
3 Kesalahan Konsep Double Prohe yang Perlu Dihindari, Catat!
16 Jul 2025

Author: dr. Afiah Salsabila
8 Jan 2026
Topik: Vaksin HPV, Human Papilloma Virus, Kanker Serviks, Bulan Kesadaran Kesehatan Serviks, Serviks, Panduan
Latar Belakang
Human papillomavirus (HPV) merupakan infeksi virus yang sangat umum dan menjadi penyebab utama kanker serviks. Secara global, kanker serviks menempati urutan keempat sebagai kanker tersering pada perempuan, dengan lebih dari 600.000 kasus baru dan sekitar 340.000 kematian setiap tahun. Beban mortalitas terbesar terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia, yang mencerminkan kesenjangan akses terhadap pencegahan primer berupa vaksinasi dan skrining . (1)
Selain kanker serviks, infeksi HPV juga berperan dalam terjadinya kanker anogenital dan orofaring pada perempuan dan laki-laki, serta menyebabkan kutil anogenital dan recurrent respiratory papillomatosis. Meskipun sebagian besar infeksi HPV bersifat asimtomatik dan sembuh spontan, infeksi persisten oleh tipe onkogenik menjadi prasyarat terjadinya kanker. Oleh karena itu, vaksinasi HPV pada usia anak dan remaja merupakan strategi pencegahan primer yang sangat penting . (1)
Jenis Vaksin HPV dan Cakupan Perlindungannya
Saat ini tersedia beberapa jenis vaksin HPV berbasis virus-like particles. Vaksin bivalen memberikan perlindungan terhadap HPV tipe 16 dan 18, yang secara global bertanggung jawab atas sekitar 70% kasus kanker serviks. Vaksin quadrivalen mencakup HPV tipe 6, 11, 16, dan 18, sehingga selain mencegah kanker serviks juga efektif terhadap kutil anogenital. Vaksin nonavalent memiliki cakupan paling luas dengan menargetkan HPV tipe 6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58, yang secara kumulatif menyebabkan hampir 90% dari kejadian kanker serviks secara global . (1)
Manifestasi klinis dari tipe-tipe virus HPV bisa dibaca di artikel berikut: Jenis Human Papillomavirus dan Spektrum Penyakit yang Ditimbulkannya
Seluruh vaksin HPV yang tersedia tidak bersifat terapeutik dan tidak mengeliminasi infeksi yang telah terjadi, sehingga efektivitas tertinggi dicapai bila diberikan sebelum terdapat pajanan terhadap virus.
Efektivitas Vaksin HPV Berdasarkan Bukti Ilmiah Terkini
Bukti efektivitas vaksin HPV telah dikaji secara komprehensif dalam Cochrane Review terbaru. Analisis terhadap uji klinis terkontrol menunjukkan bahwa vaksin HPV sangat efektif dalam mencegah lesi prakanker serviks derajat tinggi yang berhubungan dengan HPV tipe vaksin, terutama pada individu yang belum terpapar HPV saat vaksinasi . (2)
HPV ditularkan melalui berbagai cara, dengan kontak seksual sebagai jalur utama. Jalur penularan virus HPV bisa di baca pada artikel berikut: Apakah Penularan Human Papillomavirus Bisa Terjadi Melalui Jalur Non-Seksual?
Efektivitas tertinggi dicapai bila vaksin diberikan pada usia anak dan remaja sebelum aktivitas seksual dimulai. Pada kelompok ini, penurunan signifikan kejadian cervical intraepithelial neoplasia derajat 2 atau lebih tinggi dilaporkan, dengan profil keamanan yang baik. Pada individu yang telah terpapar HPV, vaksin tetap memberikan manfaat protektif terhadap tipe HPV yang belum pernah menginfeksi, meskipun efektivitasnya lebih rendah dibandingkan populasi naïf HPV . (2)
Data real-world dari berbagai negara juga menunjukkan penurunan signifikan prevalensi infeksi HPV, kutil anogenital, dan lesi prakanker serviks setelah implementasi program vaksinasi nasional, yang memperkuat temuan uji klinis.
Rekomendasi IDAI dan WHO
Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan vaksinasi HPV pada anak perempuan usia 9–14 tahun sebanyak dua dosis dengan interval 6-12 bulan. Jika baru dilakukan pada usia ≥15 tahun diberikan sebanyak 3 dosis, dengan interval berdasarkan jenis vaksin yang diberikan: 0, 1, 6 bulan untuk vaksin bivalen atau quadrivalen, dan 0, 2, 6 bulan.untuk vaksin nonavalen. (3) WHO, melalui position paper terbaru juga menegaskan bahwa vaksinasi HPV merupakan pilar utama strategi eliminasi kanker serviks, dan merekomendasikan vaksinasi rutin pada anak perempuan sebelum usia 15 tahun . (1)
WHO dan IDAI juga menegaskan bahwa vaksin HPV aman dan dapat diberikan pada anak laki-laki. Vaksinasi pada laki-laki tidak hanya melindungi dari penyakit terkait HPV pada dirinya, tetapi juga berkontribusi pada herd immunity dan penurunan transmisi HPV di populasi . (1)
Kesimpulan dan Penutup
Vaksinasi HPV pada anak merupakan intervensi pencegahan primer yang sangat efektif, aman, dan berbasis bukti kuat untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas kanker terkait HPV. Pemberian vaksin pada usia dini, sebelum pajanan virus, memberikan manfaat protektif maksimal. Dokter anak memiliki peran sentral dalam edukasi keluarga, rekomendasi vaksinasi berbasis bukti, serta mendukung upaya nasional dan global menuju eliminasi kanker serviks.
Kunjungi artikel-artikel berikut untuk pelajari HPV lebih lanjut:
Daftar Pustaka