebersihan, serta memastikan anak cukup istirahat dan asupan nutrisi yang baik, adalah langkah terbaik untuk melindungi si Kecil dari komplikasi flu. 

Manfaatkan harga promo Vaksin Influenza Influvac Tetra Rp350.000 dari harga normal Rp375.000 dan hemat Rp25.000 di PrimaKu. Klik di sini untuk booking vaksin. Periode dan kuota promo terbatas.


FAQ tentang Cara Merawat Anak yang Terkena Influenza di Rumah

Q: Apa yang harus dilakukan saat anak terkena influenza?

A: Pastikan anak cukup beristirahat dan mendapatkan asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Pantau suhu tubuh, pernapasan, serta kondisi anak secara berkala. Jika anak demam atau merasa tidak nyaman, obat penurun demam dapat diberikan sesuai usia, berat badan, dan anjuran dokter.


Q: Apakah anak yang terkena influenza harus selalu dibawa ke dokter?

A: Tidak selalu. Influenza ringan pada anak umumnya dapat dirawat di rumah. Namun, anak perlu diperiksakan ke dokter jika memiliki kondisi medis tertentu, gejalanya semakin berat, sulit minum, atau tidak menunjukkan perbaikan.


Q: Obat apa yang aman diberikan saat anak terkena influenza?

A: Parasetamol dapat digunakan untuk membantu meredakan demam dan rasa tidak nyaman sesuai dosis yang dianjurkan. Ibuprofen juga dapat digunakan pada kondisi tertentu, tetapi tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 6 bulan, anak yang mengalami dehidrasi, atau muntah terus-menerus. Hindari memberikan aspirin pada anak dengan influenza.


Q: Apakah anak yang terkena influenza membutuhkan antibiotik?

A: Tidak. Influenza disebabkan oleh virus sehingga antibiotik tidak dapat mengobatinya. Antibiotik hanya diperlukan apabila dokter menemukan adanya infeksi bakteri yang membutuhkan pengobatan tersebut.


Q: Bagaimana mengetahui anak mengalami dehidrasi saat flu?

A: Waspadai jika anak jarang buang air kecil, mulut tampak kering, tidak mengeluarkan air mata saat menangis, sangat lemas, atau kesulitan minum. Jika anak tidak buang air kecil selama lebih dari 8 jam atau menunjukkan tanda dehidrasi berat, segera cari pertolongan medis.


Q: Kapan anak yang terkena influenza harus segera dibawa ke dokter?

A: Segera cari pertolongan medis jika anak mengalami sesak atau napas cepat, bibir atau kulit tampak kebiruan, nyeri dada, kejang, sulit dibangunkan, tanda dehidrasi, demam sangat tinggi, atau gejala yang sempat membaik kemudian kembali memburuk.


Q: Apakah anak yang terkena influenza perlu minum obat antivirus?

A: Tidak semua anak memerlukan antivirus. Dokter dapat mempertimbangkan pemberian antivirus berdasarkan usia, tingkat keparahan penyakit, kondisi kesehatan, dan risiko komplikasi. Jika diresepkan, obat antivirus umumnya memberikan manfaat paling besar bila diberikan pada awal munculnya gejala.


Referensi: The Flu: What Parents Need to Know - HealthyChildren.org. 

Artikel ini telah diperbarui pada 28 September 2026.