
PrimaPro Kembali Hadir dengan Webinar Ilmiah Bahas Keterkaitan Herpes Zoster dan Risiko Kardiometabolik
27 Jan 2026

Author: Tim Editorial PrimaPro
15 Des 2025
Topik: Liputan, Webinar, PCV, Vaksin PCV, Imunisasi PCV
Upaya memperkuat perlindungan kesehatan anak sejak tahun pertama kehidupan terus menjadi prioritas nasional. Melalui webinar bertajuk “First Year Shield of Life: Building Strong Beginnings with PCV and Rotavirus Vaccines”, PrimaPro mengangkat kembali urgensi pencegahan penyakit diare dan pneumonia yang masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak.
Webinar yang digelar pada 14 Desember 2025 ini menghadirkan dua narasumber ahli di bidang kesehatan anak, yakni Dr. dr. Muzal Kadim, Sp.A, Subsp. G.H.(K) dan Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, dr. Sp.A,Subsp. I.PT(K). Diskusi difokuskan pada strategi pencegahan melalui imunisasi.
Dalam sesi pertama, dr. Muzal Kadim menyoroti besarnya beban penyakit diare pada anak, dengan rotavirus sebagai penyebab kematian tertinggi akibat diare pada balita usia 12–59 bulan. Ia menjelaskan bahwa infeksi rotavirus umumnya diawali dengan demam dan muntah, lalu diikuti diare akibat gangguan fungsi usus, yang kerap berujung pada dehidrasi dan penurunan asupan nutrisi.
Sebagian besar infeksi rotavirus, sekitar 88%, disebabkan oleh strain G1–G4 yang berkombinasi dengan P4 dan P8. Virus ini sangat menular dan memiliki virulensi yang tinggi. Oleh karena itu, upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan higiene, sanitasi, dan pemberian ASI, tetapi juga melalui vaksin. Vaksin rotavirus, baik RV1 maupun RV5, telah terbukti aman dan efektif, dengan perlindungan yang dapat bertahan hingga usia 5 tahun. Sejalan dengan itu, WHO merekomendasikan vaksin rotavirus untuk diberikan pada populasi anak, terutama di wilayah dengan angka kejadian diare yang tinggi (>10%).
Sesi berikutnya dilanjutkan oleh pemaparan dari Prof. Dr. Anggraini Alam yang membahas tantangan pencegahan pneumonia akibat pneumokokus pada anak. Ia menjelaskan bahwa Streptococcus pneumoniae masih menjadi penyebab utama pneumonia pada populasi anak. Infeksi pneumokokus merupakan suatu ancaman yang tidak boleh disepelekan karena dapat berkembang menjadi invasive pneumococcal disease (IPD) yang seringkali bermanifestasi sebagai meningitis dan bakteremia, kondisi-kondisi bertay yang dapat berujung pada kematian. Sekitar sepertiga kasus IPD terjadi pada tahun pertama kehidupan, menjadikan bayi sebagai kelompok yang sangat rentan.
Salah satu persoalan yang disorot adalah persistennya serotipe 3, yang dikenal memiliki kapsul tebal dan sering menyebabkan breakthrough infection meskipun anak telah mendapatkan vaksin PCV secara lengkap, termasuk PCV13. Untuk menjawab tantangan ini, dikembangkan vaksin PCV15 dengan komposisi antigen yang lebih luas.
Prof. Anggraini memaparkan bahwa PCV15 dengan regimen 3+1 telah memenuhi kriteria non-inferiority dibandingkan PCV13 untuk serotipe yang sama, serta menunjukkan superiority pada serotipe 3, 22F, dan 33F. Selain itu, PCV15 memiliki profil keamanan yang baik, dapat ditoleransi dengan baik, dan bisa diberikan bersamaan dengan berbagai vaksin rutin anak lainnya.
Beliau juga menjelaskan bahwa PCV15 juga menunjukkan imunogenisitas yang baik pada populasi berisiko tinggi, seperti bayi prematur, anak dengan sickle cell disease, maupun infeksi HIV.
Tahun pertama kehidupan dinilai sebagai periode krusial untuk membangun fondasi kesehatan jangka panjang, dan imunisasi tetap menjadi salah satu intervensi paling efektif untuk melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah.
