
Tatalaksana Asma Akut pada Anak Menurut GINA 2025
19 Feb 2026

Author: dr. Afiah Salsabila
13 Sep 2025
Topik: bakteri, Infeksi, Sepsis, Panduan
Latar Belakang
Infeksi bakteri serius (serious bacterial infections, SBI) seperti sepsis, meningitis, dan pneumonia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada bayi baru lahir dan anak usia 0–59 hari. Diperkirakan lebih dari setengah juta kematian neonatus setiap tahun disebabkan oleh kondisi ini. Diagnosis SBI pada neonatus sering sulit karena gejala klinis tidak khas, sementara konfirmasi laboratorium dengan kultur darah memiliki keterbatasan sensitivitas dan tidak selalu tersedia di fasilitas kesehatan primer.
Untuk menjawab tantangan ini, WHO memperkenalkan istilah possible serious bacterial infection (PSBI), yaitu kondisi pada bayi dengan satu atau lebih dari tujuh tanda klinis: tidak bisa menyusu, hanya bergerak bila distimulasi atau tidak bergerak sama sekali, demam ≥38°C, hipotermia <35,5°C, tarikan dinding dada berat, kejang, atau napas cepat ≥60 kali/menit pada bayi usia 0–6 hari. Konsep PSBI lahir dari kebutuhan menggunakan pendekatan sindromik di layanan kesehatan primer dengan sumber daya terbatas.
Pendekatan sindromik ini terbukti praktis dan cukup sensitif dalam mengidentifikasi anak yang berisiko tinggi memiliki infeksi berat. Evaluasi berbasis tanda klinis memungkinkan kader, bidan, atau tenaga kesehatan primer untuk segera mengenali bayi dengan PSBI tanpa menunggu pemeriksaan laboratorium yang sering tidak tersedia. WHO kemudian mengelompokkan bayi usia 0–59 hari ke dalam tiga kategori risiko: critical illness dengan mortalitas tertinggi, clinical severe infection dengan mortalitas sedang, dan fast breathing pada usia 7–59 hari dengan mortalitas lebih rendah.
Rekomendasi WHO: 11 Rekomendasi untuk Tata Laksana PSBI
WHO 2023 mengeluarkan 11 rekomendasi untuk tata laksana infeksi bakteri serius pada bayi 0–59 hari. Terdapat 10 rekomendasi kuat dan 1 rekomendasi kondisional. Enam rekomendasi ditujukan untuk tatalaksana di luar rumah sakit, sementara lima lainnya untuk tatalaksana di rumah sakit.
Rekomendasi Tata Laksana di Fasilitas Non-Rumah Sakit
Bayi dengan PSBI harus dirujuk ke rumah sakit untuk terapi antibiotik parenteral. Namun, bila rujukan tidak memungkinkan, tata laksana dapat diberikan di fasilitas primer. Anak dengan klasifikasi critical illness dapat diberikan regimen antibiotik injeksi ampicillin IM/ IV ditambah dengan gentamicin IM/IV minimal selama 10 hari, sedangkan klasifikasi clinical severe infection diberikan amoksisilin oral minimal 7 hari ditambah dengan gentamicin IM/IV selama 7 hari juga.
Rekomendasi Tata Laksana di Rumah Sakit
Bayi yang sudah di rumah sakit perlu dilakukan pemeriksaan diagnosis yang lengkap untuk menentukan etiologi utama Untuk bayi dengan kecurigaan sepsis, WHO menekankan pemberian antibiotik parenteral segera dalam waktu 1 jam setelah diagnosis klinis, menggunakan kombinasi ampisilin dan gentamisin IM/IV dalam 10 hari sebagai lini pertama.
Bila terdapat kecurigaan infeksi Staphylococcus aureus, maka pilihan antibiotik berupa cloxacillin dan gentamicin IM/IV selama 10 hari. Untuk kasus dengan tanda meningitis, pilihan antibiotik berupa kombinasi dari tiga obat berikut: ampicillin, cefotaxime/ceftriaxone IM/IV dan gentamicin IM/IV selama minimal 3 minggu.
Jika anak memiliki pneumonia, maka terapi lini pertama adalah ampisilin dan gentamisin IM/IV selama 7 hari.
Selain antibiotik, tata laksana suportif meliputi stabilisasi jalan napas, oksigenasi, terapi cairan sesuai kebutuhan, kontrol kejang, serta monitoring tanda vital secara intensif.
Kesimpulan
PSBI merupakan konsep kunci dari WHO untuk mendeteksi dini dan menatalaksana infeksi bakteri serius pada bayi 0–59 hari, terutama di setting dengan sumber daya terbatas. Berbeda dengan sepsis yang memerlukan konfirmasi laboratorium, PSBI berbasis tanda klinis sederhana yang memungkinkan intervensi cepat. WHO telah menyusun 11 rekomendasi, terdiri dari tata laksana berbasis komunitas hingga rumah sakit, dengan fokus pada pemberian antibiotik cepat dan tepat. Implementasi konsisten dari panduan ini sangat penting untuk menurunkan angka kematian bayi akibat infeksi bakteri serius di Indonesia.
Referensi
World Health Organization. WHO recommendations for management of serious bacterial infections in young infants aged 0–59 days. Geneva: WHO; 2023.